PEKANBARU – Guyuran hujan sepanjang hari menekan kemunculan titik panas (hotspot) di Provinsi Riau.
Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru pada Sabtu 10 Oktober 2026 sore, hanya tiga titik panas yang terdeteksi di Riau, jauh dibandingkan Sumatera Selatan yang mencatat 1.711 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, mengungkapkan total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 2.249 titik.
Sebarannya terkonsentrasi di sejumlah provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah yang paling dominan.
“Akibat guyuran hujan seharian, total hotspot di Riau hanya ada tiga titik,” ungkap Gita Dewi.
Tiga titik panas di Riau tersebut tersebar di Kota Dumai sebanyak dua titik dan Kabupaten Pelalawan satu titik.
Meski jumlahnya relatif rendah, kondisi ini tetap perlu dipantau. Hujan dapat membantu menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi penurunan jumlah hotspot dalam satu waktu pengamatan tidak serta-merta menjamin risiko kebakaran telah hilang.
Di tingkat Sumatera, Sumatera Selatan mencatat 1.711 titik panas, disusul Jambi sebanyak 325 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 122 titik.
Lampung terpantau memiliki 75 titik, Kepulauan Riau enam titik, Bengkulu lima titik, serta Aceh dua titik.
Dominasi Sumatera Selatan menjadi perhatian dalam pemantauan karhutla regional.
Namun, jumlah hotspot merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan untuk memastikan ada atau tidaknya kebakaran.
Bagi Riau, kondisi hujan yang membantu menekan titik panas perlu diikuti pemantauan berkelanjutan, terutama di wilayah yang masih terdeteksi hotspot.
Langkah tersebut penting untuk mengantisipasi perubahan cuaca dan mencegah kebakaran meluas ketika kondisi kembali kering.
Data sebaran hotspot Sumatera, Sabtu sore meliputi Sumatera Selatan 1.711 titik, Jambi 325 titik dan Bangka Belitung 122 titik.
Kemudian, Lampung 75 titik, Kepulauan Riau 6 titik, Bengkulu 5 titik, Aceh 2 titik dan Riau 3 titik. (rp.elf/*)
Tags : hujan, riau, hotspot hilang, kabut asap hilang diguyur hujan, News Kota ,