Batam   2026/06/29 12:28 WIB

Batam Sebagai Pusat Industri Digital, Bisa Tarik Investor Baru Rp16,3 Triliun

Batam Sebagai Pusat Industri Digital, Bisa Tarik Investor Baru Rp16,3 Triliun

BATAM - Daya tarik Batam sebagai pusat industri digital di Indonesia terus menguat. Badan Pengusahaan (BP) Batam baru saja me­nerima penjajakan investasi baru dari PT Farmsent Indonesia bersama mitra inter­nasionalnya untuk membangun pusat data (data center).

"Batam tarik investor baru Rp16,3 triliun."

”Batam saat ini tengah mengalami lonjakan investasi di sektor data center. Kami menyambut baik minat dari PT Farmsent beserta mitranya dan siap memfasilitasi seluruh rencana investasi ini,” kata Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, Minggu (28/6).

Nilai investasi tahap awal ditaksir mencapai US$1 miliar atau setara Rp16,3 triliun.

Pembahasan megaproyek tersebut dilakukan secara hybrid dalam pertemuan di ruang rapat Gedung Bida Utama, Batam Centre, Kamis (25/6).

Kendati nilai investasinya fantastis, BP Batam menegaskan bahwa proyek ini masih berada dalam tahap penjajakan awal (early stage), sehingga belum melahirkan komitmen investasi resmi maupun penentuan lokasi absolut.

Fary Djemy Francis, menyambut positif tingginya minat investor global tersebut.

Menurutnya, tren masuknya investasi data center ke Batam memang memperlihatkan grafik kenaikan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Mengingat statusnya yang baru sebatas penjajakan, BP Batam belum bisa memastikan linimasa realisasi proyek.

Sejauh ini, pihak investor bersama BP Batam masih mengidentifikasi sejumlah kawasan yang dinilai kompatibel dengan kebutuhan operasional sebuah pusat data berskala besar.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, membenarkan bahwa belum ada keputusan final terkait lahan maupun teknis infrastruktur.

”Masih penjajakan awal. Saat ini (investor) masih melihat-lihat dan mengkaji lokasi,” ujar Ariastuty. (*)

Tags : batam, investasi di batam, batam pusat industri digital, batam tarik investor baru rp16, 3 triliun,