BATAM - Kabar mengenai rencana penghentian operasional HarbourFront Centre di Singapura dan pemindahan layanan terminal internasional mulai Juli 2026 belum berdampak pada aktivitas pelayaran internasional dari Batam.
"Operasional Pelabuhan HarbourFront Singapura dihentikan."
“Kami belum memonitor secara resmi informasi bahwa HarbourFront akan dipindahkan mulai 7 Juli 2026. Saat ini operator kapal masih beroperasi ke pelabuhan tersebut. Informasi itu saya justru dapat dari Instagram, dan kami juga belum melakukan konfirmasi kepada pihak operator kapal,” kata Kepala Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Internasional Batam Centre, Pasaroan Samosir, Selasa, (30/6).
Otoritas pelabuhan di Batam menyatakan hingga kini belum menerima pemberitahuan resmi terkait perubahan rute maupun pengalihan layanan kapal feri.
Pasaroan Samosir, mengatakan informasi mengenai relokasi HarbourFront Centre baru diketahuinya dari media sosial.
Hingga kini pihaknya belum menerima konfirmasi resmi dari operator kapal maupun otoritas pelabuhan di Singapura.
Menurut Pasaroan, Pelabuhan Internasional Batam Centre hingga kini masih melayani penumpang dengan tujuan HarbourFront, Singapura.
Seluruh jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal feri internasional masih berlangsung normal tanpa ada perubahan.
“Sejauh ini pelayanan kapal masih berjalan normal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Koordinator Wilayah Kerja Syahbandar Pelabuhan Nongsa, Handri Eko.
Ia mengakui telah mendengar adanya wacana perubahan rute layanan pelayaran internasional di Singapura. Namun, hingga saat ini belum ada pemberitahuan resmi yang disampaikan kepada otoritas pelabuhan di Batam.
“Memang ada informasi mengenai kemungkinan perubahan rute, tetapi belum ada laporan resmi dari operator kepada kami,” kata Handri.
Ia menjelaskan, wilayah kerja Pelabuhan Nongsa melayani rute menuju Pasir Gudang dan Tanah Merah di Singapura. Karena itu, potensi pengalihan layanan dari HarbourFront tidak secara langsung mempengaruhi operasional di wilayah kerjanya.
“Untuk Nongsa sendiri belum ada pengalihan karena tidak melayani HarbourFront. Kemungkinan yang terdampak adalah layanan dari Batam Centre menuju HarbourFront maupun Gold Coast,” ujarnya.
Handri menambahkan, koordinasi dengan operator kapal sejauh ini juga belum menghasilkan informasi baru terkait rencana relokasi terminal di Singapura.
Otoritas pelabuhan di Batam masih menunggu pemberitahuan resmi dari pihak terkait.
Sebelumnya, beredar informasi bahwa HarbourFront Centre, yang selama ini menjadi salah satu terminal feri internasional utama di Singapura sekaligus pusat perbelanjaan, akan menghentikan operasionalnya mulai Juli 2026 sebagai bagian dari proyek pembangunan ulang kawasan HarbourFront.
Meski demikian, otoritas pelayaran di Singapura dikabarkan memastikan seluruh layanan kapal feri internasional dan kapal pesiar tetap beroperasi. Operasional tersebut akan dipindahkan secara bertahap ke terminal baru yang dikelola Singapore Cruise Centre di kawasan 5 HarbourFront Avenue. (*)
Tags : Pelabuhan HarbourFront Singapura, Operasional Pelabuhan HarbourFront Singapura, BatamAktivitas Pelayaran Internasional di Batam,