Agama   2026/02/16 17:7 WIB

Dua Masjid Suci Siapkan Teknologi Pintar demi Antisipasi Kepadatan Jamaah Saat Ramadhan

Dua Masjid Suci Siapkan Teknologi Pintar demi Antisipasi Kepadatan Jamaah Saat Ramadhan
Layanan jemaah di dua Masjid Suci kini sudah serba digital.

Diantara teknologi yang digunakan adalah peta 3D interaktif.

MAKKAH — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menuntaskan rencana operasional terpadu untuk Ramadhan 1447 Hijriyah atau Ramadhan 2026 di Masjidil Haram, Makkah dan Masjid Nabawi, Madinah.

Strategi komprehensif diaktifkan untuk mengelola lonjakan jamaah, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkaya pengalaman spiritual jutaan Muslim yang memadati Dua Masjid Suci.

Kerangka operasional tersebut dibangun di atas tiga pilar utama: optimalisasi pengelolaan aset dan fasilitas dengan peningkatan efisiensi pemeliharaan, penguatan koordinasi lintas otoritas di seluruh kawasan Dua Masjid Suci, serta pengayaan perjalanan spiritual jamaah agar layanan tetap lancar terutama pada jam-jam puncak.

Di Masjidil Haram, zona operasional mencakup Serambi Saudi, halaman Mataf, area Sa’i, halaman luar, perluasan Saudi kedua dan ketiga, gedung layanan, hingga kompleks toilet.

Di Masjid Nabawi, cakupan operasional meliputi seluruh area masjid, pelataran, fasilitas pendukung, dan area atap.

Untuk menghadapi potensi kepadatan ekstrem selama Ramadhan, otoritas setempat mengaktifkan sejumlah teknologi cerdas.

"Di antara yang paling penting adalah pengaktifan peta 3D interaktif di dalam Dua Masjid Suci untuk membantu pengunjung bernavigasi dengan mudah," demikian dikutip dari laporan Saudigazette, Senin (16/2/2206). 

Selain itu, pihak berwenang juga menerapkan sistem penghitung pengunjung berbasis sensor digital yang menyajikan data keramaian secara real-time, serta perangkat pengukuran kepuasan pengunjung.

Layar panduan interaktif dalam lima bahasa dipasang di Masjidil Haram, disertai pembaruan “Panduan Jamaah” digital dengan fitur interaktif.

Sistem penomoran pintu juga diterapkan guna memudahkan identifikasi lokasi.

Selain itu, Pusat Komando Teknik pusat dioperasikan untuk memantau seluruh aktivitas secara langsung.

Tim panduan lapangan diperkuat dengan perangkat penerjemahan instan, sementara layanan pelaporan cepat “Rased” diaktifkan untuk merespons pengamatan dan umpan balik jamaah. 

Layanan transportasi khusus lansia dari stasiun transit utama juga diluncurkan guna memastikan akses yang lebih ramah bagi kelompok rentan. 

Pihak berwenang juga memastikan kesiapan penuh infrastruktur pendukung. Keandalan sistem listrik dan energi ditingkatkan, jaringan pendingin udara serta penerangan diperkuat, dan seluruh eskalator serta lift dipastikan berfungsi optimal.

Sistem audio di kedua masjid telah diuji menyeluruh untuk menjamin kualitas suara selama pelaksanaan ibadah.

Program pemeliharaan rutin, protokol kebersihan lingkungan, peningkatan sanitasi, serta langkah-langkah kesehatan preventif turut diperketat agar standar keselamatan dan keberlanjutan tetap terjaga sepanjang bulan suci. 

Sejumlah peningkatan layanan juga dilakukan, termasuk tata kelola hidangan berbuka puasa yang terintegrasi dengan platform nasional “Ehsan”, optimalisasi logistik kebersihan dan distribusi makanan, serta perluasan layanan air Zamzam. 

Ramadhan diprediksi minim hujan

Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengeluarkan prakiraan iklim awal untuk Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

Lembaga tersebut memperkirakan curah hujan di bawah rata-rata dan suhu sedikit lebih hangat di Makkah dan Madinah selama bulan suci.

Menurut NCM, total curah hujan yang diharapkan di kedua kota tersebut diproyeksikan lebih rendah dari rata-rata musiman.

Curah hujan bulanan normal berada di kisaran 4,2 milimeter (mm) di Makkah dan 4,3 mm di Madinah. Curah hujan selama Ramadhan kemungkinan termasuk dalam kategori ringan, dikutip dari laman Saudi Gazette, Senin (16/2/2026).

Sementara itu, suhu diperkirakan cenderung berada di atas tingkat normal. Prakiraan menunjukkan kenaikan suhu maksimum sekitar 1 derajat Celsius di atas rata-rata di Makkah dan hingga 1,2 derajat Celsius di atas rata-rata di Madinah.

Secara historis, suhu rata-rata selama Ramadhan berada di kisaran 26,8 derajat Celsius di Makkah dan 23,1 derajat Celsius di Madinah.

NCM menyatakan prakiraan cuaca musiman ini bertujuan mendukung perencanaan kesiapsiagaan dan kesiapan operasional, khususnya bagi entitas yang melayani pengunjung ke Dua Masjid Suci selama bulan Ramadhan.

Pusat Meteorologi Nasional juga mendorong masyarakat untuk mengikuti saluran resmi mereka guna memperoleh laporan cuaca terbaru dan pembaruan iklim berkala.

Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Arab Saudi telah melaksanakan 102 proyek pemeliharaan, pembersihan, dan operasional yang mencakup 18.691 masjid di berbagai wilayah Kerajaan Arab Saudi sebagai persiapan menyambut Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

Kementerian, melalui badan proyek dan pemeliharaannya, terus berupaya meningkatkan kesiapan masjid sebagai bagian dari sistem komprehensif untuk menyambut jamaah selama Ramadhan, Kamis (12/2/2026).

Proyek-proyek tersebut mencakup pemantauan pemeliharaan rutin, penyelesaian masalah teknis, serta pekerjaan pembersihan dan operasional. Seluruhnya dilaksanakan sesuai rencana dengan koordinasi bersama cabang-cabang kementerian, sekaligus menyesuaikan dengan jumlah jamaah yang meningkat selama Ramadhan. 

Tags : ramadhan 2026, prakiraan cuaca, curah hujan, makkah dan madinah, suhu ramadhan 1447 hijriyah, pusat meteorologi nasional arab saudi, persiapan menyambut ramadhan, kementerian urusan islam, arab saudi, proyek pemeliharaan masjid, kesiapsiagaan operasional ramadhan, iklim bulan suci, laporan cuaca terbaru, cuaca makkah, cuaca arab saudi, masjidil haram, masjid nabawi, makkah, madinah, kecerdasan pintar, jamaah umrah, jamaah umrah indonesia, jamaah umrah di indonesia,