News   2021/06/01 17:14 WIB

Awas! Usai Eks Karyawan BP Migas Demo, Kini Giliran Massa dengan 'Jumlah Besar' akan Geruduk Kantor Chevron

Awas! Usai Eks Karyawan BP Migas Demo, Kini Giliran Massa dengan 'Jumlah Besar' akan Geruduk Kantor Chevron

"Seiring dengan akan terjadinya peralihan Blok Rokan [Chevron ke Pertamina] ledakan kritikan bahkan demo yang merengsek dibeberapa titik stategis mulai mengemuka, ini didasari ada beberapa hal yang masih belum tuntas yang belum terselesaikan oleh perusahaan penambang minyak dan gas milik asing ini"

RIAUPAGI.COM, PEKANBARU - Usai para eks karyawan Badan Pengelola [BP] Minyak dan Gas [Migas] yang diberhentikan jelang masa peralihan PT Chevron Pasifik Indonesia [CPI] ke Pertamina demo di 5 titik gate Minas, Senin 31 Mei 20021 semalam, kini dipastikan Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Energi Lingkungan akan demo besar-besaran geruduk kantor CPI di Sentral Senayan I, Jakarta.

Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Energi Lingkungan telah menebarkan brosur pemberitahuan melalui WhatsApp [WA] nya massa  akan melakukan demo besar-besaran. Demo dan tuntutan kali ini; 

  1. Beri Sanksi dan Jatuhi Hukuman Kepada PT Chevron Pasific Indonesia Karena telah melanggar UU Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) !!!
  2. Lakukan Segera Pemulihan Tanah dan Air di Blok Rokan, Riau! Akibat Limbah B3 dan TTM Hasil Produksi PT Chevron Pasific Indonesia !!!
  3. Berikan Ganti Rugi Kepada Masyarakat Sekitar Blok Rokan, Riau yang Terdampak Limbah B3 dan TTM Hasil Produksi PT Chevron Pasific Indonesia! Sesuai Dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2014 Tentang Kerugian Masyarakat Akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup!!!
  4. Menuntut Tindakan Lanjut Audit Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) Berdasarkan Hasil Audit Investigasi yang Ada!!!

Rencananya demo dilakukan Rabu, 2 Juni 2021 besok. Sejumlah massa akan turun dan akan tumpah di depan Kantor PT CPI di Sentral Senayan I, Jakarta. Ibnu Mas'ud dari pihak Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Energi Lingkungan akan mengkoordinir massa yang akan bergerak ke depan kantor PT CPI dengan jumlah besar dan memastikan massa dengan memakai pakaian hitam serta tetap mematuhi protokol kesehatan akan berdiri di depan kantor perusahaan asing itu.

Dia juga memastikan sangat meluas aksi yang rencananya dilakukan pada Rabu besok, dari sisi jumlah yang mengikuti aksi juga diakui cukup banyak. Namun dia belum memastikan apakah nanti juga akan melakukan orasi ke Mahkamah Konstitusi, BP Migas dan Pertamina di Jakarta atau sebaliknya akan meluas hingga keseluruh titik penting.

Tetapi dia mengakui massa yang akan bergabung baik dalam dan luar daerah Jakarta, "saya belum bisa pastikan jumlahnya berapa ya, tetapi kami bukan mengutamakan dari segi jumlah namun lebih mengutamakan orasi dengan empat point penting itu yang harus disegerakan untuk diselesaikan," kata Ibnu melalui alat saluran ponselnya yang dihubungi tadi ini, Selasa (1/6).  

Dia juga menyebutkan, aksi akan dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Pihaknya tidak akan melanggar ketentuan-ketentuan Satgas Covid-19 dan aparat keamanan. Namun sampai saat ini Ibnu Mas'ud yang juga dibilang sebagai pendiri Aliansi yang terdiri dari para pemikir, mahasiswa dan tokoh masyarakat ini belum juga menyataken massa siap menjalani rapid test antigen dan protokol kesehatan lainnya, "jika diminta aparat kami siap," sebutnya.

