Ketum Muhammadiyah instruksikan membantu korban bencana Aceh-Sumatera.
AGAMA – Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) mencatat dana infak masjid untuk membantu korban bencana di wilayah Sumatera dan Aceh yang telah terhimpun secara terlapor mencapai sekitar Rp 36 miliar.
Angka tersebut berasal dari satu kali pelaksanaan shalat Jumat dan masih berpotensi terus bertambah.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais menjelaskan, informasi mengenai capaian Rp 70 miliar yang beredar sebelumnya merupakan estimasi dan harapan.
Perhitungan itu, kata dia, didasarkan pada asumsi jumlah masjid Muhammadiyah dan partisipasi jamaah, bukan angka real-time yang sudah masuk ke laporan pusat.
“Kalau yang kami terima dan terlapor sejauh ini, dari satu kali sholat Jumat itu sekitar Rp 36 miliar. Namun ini belum termasuk dana yang off balance, yakni yang belum masuk ke kami atau langsung disalurkan oleh kampus, daerah, maupun komunitas Muhammadiyah di lokasi bencana,” ujar Imam, Jumat (19/13).
Ia menambahkan, potensi total dana bisa melampaui angka tersebut karena banyak elemen persyarikatan dan warga yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada saudara dan tetangga mereka di daerah terdampak tanpa melapor ke pusat.
“Angka Rp 70 miliar itu kami maknai sebagai doa dan harapan. Kita berpikir positif bahwa solidaritas masyarakat sangat besar dan insyaallah dana ini terus bergerak,” kata dia.
Terkait mekanisme penyaluran, Lazismu memastikan distribusi bantuan dilakukan secara terkoordinasi dan akuntabel. Lazismu pusat berkoordinasi dengan Persyarikatan Muhammadiyah di tiga provinsi terdampak, termasuk Lembaga Resiliensi Bencana (MDMC) dan Lazismu daerah.
“Penyaluran dilakukan melalui jaringan Muhammadiyah di lokasi bencana. Kami juga melibatkan lembaga pengawas dan pembina keuangan untuk memastikan akuntabilitas, karena ini dana umat dan harus dipertanggungjawabkan dengan laporan yang baik,” ujarnya.
Di lapangan, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berperan melakukan asesmen awal melalui penyusunan laporan situasi (situation report/sitrep). Tim MDMC menganalisis tingkat kerusakan, jumlah korban, serta kebutuhan mendesak, lalu menyampaikan data tersebut ke pusat.
“Dari sitrep itu, MDMC pusat dan Lazismu pusat berkoordinasi menyiapkan bantuan sesuai kebutuhan, mulai dari relawan kesehatan, layanan psikososial, hingga bantuan logistik seperti makanan dan obat-obatan,” kata Imam.
Ia menegaskan Lazismu juga hadir di lapangan, sementara pendanaan bantuan dikelola melalui Lazismu dengan berbasis pada data dan kebutuhan yang telah diverifikasi oleh MDMC.
Gerakan infak masjid ini mulai digencarkan sejak Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nasir mengeluarkan instruksi langsung kepada masjid-masjid di Muhammadiyah untuk membantu korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
"Takmir-takmir masjid di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah untuk menghimpun dan menyalurkan dana infak sholat Jumat pada 12-19-2026 yang pelaksanaannya dikoordinasikan melalui Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana di semua tingkatan sehingga dapat terlaksana dengan terpadu dan terkoordinasi yang baik," kata Prof Haedar dikutip dari Instagram pribadinya.
Tags : banjir aceh, banjir sumatera, infak, muhammadiyah, infak masjid muhammadiyah,