Riau   2026/10/17 12:4 WIB

BMKG Ingatkan Masyarakat Agar Tetap Waspada, 'karena Daerah Tetangga Masih Diselimuti Asap Karhutla'

BMKG Ingatkan Masyarakat Agar Tetap Waspada, 'karena Daerah Tetangga Masih Diselimuti Asap Karhutla'

PEKANBARU - Sebanyak 3.048 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Sumatera.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni mencapai 2.558 titik.

Sementara itu, kondisi asap yang masih tebal di wilayah Riau mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak buruknya terhadap kesehatan.

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap risiko gangguan pada sistem pernapasan akibat paparan asap.

“Sobat cuaca, dengan kondisi asap yang masih tebal di wilayah Riau, kami mengimbau untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan,” ujar Elisa.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, aktivitas di luar rumah sebaiknya dibatasi apabila kondisi asap semakin pekat.

“Kami juga mengimbau Sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” katanya.

Berdasarkan data yang disampaikan BMKG Stasiun Pekanbaru, sebaran 3.048 titik panas di Sumatera didominasi Sumatera Selatan dengan 2.558 titik.

Berikutnya, Jambi mencatat 206 titik, Lampung 130 titik, Bangka Belitung 119 titik, dan Bengkulu 18 titik.

Sementara itu, Riau mencatat sembilan titik panas. Sebarannya meliputi Kabupaten Bengkalis sebanyak tiga titik, Kabupaten Siak dua titik, Kabupaten Kampar dua titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, dan Kota Dumai satu titik.

Adapun Aceh dan Sumatera Barat masing-masing mencatat tiga titik panas.

Meski jumlah titik panas di Riau tercatat lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera, kondisi asap tebal tetap menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, khususnya sistem pernapasan.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi paparan asap, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi kegiatan di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Warga juga perlu memperhatikan informasi dan imbauan resmi dari BMKG serta instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan penerapan langkah perlindungan diri, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan selama kondisi asap masih menyelimuti wilayah Riau.

Studi: Hotspot Keragaman Hayati di Kalimantan dan Sumatera, Sebagian Besar Berada di Luar Wilayah Perlindungan Formal

Bioregion Sundaland mencakup Kalimantan, Sumatera, Jawa, Semenanjung Malaya, dan berbagai pulau kecil di sekitarnya.

Sundaland memiliki salah satu bagian terbesar dari tutupan hutan hujan primer secara global, dan beberapa hotspot keanekaragaman hayati yang paling penting di dunia.

Namun, Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan (termasuk wilayah Sarawak, Sabah dan Brunei) aktivitas manusianya menyebabkan tingkat ancaman terhadap keanekaragaman hayati, termasuk deforestasi untuk perkebunan kelapa sawit dan kayu, dan kebakaran untuk pembukaan lahan.

Antara 2002 dan 2019, Kalimantan dan Sumatera saja kehilangan bagian terbesar dari tutupan hutan primer di dunia, dengan masing-masing 15 persen dan 25 persen kehilangan tutupan hutan.

Hasil prediksi peningkatan populasi manusia di wilayah tersebut akan memperburuk tekanan, mengurangi habitat primer sejumlah spesies endemik dan terancam punah, seperti orangutan (Pongo spp.), badak sumatera (Dicerorhinos sumatrensis), serta pelbagai spesies mamalia, burung, reptil dan spesies amfibi lainnya.

Sebuah makalah yang diterbitkan di Animal Conservation pada bulan Februari 2022 telah menemukan bahwa sebagian besar hotspot keanekaragaman hayati yang diprediksi di Kalimantan dan Sumatera berada di luar langkah-langkah perlindungan formal, dengan hanya 9,2 persen dan 18,2 persen dari kekayaan spesies yang dimodelkan terletak di dalam zona perlindungan di masing-masing pulau. (*)

Tags : kabut asap, karhutla, kebakaran hutan dan lahan.masyarakat waspada kabut asap, daerah diselimuti asap tebal karhutla,