News   2026/03/16 19:56 WIB

BPJN Dirikan 14 Posko Mudik di Jalur Lintas Wilayah Riau

BPJN Dirikan 14 Posko Mudik di Jalur Lintas Wilayah Riau

PEKANBARU - Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau menyiapkan 14 posko mudik yang tersebar di sejumlah jalur lintas utama di Provinsi Riau.

"Posko-posko yang di dirikan bisa dittmpangi untuk istrahat."

“BPJN Riau mendirikan 14 posko mudik di jalur lintas utama untuk memantau kelancaran arus lalu lintas selama musim mudik Lebaran. Selain itu, di posko tersebut juga kami siagakan alat berat yang dapat digunakan jika terjadi kerusakan jalan, longsor, atau hambatan lain yang membutuhkan penanganan cepat,” kata Kepala BPJN Riau, Yohanis Tulak Todingrara, Senin (16/3).

Posko untuk memastikan kelancaran arus kendaraan sekaligus membantu pemudik yang melintas di jalur strategis selama musim mudik.

Kehadiran posko mudik ini, kata Yohanis Tulak Todingrara, menjadi salah satu langkah antisipasi pemerintah dalam menjaga kelancaran lalu lintas serta mempercepat penanganan jika terjadi gangguan di jalan nasional.

Ia mengatakan bahwa posko mudik tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemantauan arus lalu lintas, tetapi juga sebagai lokasi siaga berbagai peralatan berat yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika terjadi kendala di jalan.

Menurutnya, keberadaan alat berat di titik-titik strategis sangat penting untuk mempercepat proses penanganan apabila terjadi kerusakan infrastruktur jalan.

Hal ini dilakukan agar jalur mudik tetap aman dan dapat dilalui kendaraan tanpa hambatan yang berarti.

Selain sebagai pusat pengawasan lalu lintas, posko mudik BPJN juga dilengkapi dengan peta informasi jalan nasional yang dapat membantu para pemudik dalam menentukan rute perjalanan mereka.

Fasilitas ini diharapkan dapat membantu para pengendara, terutama pemudik yang berasal dari luar Provinsi Riau dan belum familiar dengan kondisi jalur lintas di wilayah tersebut.

“Di posko mudik kami juga menyediakan peta informasi jalan. Ini dapat membantu pemudik mengetahui arah perjalanan dan kondisi jalur yang akan mereka lalui,” jelasnya.

Tidak hanya itu, posko mudik juga menyediakan area istirahat sederhana bagi pengendara yang merasa lelah selama perjalanan.

Fasilitas ini penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan saat berkendara jarak jauh.

“Kami juga menyediakan tempat bagi pemudik untuk beristirahat sejenak. Jika pengendara merasa lelah, mereka bisa berhenti di posko mudik sebelum melanjutkan perjalanan,” tambahnya.

Keberadaan posko mudik ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik melewati jalur nasional di Provinsi Riau.

Adapun 14 lokasi posko mudik BPJN Riau tersebar di beberapa titik jalur lintas utama, mulai dari lintas barat, timur, utara hingga selatan.

Beberapa di antaranya berada di wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu, hingga Indragiri Hilir.

Lokasi tersebut antara lain berada di Simpang Balam–Simpang Batang Rohil, kemudian Simpang Batang–Simpang Kulim Km 235+580, serta Simpang Batang–Simpang Kulim Km 230+300 di Kabupaten Rokan Hilir yang merupakan jalur lintas utama.

Selanjutnya posko juga didirikan di Duri–Kandis Bengkalis, Rantau Berangin–Batas Sumbar, serta Simpang Ujung Tanjung–Bagan Siapi-api.

Selain itu, BPJN Riau juga menempatkan posko di Simpang Kayu Ara Pelalawan, Simpang Lago–Simpang Buatan, Simpang Lago–Sorek I, serta Sorek I–Batas Indragiri Hulu.

Titik lainnya berada di Pematang Reba–Siberida, Tempuling–Tembilahan, Marpoyan–Batas Kuantan Singingi, serta Taluk Kuantan–Batas Sumatera Barat.

Dengan tersebarnya posko mudik di berbagai jalur lintas tersebut, BPJN berharap proses pemantauan kondisi jalan dapat dilakukan secara maksimal.

Selain kesiapan infrastruktur jalan, dukungan transportasi juga menjadi faktor penting dalam kelancaran arus mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Riau, Andi Yanto, menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan ribuan armada transportasi untuk melayani mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran.

Menurutnya, total 28.380 armada transportasi darat telah disiapkan untuk mendukung perjalanan masyarakat di wilayah Riau.

Tidak hanya transportasi darat, pemerintah juga menyediakan berbagai moda transportasi lainnya, seperti kapal penyeberangan, penerbangan, dan kapal laut.

“Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama Lebaran, kami telah menyiapkan 28.380 armada transportasi darat. Selain itu juga tersedia lima kapal penyeberangan jenis Ro-Ro, 12 maskapai penerbangan, serta 10 kapal laut yang siap melayani perjalanan penumpang,” jelas Andi.

Ia menambahkan bahwa kesiapan transportasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat melakukan perjalanan mudik dengan lebih mudah dan nyaman.

Meski berbagai fasilitas telah disiapkan oleh pemerintah, masyarakat tetap diimbau untuk selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

Andi Yanto mengingatkan agar para pengendara mematuhi aturan lalu lintas serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan jarak jauh.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan keselamatan selama perjalanan. Patuhi rambu dan marka jalan, jangan membawa barang berlebihan, serta pastikan kelengkapan surat kendaraan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar pengemudi tidak memaksakan diri untuk terus berkendara jika merasa lelah atau mengantuk.

“Jika merasa lelah saat berkendara, sebaiknya segera beristirahat. Hal ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tuturnya.

Dengan kesiapan posko mudik, alat berat, serta dukungan armada transportasi yang memadai, pemerintah berharap arus mudik Lebaran tahun ini di Provinsi Riau dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (*)

Tags : Posko Mudik, BPJN Riau, Jalur mudik 2026, Riau, Lebaran, News,