Sosial   2026/01/03 18:9 WIB

Jamaah Haji 2026 Gunakan Produk Pangan Indonesia

Jamaah Haji 2026 Gunakan Produk Pangan Indonesia

Mulai dari makanan siap saji hingga bumbu pasta Nusantara disiapkan untuk jamaah.

SOSIAL - Pemerintah Indonesia terus berupaya menghadirkan layanan haji yang semakin nyaman bagi jamaah, salah satunya melalui penyediaan konsumsi dengan cita rasa Nusantara di Tanah Suci. Pada musim haji 2026 mendatang, produk Ready to Eat (RTE) dan bumbu pasta asal Indonesia dipastikan menjadi bagian dari sajian dapur haji bagi jamaah Indonesia di Makkah dan Madinah.

Kesiapan tersebut mengemuka dalam pertemuan Kantor Urusan Haji (KUH) Jeddah bersama para importir Arab Saudi. Pertemuan ini membahas implementasi dan pemanfaatan produk RTE serta bumbu pasta Indonesia sebagai bagian dari layanan konsumsi jamaah haji Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Jaenal Effendi menegaskan kebijakan ini tidak semata menyangkut pasokan makanan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan jamaah.

“Layanan yang prima dimulai dari pemahaman atas kebutuhan jamaah. Konsumsi yang sesuai selera dan standar mutu menjadi salah satu faktor penting agar jamaah dapat beribadah dengan lebih tenang dan nyaman,” ujar Jaenal dalam keterangan persnya, Selasa (30/12/2025).

Ia menambahkan, makanan yang cocok dan berkualitas akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk. Di sisi lain, kebijakan ini juga membuka peluang besar bagi UMKM dan produsen pangan di Tanah Air untuk terlibat langsung dalam ekosistem ekonomi haji.

Senada dengan itu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah Harun Al Rasyid, menekankan pentingnya kepastian implementasi di lapangan. Menurutnya, keberhasilan program ini bergantung pada kerja sama profesional antara dapur katering, importir Arab Saudi, dan supplier Indonesia.

“Yang kami dorong bukan hanya komitmen, tetapi kepastian pelaksanaan. Kemenhaj memastikan dapur benar-benar menggunakan produk Indonesia, didukung skema harga dan mekanisme pembayaran yang jelas agar layanan kepada jamaah berjalan optimal,” ucap Harun.

Sebagai bentuk kesiapan operasional, pemerintah telah menetapkan 52 dapur di Makkah dan 23 dapur di Madinah untuk melayani jamaah haji Indonesia. Seluruh dapur tersebut diwajibkan menggunakan produk Indonesia, mulai dari RTE, makanan segar, hingga bumbu pasta, sebagaimana tertuang dalam kontrak penyelenggaraan haji.

Para importir Arab Saudi menyambut positif langkah Kementerian Agama yang mendorong kejelasan peran dan dukungan kelembagaan. Kepastian pembayaran dinilai penting agar produsen dan UMKM di Indonesia dapat berproduksi secara berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan segera membagikan data dapur haji, daftar supplier Indonesia yang telah tersertifikasi, serta importir yang memenuhi persyaratan. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi, pemesanan, dan distribusi produk agar tersedia tepat waktu menjelang musim haji.

Lebih dari sekadar urusan logistik, kehadiran cita rasa Nusantara di dapur-dapur haji Makkah dan Madinah menjadi wujud keseriusan pemerintah dalam menghadirkan layanan yang menyentuh kebutuhan jamaah. Dari Tanah Air hingga Tanah Suci, rasa Indonesia diharapkan mampu menjadi pengobat rindu sekaligus penopang kekhusyukan ibadah jamaah haji. (*) 

Tags : haji 2026, jamaah haji indonesia, dapur haji, makanan nusantara, layanan haji, ekonomi haji, umkm, pangan, makkah, madinah,