Sosial   2026/08/20 12:23 WIB

Tiga Persoalan Besar Masih Landa Pekanbaru, 'yang Berdampak pada Warga, Bahkan Jadi Bom Waktu'

Tiga Persoalan Besar Masih Landa Pekanbaru, 'yang Berdampak pada Warga, Bahkan Jadi Bom Waktu'

PEKANBARU  Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memperkuat koordinasi lintas sektor untuk merespons sejumlah persoalan yang berpotensi berdampak langsung terhadap masyarakat.

"Tiga persoalan jadi sorotan yang berdampak pada warga."

“Jangan sampai menunggu api besar, maka diperlukan deteksi dini,” kata Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam rapat dipimpin di Aula Baterai B, Yonarhanud 13/PBY, Jalan Imam Munandar, Rabu (19/8).

Tiga persoalan itu mulai dari gejolak harga pangan, ancaman kebakaran lahan, hingga pemanfaatan aset daerah di kawasan Sukaramai Trade Center (STC) menjadi agenda pembahasan dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Salah satu perhatian Pemko Pekanbaru adalah meningkatnya harga daging ayam potong di pasaran.

Pemerintah tidak ingin kenaikan tersebut hanya dilihat dari sisi harga di tingkat konsumen, tetapi juga menelusuri faktor yang terjadi sepanjang rantai distribusi.

Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pemko Pekanbaru melakukan pemantauan langsung ke lapangan.

Penelusuran dilakukan untuk mengetahui penyebab kenaikan harga sekaligus memastikan kondisi distribusi dari tingkat pemasok hingga pedagang.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat bagi pemerintah sebelum menentukan kebijakan pengendalian harga.

Selain stabilitas pangan, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi perhatian dalam rapat Forkopimda.

Pemko Pekanbaru menilai kesiapsiagaan perlu diperkuat, terutama di kawasan pinggiran kota yang memiliki potensi titik rawan kebakaran.

Agung menegaskan, pola penanganan harus mengutamakan pencegahan dan deteksi dini. Menurutnya, respons tidak boleh baru dilakukan ketika kebakaran telah meluas.

Untuk mempercepat respons di lapangan, Pemko Pekanbaru telah menyiapkan sejumlah posko pada wilayah yang dianggap membutuhkan pengawasan lebih.

Posko tersebut didukung kendaraan pemadam kebakaran dan personel yang disiagakan apabila terjadi kebakaran.

Pendekatan ini menjadi penting karena penanganan pada fase awal dapat mencegah api berkembang dan memperluas dampaknya terhadap permukiman maupun lingkungan sekitar.

Agenda lain yang dibahas adalah perkembangan aset di kawasan Sukaramai Trade Center. Sebanyak 133 bangunan toko di kawasan tersebut saat ini telah menjadi aset Pemerintah Kota Pekanbaru.

Pemko selanjutnya mencari skema pemanfaatan yang tidak hanya berorientasi pada pengelolaan aset, tetapi juga memberikan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Agung mengatakan pemerintah tengah menyiapkan kemudahan bagi pedagang yang nantinya akan menjalankan kegiatan usaha di kawasan tersebut.

“Pemko berupaya memberikan keringanan atau kemudahan bagi pedagang yang akan berjualan di sana,” pungkasnya. (*)

Tags : persoalan sosial, pekanbaru, tiga persoalan besar, persaoalan berdampak pada warga, tiga persoalan besar landa pekanbaru,