Sosial   2026/08/26 4:36 WIB

Dewan Minta Pemerintah Siapkan Masker untuk Siswa SMA-SMK di Tengah Kabut Asap

Dewan Minta Pemerintah Siapkan Masker untuk Siswa SMA-SMK di Tengah Kabut Asap

PEKANBARU - Pemerintah diminta memastikan keselamatan siswa SMA dan SMK yang hingga kini masih menjalani pembelajaran tatap muka.

Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memburuk di sejumlah wilayah Riau mendapat perhatian DPRD Riau.

Anggota Komisi V DPRD Riau, Daniel Eka Perdana, meminta pemerintah menyediakan masker bagi siswa yang masih mengikuti kegiatan belajar secara langsung di sekolah.

Menurutnya, perlindungan terhadap anak-anak harus menjadi prioritas ketika kualitas udara mulai membahayakan kesehatan.

“Kalau memang masih belajar offline, sekolah harus betul-betul menjadi tempat yang aman bagi siswa. Termasuk menyediakan masker untuk anak-anak,” kata Daniel Eka Perdana, Selasa (25/8).

Daniel menilai kebijakan perlindungan terhadap pelajar perlu disesuaikan dengan kondisi kualitas udara di masing-masing daerah.

Terlebih, sejumlah kabupaten dan kota di Riau, termasuk Pekanbaru, telah mengambil langkah meliburkan siswa SD dan SMP dari pembelajaran tatap muka.

Para siswa SD dan SMP tersebut diperbolehkan mengikuti pembelajaran secara daring sebagai upaya mengurangi risiko paparan kabut asap karhutla.

Namun, kebijakan serupa belum sepenuhnya diterapkan bagi siswa SMA dan SMK. Padahal, kualitas udara di sejumlah wilayah, seperti Pekanbaru dan Pelalawan, disebut telah masuk kategori berbahaya akibat pekatnya asap karhutla.

Menurut Daniel, jika pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan, pemerintah dan pihak sekolah harus memastikan lingkungan sekolah benar-benar aman bagi peserta didik.

Ia mengingatkan agar kegiatan belajar mengajar tidak justru membuat siswa terpapar asap dalam kondisi kualitas udara yang tidak sehat.

Paparan asap karhutla berpotensi mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan anak-anak.

Politisi NasDem Riau itu juga meminta pemerintah tidak menunggu hingga kondisi semakin parah untuk mengambil keputusan.

Jika kualitas udara sudah berada pada kategori berbahaya, ia menilai siswa SMA dan SMK juga perlu diliburkan sementara dan pembelajaran dialihkan secara daring.

“Kalau kondisi udaranya sudah berbahaya, demi menjaga kesehatan anak didik, seharusnya diliburkan terlebih dahulu sampai kondisi udara kembali membaik,” tegasnya.

Daniel berharap pemerintah dapat mengambil langkah cepat dan terukur dalam melindungi seluruh pelajar dari dampak kabut asap.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan siswa harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan keberlanjutan pembelajaran tatap muka selama kondisi karhutla masih berlangsung. (rp.ind/*)

Tags : masker, masker untuk siswa, kabut asap, siswa terpapar kabut asap, dewan minta pemerintah siapkan masker untuk siswa,