Sorotan   2021/07/13 18:42 WIB

Banyak Pasien Isoman Covid-19 Meninggal, Karena 'Mengalami Gejala Berat'

Banyak Pasien Isoman Covid-19 Meninggal, Karena 'Mengalami Gejala Berat'

"Pasien isoman Covid-19 di Riau banyak yang meninggal dunia disebabkan salah satunya karena mengalami gejala berat yang seharusnya ditangani secara medis"

asien positif yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah banyak yang meninggal dunia, beberapa hari ini ada setengah pasien yang meninggal dunia sebelumnya menjalani isolasi mandiri. Ini terjadi karena pasien mengalami gejala berat dan seharusnya mendapatkan penanganan medis di rumah sakit namun justru menjalani isoman di rumah.

"Virus Covid-19 memiliki masa inkubasi (waktu terpapar hingga gejala mulai dirasakan-red) rata-rata 14 hari, sedangkan puncaknya itu akan terjadi di hari kedelapan atau sembilan," kata Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yovi, Selasa (13/7).

Selama masa inkubasi virus tersebut, lanjut Indra, harus diwaspadai oleh masyarakat yang menjalani isoman. Indra menegaskan bahwa masyarakat harus mengenali tanda-tanda ketika gejala Covid-19 semakin memburuk dan harus datang ke rumah sakit. "Pertama (tanda gejala berat-red) demam yang naik turun, begitu terus. Kedua, batuk yang persisten, tiap lima menit batuk. Ketiga, dada terasa berat sampai sesak, apalagi kalau sudah muncul sesak nafas. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan dan harus segera menjalani perawatan di rumah sakit," terang Indra sambil mengimbau agar masyarakat tidak ragu datang ke rumah sakit jika merasakan gejala-gejala tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Fasilitas pelayanan kesehatan penuh

Sementara Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi lebih beralasan Kemenkes menilai penyebab banyaknya pasien isoman wafat salah satunya penuhnya fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Walaupun sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, ada beberapa faktor di balik kasus-kasus warga positif Covid-19 yang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

"Utamanya karena kondisi kritis yang sangat cepat terjadi pada pasien Covid-19," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dirilis Republika.co.id, Jumat (9/7) kemarin.

Nadia menjelaskan, banyak orang yang positif Covid-19 tidak bisa mendapatkan perawatan di fasyankes dikarenakan penuh. Warga harus mengantre panjang dan akhirnya memilih untuk menjalani isolasi dan melakukan perawatan sendiri di rumah. Untuk mengatasi masalah ini, Nadia mengatakan, layanan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) melalui satuan tugas telah ditugaskan memonitor pasien isoman. Warga positif Covid-19 juga akan mendapatkan obat.

Selain itu, kini ada layanan kesehatan digital telemedicine, meski baru DKI Jakarta yang menerapkannya. Nadia mengatakan, layanan ini secara bertahap akan diterapkan di wilayah lainnya. Jawa Barat (Jabar), misalnya, juga sudah memiliki layanan telemedicine dan mengelolanya. Upaya berikutnya adalah memperkuat koordinasi dengan satgas RT/RW untuk koordinasi dengan puskesmas dalam memantau warga yang isoman.

Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia dalam kurun waktu sebulan terakhir meningkat, seiring kembali melonjaknya kasus positif Covid-19. Selain pasien yang meninggal selama perawatan di rumah sakit, masyarakat juga melaporkan ratusan kematian anggota keluarga atau rekan mereka saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah.

Koordinator Analis Twitter LaporCovid-19, Yerikho Setya Adi, mengatakan, berdasarkan data diketahui sedikitnya 265 pasien Covid-19 meninggal dunia saat melakukan isolasi mandiri di rumah. Data itu dihimpun berdasarkan hasil penelusuran tim LaporCovid-19 di media sosial seperti Twitter, berita online, dan laporan langsung warga ke LaporCovid-19.

"Mereka meninggal dunia dalam kondisi sedang isolasi mandiri di rumah, saat berupaya mencari fasilitas kesehatan, dan ketika menunggu antrean di instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit. Kematian di luar fasilitas kesehatan ini terjadi hanya selama bulan Juni 2021 hingga 2 Juli 2021," katanya..

Yerikho menyebutkan, sebanyak 265 korban jiwa tersebut tersebar di 47 Kota dan Kabupaten dari 10 Provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Lampung, Kepulauan Riau, Riau, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sementara itu, provinsi yang terekam cukup banyak mengalami kematian di luar rumah sakit adalah Jawa Barat dengan jumlah 97 kematian dari 11 kota/kabupaten. (*)

Tags : isoman, isolasi mandiri, pasien isoman di Riau, Sorotan, pasien covid meninggal, pasien isolasi mandiri meninggal, pasien isoman meninggal, virus corona, covid-19, pandemi covid-19,