Artikel   2026/06/17 19:56 WIB

KH Ahmad Fahrur Rozi Ajak Umat Islam di Tahun Baru Hijriyah Jadikan Sebagai Perkuat Iman, Akhlak dan Persaudaraan

KH Ahmad Fahrur Rozi Ajak Umat Islam di Tahun Baru Hijriyah Jadikan Sebagai Perkuat Iman, Akhlak dan Persaudaraan
KH Ahmad Fahrur Rozi, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

KH AHMAD FAHRUR ROZI, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengajak umat Islam menjadikan momentum ini sebagai sarana muhasabah dan memperbaiki diri.

Menurut Gus Fahrur, hijrah yang paling dibutuhkan saat ini adalah perubahan sikap menuju persatuan, kepedulian sosial, dan semangat membangun kehidupan yang lebih baik.

Gus Fahrur mengatakan umat Islam perlu menjadikan momentum ini sebagai sarana muhasabah dan memperbaiki diri.

Hijrah yang paling dibutuhkan hari ini bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi perpindahan sikap dari saling menyalahkan menuju saling menguatkan, dari menyebarkan kebencian menuju menebarkan kebaikan, dan dari sikap konsumtif menuju kerja keras serta kemandirian.

"Di tengah tantangan ekonomi, derasnya arus media sosial, dan berbagai perubahan sosial, umat Islam perlu memperkuat iman, akhlak, persaudaraan, dan kepedulian kepada sesama, terutama kepada kaum lemah dan mereka yang sedang mengalami kesulitan," kata Gus Fahrur, Senin (15/6).

Gus Fahrur menegaskan, persatuan bangsa harus terus dijaga dengan semangat keadilan, musyawarah, dan saling menghormati.

Perbedaan jangan menjadi alasan perpecahan, tetapi menjadi kekuatan untuk bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) KH Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Hijriyah 1448 H sebagai momentum memperkuat persaudaraan, menebarkan cinta kasih, dan menghadirkan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri kegiatan Menyambut Tahun Baru Hijriyah 1448 H bertema "Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta" di Masjid Al Jabbar, Kota Bandung, Selasa 9 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Dalam tausiyahnya, Nasaruddin menjelaskan makna hijrah tidak sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan menuju pribadi yang lebih baik.

Semangat hijrah, menurutnya, harus tercermin dalam meningkatnya kepedulian kepada sesama, kecintaan terhadap lingkungan, serta komitmen menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

"Kalau kita mau mengukur apakah kita beragama atau tidak, lihatlah seberapa besar rasa cinta kita terhadap sesama," ujar Nasaruddin.

Menurutnya, seluruh ajaran agama pada hakikatnya mengajarkan kasih sayang.

Dalam Islam, nilai tersebut tercermin dalam sifat Allah SWT, Ar-Rahman dan Ar-Rahim, yang menjadi fondasi hubungan manusia dengan Allah sekaligus dengan sesama manusia.

Karena itu, Nasaruddin menegaskan agama tidak boleh dijadikan alasan untuk menyebarkan kebencian, permusuhan, maupun prasangka.

Sebaliknya, agama harus menjadi sumber kedamaian yang menghadirkan ketenteraman dan energi positif dalam kehidupan.

"Kalau ada orang berbicara tentang agama tetapi mengumbar kebencian, maka sesungguhnya ia sedang menjauh dari substansi ajaran agama itu sendiri," ujarnya. (*)  

Tags : tahun baru islam, 1448 h, 1 muharram 1448 hijriyah, pbnu, ahmad fahrur rozi, gus fahrur, hijrah, persaudaraan umat islam, nahdlatul ulama, nasaruddin umar, tahun baru hijriyah, tahun baru hijriah,