PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.
"Enam Helikopter dikerahkan untuk siaga Karhutla."
"Provinsi Riau kembali mendapatkan bantuan berupa satu unit helikopter water bombing dari BNPB. Saat ini helikopter tersebut sudah berada di Pekanbaru," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, Minggu (21/6).
Hingga saat ini, sebanyak enam unit helikopter telah disiagakan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di berbagai wilayah.
Armada udara tersebut terdiri dari lima unit helikopter water bombing dan satu unit helikopter patroli yang siap diterjunkan apabila terjadi kebakaran.
Penambahan kekuatan armada udara dilakukan setelah satu unit helikopter water bombing bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tiba di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru pada pekan lalu.
M Edy Afrizal, mengatakan tambahan armada tersebut akan semakin memperkuat respons cepat terhadap potensi munculnya titik api di wilayah Riau.
Meski demikian, berdasarkan informasi terbaru, kondisi Provinsi Riau saat ini masih dalam keadaan aman dan belum ditemukan titik api maupun kejadian karhutla.
Menurutnya, keberadaan tambahan armada akan membuat operasi pemadaman melalui jalur udara semakin optimal, terutama untuk menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses oleh personel maupun peralatan darat.
"Sekarang sudah enam helikopter, terdiri dari lima helikopter water bombing dan satu helikopter patroli," katanya.
Helikopter terbaru yang diterima Riau merupakan tipe Mi-8 yang memiliki kapasitas besar dan kemampuan operasional yang memadai untuk mendukung kegiatan pemadaman dari udara.
Armada tersebut akan difokuskan untuk mempercepat proses pemadaman sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas ke area yang lebih besar.
"Helikopter water bombing ini akan kami gunakan untuk memadamkan karhutla di lokasi yang sulit dijangkau tim darat. Dengan begitu, proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas," jelasnya.
BPBD Riau menilai dukungan pemerintah pusat melalui BNPB menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman karhutla tahun 2026.
Selain mempercepat respons terhadap kemunculan titik api, keberadaan armada udara yang memadai juga diharapkan mampu menekan dampak kebakaran terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi.
"Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan. Dengan dukungan armada yang memadai, penanganan titik api dapat dilakukan lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas dan dampaknya bisa diminimalkan," tegas Edy.
Pemerintah Provinsi Riau bersama BNPB dan seluruh pemangku kepentingan terus melakukan langkah antisipatif guna memastikan potensi karhutla dapat ditangani secara cepat dan efektif selama musim kemarau berlangsung. (*)
Tags : karhutla, kebakaran hutan dan lahan, bnpb siaga karhutla, helikopter dikerahkan untuk siaga karhutla, News,