News Kota   2026/10/12 20:11 WIB

Harga Cabai Merah Melonjak yang Bisa Sumbang Tekanan Inflasi

Harga Cabai Merah Melonjak yang Bisa Sumbang Tekanan Inflasi

PEKANBARU - Harga cabai merah di pasar Kota Pekanbaru mencapai Rp100.000 per kilogram.

Lonjakan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya itu telah berlangsung selama tiga pekan dan menjadi salah satu komoditas yang menyumbang tekanan inflasi di ibu kota Provinsi Riau.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berupaya mengendalikan kenaikan harga dengan memperkuat pasokan dari sejumlah daerah penghasil cabai merah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan pemenuhan pasokan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kestabilan harga di pasaran.

“Kondisi ini harus kita sikapi dengan baik, agar suplai cabai merah di Kota Pekanbaru bisa terpenuhi,” kata Markarius, Sabtu (10/10).

Ia mengakui harga cabai merah masih berada pada level tinggi.

Menyikapi kondisi tersebut, Wali Kota Pekanbaru telah mengarahkan jajaran pemerintah kota mengambil langkah konkret untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan sekaligus mengendalikan kenaikan harga.

Markarius menyebut dirinya telah meminta Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru menjalin komunikasi dan kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil cabai merah.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan ke Pekanbaru tetap tersedia.

Salah satu daerah yang dijajaki adalah Aceh, yang saat ini memasuki masa panen raya.

Kondisi tersebut dinilai membuka peluang bagi Pekanbaru untuk memperoleh tambahan pasokan cabai merah.

“Namun kita ingin harga cabai merah lebih stabil, kita sudah komunikasi dengan sekda di Aceh terkait panen raya di sana. Sehingga bisa menyuplai di sana,” terangnya.

Selain Aceh, Pemko Pekanbaru juga menjajaki kerja sama dengan tiga daerah di Sumatera Barat, yakni Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Solok.

Ketiganya merupakan daerah penghasil cabai merah yang berpotensi mendukung kebutuhan pasar Pekanbaru.

Menurut Markarius, Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait untuk memastikan peluang pasokan dari wilayah tersebut.

“Sekdako sudah berkomunikasi, guna memastikan suplai cabai merah di Kota Pekanbaru,” ujarnya.

Pemko Pekanbaru berharap kerja sama antardaerah dapat memperkuat ketersediaan cabai merah bagi masyarakat.

Pemerintah kota juga berupaya mendatangkan komoditas tersebut langsung dari daerah penghasil agar pasokan dan distribusinya lebih terjamin.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi tekanan harga yang telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir.

“Kita berharap lewat kerjasama ini suplai cabai merah kita bisa terjaga, harga cabai juga tidak lagi naik lagi,” harapnya.

Pemko Pekanbaru berharap penguatan pasokan dari Aceh dan Sumatera Barat dapat membantu menstabilkan harga cabai merah sekaligus meredam tekanan inflasi di daerah.

Harga cabai merah di Kota Pekanbaru bertahan di level Rp100.000 per kilogram selama tiga pekan terakhir.

Harga cabai merah di Kota Pekanbaru bertahan di level Rp100.000 per kilogram selama tiga pekan terakhir.

Lonjakan hingga dua kali lipat dari harga sebelumnya ini menekan daya beli masyarakat sekaligus menambah tekanan inflasi daerah.

Pemko Pekanbaru kini berupaya memperkuat pasokan dari sejumlah daerah penghasil cabai, termasuk Aceh dan Sumbar, untuk meredam kenaikan harga yang belum terkendali.

Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar mengatakan, pemenuhan pasokan menjadi langkah penting untuk mengatasi mahalnya harga cabai merah di pasaran.

"Kondisi ini harus kita sikapi dengan baik, agar suplai cabai merah di Kota Pekanbaru bisa terpenuhi," tegas Markarius, Minggu (11/10/2026).

Ia menyebutkan, Sekdako Pekanbaru telah diminta menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah penghasil cabai merah.

Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan ketersediaan komoditas sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Salah satu opsi pasokan berasal dari Aceh yang tengah memasuki masa panen raya.

Pemko Pekanbaru telah berkomunikasi dengan sekretaris daerah setempat untuk membuka peluang pengiriman cabai ke ibu kota Provinsi Riau tersebut.

"Kita sudah komunikasi dengan sekda di Aceh terkait panen raya di sana, sehingga bisa menyuplai ke Pekanbaru," ujarnya.

Selain Aceh, Pemko Pekanbaru juga menjajaki pasokan dari Kabupaten Tanah Datar, Agam, dan Solok di Sumbar.

Ketiga daerah itu merupakan wilayah penghasil cabai merah yang berpotensi membantu memenuhi kebutuhan pasar Pekanbaru.

"Sekdako sudah berkomunikasi guna memastikan suplai cabai merah di Kota Pekanbaru," kata Markarius.

Upaya mendatangkan cabai dari luar daerah menjadi salah satu pilihan untuk mengurangi tekanan pasokan di Pekanbaru.

Namun, efektivitas langkah tersebut akan ditentukan oleh realisasi pengiriman, biaya distribusi, serta seberapa cepat tambahan pasokan masuk ke pasar.

Pemko Pekanbaru berharap kerja sama antardaerah dapat menjaga ketersediaan cabai merah dan mencegah kenaikan harga berlanjut.

"Kita berharap lewat kerja sama ini suplai cabai merah kita bisa terjaga, harga cabai juga tidak naik lagi," pungkasnya. (rp.ind/*)

Tags : cabai, cabai merah, harg cabai melonjak, harga cabai sumbang inflasi, News Kota,