PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mendapat dukungan pembangunan infrastruktur jalan dari PT Yuni Bersaudara.
"PT Yuni Bersaudara bangun infrastruktur habiskan dana Rp30 miliar lebih."
“Kita tentu memberikan apresiasi kepada perusahaan Yuni Bersaudara yang telah membantu pembangunan jalan rigid ini,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Rabu (19/8).
Perusahaan yang bergerak di bidang pabrik kelapa sawit (PKS) tersebut membantu pembangunan jalan dengan konstruksi rigid sepanjang 3 kilometer di ruas Lupat Kain-Lubuk Agung.
Dukungan dari dunia usaha tersebut menjadi angin segar bagi Pemprov Riau di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Pasalnya, ruas jalan Lupat Kain-Lubuk Agung merupakan salah satu infrastruktur yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Riau.
SF Hariyanto menyampaikan apresiasinya atas kontribusi perusahaan tersebut saat meninjau langsung pembangunan ruas jalan Lupat Kain-Lubuk Agung.
Menurutnya, bantuan pembangunan jalan tersebut memiliki nilai yang cukup besar. Berdasarkan estimasi biaya pembangunan jalan dengan konstruksi rigid, nilai pembangunan sepanjang 3 kilometer itu diperkirakan mencapai lebih dari Rp30 miliar.
“Ruas jalan ini merupakan tanggung jawab Pemprov Riau. Di tengah defisit anggaran, kita beruntung mendapatkan bantuan pembangunan jalan rigid dari perusahaan,” ujarnya.
SF Hariyanto menjelaskan, PT Yuni Bersaudara membangun jalan rigid sepanjang 3 kilometer.
Sementara estimasi biaya pembangunan jalan dengan konstruksi serupa mencapai lebih dari Rp10 miliar per kilometer.
“Artinya, kita mendapatkan dukungan bantuan lebih dari Rp30 miliar,” ungkapnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya, khususnya perusahaan yang aktivitas operasionalnya turut memanfaatkan infrastruktur jalan di wilayah Riau.
Menurut SF Hariyanto, keterlibatan dunia usaha dalam mendukung pembangunan infrastruktur dapat menjadi bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab terhadap fasilitas publik yang digunakan dalam kegiatan operasional.
“Ini harapan kita, tentu diikuti pelaku usaha lainnya sebagai bentuk tanggung jawab atas jalan yang mereka lewati,” paparnya.
Selain mengapresiasi dukungan pembangunan, SF Hariyanto juga menilai kualitas konstruksi jalan yang dibangun cukup baik.
Menurutnya, penggunaan konstruksi rigid sangat tepat diterapkan pada ruas tersebut karena jalan itu kerap dilalui kendaraan dengan beban berat.
“Kita lihat konstruksinya cukup bagus. Kendaraan yang lewat di sini cukup berat, sehingga dengan konstruksi rigid ini ketahanan jalannya bisa bertahan lama,” jelasnya.
SF Hariyanto menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama di tengah keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah daerah.
Peninjauan pembangunan ruas jalan Lupat Kain-Lubuk Agung tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau Supriadi, Plt Kepala Dinas PUPRPKPP Riau Zulfahmi, serta Plt Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah V Basarudin.
Keterbatasan anggaran tidak menghalangi upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mempercepat perbaikan infrastruktur.
Dukungan dari dunia usaha kini ikut mendorong pembangunan ruas jalan Lipat Kain–Lubuk Agung melalui pembangunan jalan beton atau rigid sepanjang 3 kilometer.
Dukungan tersebut datang dari PT Juni Bersaudara, perusahaan yang bergerak di sektor pabrik kelapa sawit (PKS).
Bantuan pembangunan infrastruktur itu mendapat apresiasi langsung dari SF Hariyanto saat meninjau ruas jalan tersebut.
Menurut SF Hariyanto, kolaborasi antara pemerintah dan perusahaan menjadi penting di tengah kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi keterbatasan anggaran.
Terlebih, ruas Lipat Kain–Lubuk Agung merupakan bagian dari infrastruktur yang menjadi kewenangan Pemprov Riau.
“Kita tentu memberikan apresiasi kepada perusahaan Juni Bersaudara yang telah membantu pembangunan jalan rigid ini,” kata SF Hariyanto.
SF Hariyanto menyebut kontribusi perusahaan memiliki nilai yang signifikan. Dengan panjang pembangunan mencapai 3 kilometer dan estimasi biaya jalan rigid lebih dari Rp10 miliar per kilometer, nilai dukungan tersebut diperkirakan melampaui Rp30 miliar.
“Ruas jalan ini merupakan tanggung jawab Pemprov Riau. Di tengah defisit anggaran, kita beruntung mendapatkan bantuan pembangunan jalan rigid dari perusahaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan sepanjang 3 kilometer tersebut menjadi kontribusi nyata dunia usaha terhadap infrastruktur publik yang juga digunakan untuk menunjang aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.
“Artinya, kita mendapatkan dukungan bantuan lebih dari Rp30 miliar,” ungkap SF Hariyanto.
SF Hariyanto berharap kontribusi PT Juni Bersaudara dapat menjadi contoh bagi pelaku usaha lain di Riau, khususnya perusahaan yang kegiatan operasionalnya banyak menggunakan jaringan jalan pemerintah.
Menurut dia, keterlibatan perusahaan dalam pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur dapat memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.
“Ini harapan kita, tentu diikuti pelaku usaha lainnya sebagai bentuk tanggung jawab atas jalan yang mereka lewati,” paparnya.
Kolaborasi semacam itu dinilai dapat menjadi salah satu alternatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketika ruang fiskal pemerintah daerah terbatas.
Selain menyoroti nilai bantuan, SF Hariyanto juga melihat konstruksi jalan yang dibangun cukup sesuai dengan karakteristik ruas Lipat Kain–Lubuk Agung.
Jalur tersebut banyak dilintasi kendaraan dengan muatan berat sehingga konstruksi rigid dinilai memiliki keunggulan dari sisi ketahanan dibandingkan konstruksi yang lebih fleksibel.
“Kita lihat konstruksinya cukup bagus. Kendaraan yang lewat di sini cukup berat, sehingga dengan konstruksi rigid ini ketahanan jalannya bisa bertahan lama,” pungkasnya. (*)
Tags : jalan rigid, pembangunan infrastruktur, plt gubri, sf hariyanto, plt gubri apresiasi perusahaan bangun jalan rigid,