PEKANBARU - Ketua DPRD Riau, Kaderismanto menegaskan komitmennya untuk mendorong penurunan angka kemiskinan secara lebih agresif pada tahun 2026 melalui penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
"Target penurunan angka kemiskinan di bawah 5 persen pada 2026."
“Program-program nasional yang dijalankan di daerah memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah,” ujar Kaderismanto, Jumat (16/1).
Optimisme tersebut berangkat dari tren positif penurunan tingkat kemiskinan di Riau pada periode 2024-2025 yang dinilai sebagai buah dari kerja kolektif lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Kaderismanto, keberhasilan menekan angka kemiskinan ke depan tidak dapat dilepaskan dari efektivitas pelaksanaan program nasional di daerah.
Ia menilai, kebijakan pusat memiliki peran strategis dalam memperluas jangkauan perlindungan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia menambahkan, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah harus diarahkan pada program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan riil masyarakat agar hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan, terutama di kawasan pedesaan dan daerah tertinggal di Riau.
Selain kebijakan sosial, Kaderismanto juga menekankan pentingnya percepatan pembangunan infrastruktur sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, infrastruktur yang memadai mampu membuka isolasi wilayah dan memperluas peluang usaha.
“Infrastruktur yang memadai diyakini mampu membuka akses ekonomi, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong aktivitas usaha masyarakat di berbagai sektor,” tegas politisi PDIP itu.
Sementara itu, berdasarkan informasi Bappeda Riau, rilis resmi angka kemiskinan tahun 2025 oleh BPS yang semula dijadwalkan pada 15 Januari 2026 masih mengalami penundaan.
Hingga kini, pemerintah daerah masih menunggu kepastian jadwal publikasi data terbaru.
Data terakhir mencatat tingkat kemiskinan Riau pada Maret 2025 berada di angka 6,16 persen. Untuk periode September 2025, Bappeda Riau menyatakan masih menunggu hasil pendataan dan pengumuman resmi dari BPS.
Adapun target tingkat kemiskinan Riau pada 2026 telah dibahas bersama pemerintah pusat dan dipatok pada kisaran 4,62 persen hingga 5,63 persen.
Target tersebut dinilai menantang, namun realistis jika ditopang kebijakan yang tepat sasaran.
Upaya penurunan kemiskinan akan ditempuh melalui pendekatan multidimensi, mencakup sektor ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, infrastruktur dasar, serta pembangunan desa sebagai basis penguatan ekonomi masyarakat. (*)
Tags : kemiskinan, riau, targte penurunan kemiskinan, dewan dDorong turunkan angka kemiskinan, angkakemiskinan 5 persen 2026,