Artikel   2026/10/09 20:37 WIB

Mengapa Meninggalkan Sholat Disebut Kufur? 

Mengapa Meninggalkan Sholat Disebut Kufur? 

ORANG yang meninggalkan sholat termasuk orang-orang yang berbuat dosa. Mengapa meninggalkan sholat menjadi persoalan serius dalam ajaran Islam?

Para ulama mendasarkan pembahasan mengenai hukum meninggalkan sholat pada sejumlah dalil dari Alquran, hadits Nabi Muhammad SAW, dan pendapat para sahabat.

Di antara dalil tersebut adalah ayat tentang penghuni Neraka Saqar serta hadits yang menghubungkan meninggalkan shalat dengan kekufuran.

Dr. Sa'id bin Ali bin Wahf al-Qahthani dalam buku Shalaatul mu-min mafhuum wa fadhaa-il Wa aadaab wa anwaa' wa ahkaam wa kaifiyyah fii dhau-il kitaab was sunnah menjelaskan, meninggalkan sholat wajib itu adalah kufur.

Oleh karena itu, siapapun meninggalkan sholat dengan mengingkari hukum wajibnya, menurut kesepakatan ijma' para ulama, dia telah masuk dalam kategori kufur besar, meski terkadang dia juga mengerjakannya.

Adapun orang yang meninggalkan sholat secara total, sedang dia meyakini hukum wajibnya dan tidak mengingkarinya, dia juga kufur.

Yang benar dari pendapat para ulama adalah bahwa kufurnya itu adalah kufur besar yang menyebabkan pelakunya keluar dari Islam. Hal itu didasarkan pada dalil yang cukup banyak.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

يَوْمَ يُسْحَبُوْنَ فِى النَّارِ عَلٰى وُجُوْهِهِمْۗ ذُوْقُوْا مَسَّ سَقَرَ

Yauma yusḥabūna fin-nāri ‘alā wujūhihim, żūqū massa saqar(a).

Pada hari (ketika) mereka diseret ke neraka dengan wajah (tertelungkup), (dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah sentuhan (api neraka) Saqar.” (QS Al-Qamar Ayat 48)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

فَاِنْ تَابُوْا وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ فَاِخْوَانُكُمْ فِى الدِّيْنِ ۗوَنُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Fa in tābū wa aqāmuṣ-ṣalāta wa ātawuz-zakāta fa ikhwānukum fid-dīn(i), wa nufaṣṣīlul-āyāti liqaumiy ya‘lamūn(a).

Jika mereka bertobat, menegakkan sholat, dan menunaikan zakat, mereka adalah saudara-saudaramu seagama. Kami menjelaskan secara terperinci ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. (QS At-Taubah Ayat 11)

Jadi, Allah mensyaratkan persaudaraan mereka dengan orang-orang Mukmin dengan pelaksanaan sholat.

Dari Jabir, dia bercerita, "Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, '(Pemisah) antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah perbuatan meninggalkan shalat'." (HR Imam Muslim)

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, dia bercerita, "Rasulullah bersabda, 'Pembeda/ pemisah antara kita dengan mereka adalah shalat. Oleh karena itu, barang siapa meninggalkannya berarti dia telah kufur'." (HR Imam At-Tirmidzi)

Dari Abdullah bin Syaqiq, dia berkata, "Para sahabat Nabi Muhammad SAW tidak melihat satu amalan yang jika ditinggalkan dianggap kufur kecuali shalat saja'." (HR Imam At-Tirmidzi)

Tidak sedikit ulama yang menyitir (mengutip) ijma' para Sahabat tentang kafirnya orang yang meninggalkan sholat. Imam Ibnu Taimiyyah menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat itu dinilai telah kafir besar karena sepuluh alasan.

Imam Ibnul Qayyim menyebutkan lebih dari dua puluh dua dalil yang mengkafirkan orang yang meninggalkan sholat dengan kufur besar. Yang benar, tanpa keraguan sedikit pun, berdasarkan dalil-dalil yang gamblang tersebut, bahwa orang yang meninggalkan shalat secara mutlak telah kafir.

Imam Ibnul Qayyim menyatakan, "Mengenai kekafiran orang yang meninggalkan shalat itu telah ditunjukkan oleh dalil dari Alquran, as-Sunnah, dan ijma' para Sahabat.

Tags : sholat, sholat, sholat amalan utama, sholat tiang agama, islam, nabi muhammad ,