Headline Artikel   2026/10/18 18:8 WIB

BI Riau Bawa Sembilan UMKM Binaan ke ISEF 2026 untuk Perluas Pasar Produk Lokal dan Tingkatkan Daya Saing Usaha Berbasis Ekonomi Syariah

BI Riau Bawa Sembilan UMKM Binaan ke ISEF 2026 untuk Perluas Pasar Produk Lokal dan Tingkatkan Daya Saing Usaha Berbasis Ekonomi Syariah

BANK INDONESIA (BI) Provinsi Riau membawa sembilan UMKM binaan dan mitra unggulan ke Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus meningkatkan daya saing usaha berbasis ekonomi syariah.

Selain sembilan UMKM, BI Riau juga melibatkan dua pondok pesantren binaan dan perwakilan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Riau dalam ajang yang berlangsung hingga pertengahan Oktober 2026 tersebut.

Produk yang dipromosikan meliputi keripik, olahan nanas, pisang goreng kipas, bumbu masakan, hingga busana muslim berbahan wastra khas Riau.

Dua pelaku industri modest fashion asal Riau, Thiffa Qaisty dan ANFIHA, turut menampilkan karya dalam Indonesia International Moslem Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST).

Keduanya mengangkat kain tenun khas Riau ke dalam rancangan busana muslim modern.

Partisipasi tersebut membuka peluang promosi bagi produk lokal.

Namun, perluasan pasar yang berkelanjutan tetap membutuhkan tindak lanjut berupa kemitraan dagang, peningkatan kapasitas produksi, serta akses pembiayaan agar pelaku UMKM dapat memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.

Kepala KPw BI Riau, Panji Achmad mengatakan, penguatan ekonomi syariah tidak cukup dilakukan melalui promosi produk, tetapi juga perlu didukung pengembangan industri halal, kemandirian pesantren, dan optimalisasi keuangan sosial syariah.

"Penguatan ekonomi dan keuangan syariah di Riau terus diperkuat melalui penguatan ekosistem industri halal, pemberdayaan kemandirian ekonomi pesantren, hingga optimalisasi keuangan sosial syariah secara inklusif melalui sinergi dengan berbagai pihak di Riau mulai dari KDEKS, perbankan maupun pihak terkait lainnya," ungkap Panji, Kamis (15/10).

Sepanjang 2026, BI Riau mencatat sejumlah program untuk memperkuat fondasi ekonomi syariah daerah.

Bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pemerintah daerah, dan kalangan akademisi, BI Riau memfasilitasi 200 sertifikat halal melalui skema self declare serta 20 sertifikat juru sembelih halal.

Program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapan pelaku usaha dan tenaga kerja dalam memenuhi kebutuhan industri halal.

Meski demikian, perluasan sertifikasi perlu diikuti pendampingan agar UMKM mampu menjaga konsistensi mutu, memenuhi ketentuan produk, dan mengakses jaringan distribusi yang lebih luas.

BI Riau juga mendampingi sejumlah pondok pesantren melalui pengembangan komoditas pangan, produk unggulan pesantren, serta literasi ekonomi dan keuangan syariah bagi santri maupun tenaga pendidik.

Upaya edukasi turut dilakukan melalui Riau Sharia Week 2026 pada Mei lalu. Kegiatan itu mencakup fasilitasi sertifikasi halal, kampanye pembiayaan syariah, dan pameran produk UMKM berbasis syariah.

Di tingkat nasional, Provinsi Riau meraih enam penghargaan dalam Anugerah Adinata Syariah 2026 yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Jakarta pada 6 Juli 2026.

Riau meraih peringkat pertama untuk kategori Nilai Ekspor Halal. Penghargaan lainnya meliputi peringkat kedua kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Daerah, peringkat keempat kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah dan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZISWAF), serta peringkat kelima kategori Inkubasi Bisnis Usaha Syariah dan Wakaf.

Capaian tersebut menjadi indikator perkembangan program ekonomi syariah di Riau.

Tantangan berikutnya adalah memastikan penghargaan dan program yang telah berjalan menghasilkan dampak ekonomi yang terukur, terutama terhadap pertumbuhan omzet UMKM, penyerapan tenaga kerja, ekspor produk halal, serta kemandirian usaha pesantren.

Melalui ISEF 2026, BI Riau menyatakan akan melanjutkan sinergi dengan KDEKS, pemerintah daerah, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing.

ISEF merupakan forum yang mempertemukan pelaku usaha, regulator, akademisi, investor, dan masyarakat melalui pameran, penjajakan bisnis, forum internasional, kompetisi, serta edukasi publik.

Ajang ini menjadi salah satu sarana mendorong pengembangan industri halal dan keuangan syariah di Indonesia.

Tags : bank indonesia, bi, riau, bi bawa UMKM Binaan, ISEF 2026,