MERANTI – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mengantisipasi peredaran obat, makanan, dan kosmetik ilegal yang berpotensi masuk melalui wilayah perairan.
"Jalur perairan Meranti di awasi."
"Upaya tersebut diharapkan dapat menekan peredaran produk yang tidak memiliki izin edar dan berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat," kata Kepala BBPOM di Pekanbaru, Sofiyani Chandrawati Anwar, Jumat (9/10).
Langkah ini menjadi perhatian serius mengingat kondisi geografis Kepulauan Meranti yang memiliki kawasan perairan dan berpotensi menjadi jalur masuk produk tanpa izin edar.
Pengawasan lintas sektor pun dinilai penting untuk melindungi masyarakat dari produk yang tidak memenuhi ketentuan keamanan dan mutu.
Sofiyani Chandrawati Anwar, mengatakan pihaknya terus mendorong penguatan komitmen pemerintah daerah melalui agenda advokasi strategis bersama Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin.
Koordinasi juga dilakukan untuk memastikan pemerintah daerah bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengambil peran aktif dalam mengawasi peredaran produk yang berisiko membahayakan kesehatan masyarakat.
Menurut Sofiyani, pengawasan obat dan makanan tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan serta keterlibatan pemerintah daerah.
Karena itu, pengawasan perlu difokuskan pada titik-titik yang dinilai rawan menjadi jalur masuk produk ilegal.
Ia menekankan, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas sektor.
Dengan demikian, potensi masuk dan beredarnya produk yang tidak memenuhi standar keamanan dapat diantisipasi sejak dini.
Selain memperketat pengawasan produk ilegal, BBPOM di Pekanbaru juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pendampingan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi salah satu langkah penting untuk memastikan makanan yang disediakan bagi penerima manfaat memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.
Pengawasan tersebut mencakup seluruh tahapan penyediaan makanan, mulai dari pengelolaan bahan pangan hingga makanan siap disajikan.
Aspek kebersihan, kualitas bahan, dan keamanan pangan harus menjadi perhatian agar program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan kesehatan penerima manfaat.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menyambut baik upaya BBPOM di Pekanbaru dalam memperkuat pengawasan obat dan makanan di daerahnya.
Pemerintah kabupaten, kata dia, siap memberikan perhatian lebih terhadap pencegahan peredaran obat, makanan, dan kosmetik ilegal.
Sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG, Muzamil juga menegaskan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program tersebut melalui pengawasan terhadap seluruh SPPG di wilayah Kepulauan Meranti.
Pengawasan ini diharapkan memastikan setiap SPPG menjalankan kegiatan sesuai standar yang ditetapkan, terutama dalam menjaga keamanan makanan yang dikonsumsi para penerima manfaat.
Kolaborasi antara BBPOM di Pekanbaru dan Pemkab Kepulauan Meranti pun diharapkan mampu memperkuat perlindungan masyarakat dari produk ilegal sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan pangan dalam pelaksanaan program pemerintah.
Dengan pengawasan yang terarah, koordinasi lintas sektor, serta pendampingan terhadap SPPG, keamanan obat dan makanan di Kepulauan Meranti diharapkan semakin terjaga.
Di saat yang sama, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berlangsung sesuai standar keamanan pangan sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat secara optimal. (*)
Tags : bbpom awasi perairan, balai besar pengawas obat makanan, jalur perairan meranti, bbpom perkuat pengawasan, pengawasan di jalur perairan, News Daerah,