Eks karyawan BP Migas demo

Sebelumnya ada lebih kurang 700 karyawan BP Migas di Area Minas yang sudah dirumahkan melaksanakan aksi demo di sejumlah gate CPI.Tuntutan yang dilontarkan menuntut agar PT CPI mengakhiri masa peralihan ke Pertamina dengan indah. Bukan dengan cara memberhentikan hampir 1.400 orang dari PT SGJ, PT Supeaco ERE dan PT SAM.

"Kita perwakilan karyawan dari 3 perusahaan PT. SGJ, PT. Supraco ERE dan PT. SAM yang dirumahkan menuntut PT CPI agar mengakhiri masa peralihan dengan indah bukan dengan memberhentikan karyawan BP lebih dari 700 orang yg masih dalam naungan 3 perusahaan ini. Apalagi awal Juni ini akan menyusul lagi karyawan dari perusahaan lainnya," kata Mulia, Wakil Ketua Team 13 Pendamping Tenaga Kerja Kecamatan Minas, Senin (31/5) kemarin.

Aksi demo yang dilakukan berlangsung di Gate 2 Alfatah Minas, Gate 4 well seribu, Gate 3 komplek Apple, Gate 6 Jalan by pass Minas Rumbai dan Gate km 7 Minas Timur. Menurutnya, jika diakumulasikan dengan keseluruhan karyawan dari perusahaan BP Migas yang akan berakhir masa kerja awal Juni 2021 ini, ada sekitar 1.400 orang yang akan diberhentikan. "Kondisi sudah sulit saat ini, namun angka pengangguran terus bertambah dengan adanya peralihan PT CPI ke Pertamina ini. Padahal pekerjaannya masih banyak yg belum selesai bahkan belum dikerjakan sama sekali," kata Mulia lagi.

CPI, sebutnya, sangat berkomitmen di bidang lingkungan khususnya dengan pembersihan dan pengolahan limbah yang masih belum selesai dan masih banyak yang belum dikerjakan. "Lebih miris lagi, baru 2 minggu bekerja sudah di PHK, ada yang baru tanda tangan kontrak tapi belum mulai bekerja juga di PHK, padahal untuk biaya MCU kemarin mereka pakai dan pribadi. Harapan masyarakat tidak banyak hanya kembalikan kami bekerja dan yang sudah terikat kontrak namun belum bekerja agar segera bisa bekerja demi menyambung hidup," imbuhnya.

Sementara itu, Sukanto, Manager PGPA Rumbai dikonfimasi lewat WA nya, Senin (31/5) mengaku tidak bisa mengomentari soal adanya berbagai desakan tuntutan terkait PT CPI, diapun minta maaf untuk tidak membesarkan adanya desakan-desakan dari berbagai elemen itu. Begitu juga Yanto Sianipar petinggi CPI di Jakarta dalam jawabanya melalui alat elektronik [ponsel] nya mengaku tidak bisa menjawab adanya desakan berbagai elemen terkait tuntutan UU Cipta Kerja yang melilit perusahan minyak ini, "saya sudah pensiun dari Chevron," sebutnya singkat.

Namun sebelumnya pihak PT CPI, Sonitha Poernomo selaku Manager Corporate Communications PT Chevron Pacific Indonesia pada media mengatakan PT CPI menghormati hak setiap warga negara untuk mengekspresikan pendapat dan menyampaikan aspirasinya, sepanjang dilakukan secara tertib dan damai, serta menghargai hak orang lain sesuai peraturan perundangan yang berlaku. "Hubungan kerja antara PT CPI dan PT SGJ merupakan kontrak penyediaan jasa (service contract). PT CPI menghormati hak perusahaan mitra kerja untuk mengelola dan menangani masalah internal mereka, termasuk dalam hal ini masalah ketenagakerjaan," sebutnya.

Mengenai kebutuhan PT CPI terhadap barang/ jasa pekerjaan disesuaikan dengan dinamika kebutuhan bisnis perusahaan. PT CPI mengharapkan agar permasalahan hubungan industrial antara PT SGJ dengan para pekerjanya dapat segera diselesaikan dengan baik, sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk pemenuhan hak-hak pekerja ketika kontrak kerja mereka berakhir. (*)

Tags : Demo Buruh, Eks Karyawan BP Migas Demo, Aliansi Masyarakat Sipil Peduli Energi Lingkungan Demo,