PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Anggota DPRD Riau Eva Yuliana mendorong evaluasi terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai belum mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
"Banyak BUMD yang kontribusi untuk pendapatan daerah masih pincang."
“Kalau pikiran saya, kalau enggak mencapai target, BUMD itu bagusnya kita reshuffle saja. Kenapa? Karena kalau kita lihat sekarang ini, anggaran kita itu tidak mencukupi lagi, ya. Mendingan kita bubarkan saja atau ganti yang lain,” kata Eva Yuliana, Senin (28/9).
Evaluasi tersebut, menurutnya, dapat berujung pada restrukturisasi hingga opsi pembubaran.
Eva Yuliana mengatakan BUMD merupakan aset pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan manfaat ekonomi.
Selain menjalankan kegiatan usaha, keberadaan BUMD diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, apabila sebuah BUMD tidak mampu memenuhi target dan justru membebani keuangan daerah, pemerintah perlu mempertimbangkan langkah lanjutan, termasuk menghentikan operasional atau menggantinya dengan badan usaha lain.
Eva Yuliana mengatakan tambahan modal masih dapat diberikan kepada BUMD yang mampu menunjukkan kinerja dan menghasilkan pendapatan bagi daerah.
Menurutnya, pemerintah daerah dapat mempertimbangkan penambahan penyertaan modal atau saham apabila kinerja BUMD memberikan hasil dan masih memiliki prospek untuk dikembangkan.
“Kita suntikkan (bantu) penambahan sahamnya. Tapi kalau tidak menghasilkan ya sudahlah (bubarkan),” tegasnya.
Ia juga menilai setiap penggunaan anggaran daerah untuk BUMD harus mempertimbangkan manfaat yang diperoleh masyarakat.
Menurut Eva Yuliana, masih banyak masyarakat Riau yang membutuhkan dukungan pemerintah. Karena itu, alokasi anggaran perlu mempertimbangkan manfaatnya dibandingkan terus memberikan suntikan dana kepada BUMD yang belum menunjukkan hasil.
Meski membuka opsi pembubaran, Eva menyebut kondisi masing-masing BUMD Riau tetap perlu dilihat berdasarkan kinerja dan hasil yang telah dicapai.
Ia mengatakan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada pengelola BUMD yang baru untuk membuktikan kemampuan dalam meningkatkan pendapatan bagi daerah.
“Untuk saat ini masih di atas rata-rata air lah. Kita beri waktu lah untuk mereka sampai akhir tahun ini,” pungkasnya. (rp.ind/*)
Tags : badan usaha milik daerah, bumd, kinerja bumd disorot, bumd riau, dewan soroti kinerja bumd, bumd dievaluasi, News,