Internasional   2020/11/06 13:14 WIB

Joe Biden Raih Kemajuan, 'Perselisihan Bakal Berakhir ke Mahkamah Agung'

Joe Biden Raih Kemajuan, 'Perselisihan Bakal Berakhir ke Mahkamah Agung'

INTERNASIONAL - Di tengah proses penghitungan di sejumlah negara bagian yang masih berlangsung, Presiden Donald Trump mencuit 'hentikan penghitungan' dan kembali mengulangi klaim tak berdasar tentang adanya kecurangan suara dan pemilihan.

Tim kampanye Trump menyatakan akan mengajukan gugatan lagi di sejumlah negara bagian penting, namun para pemantau internasional mengatakan tidak ditemukan bukti tuduhan itu. Sementara, calon presiden dari Demokrat, Joe Biden, tampak mencapai kemajuan di negara-negara bagian penting dalam persaingan menjadi presiden Amerika Serikat.

Joe Biden meminta semua pihak tetap tenang setelah ia mendapat kemajuan di negara-negara bagian penting dalam Pilpres AS. Sejauh ini gugatan hukum yang dikabulkan adalah di Pennsylvania, dengan menetapkan pengawas pemilihan boleh berdiri lebih dekat dengan titik penghitungan suara. Namun gugatan di Georgia tentang sekitar 50 kertas suara lewat pos, ditolak oleh otoritas hukum setempat.

Klaim tak berdasar adanya kecurangan Trump?

Presiden Trump kembali mengulangi klaim tak terdasar adanyatuduhan kecurangan dalam Pemilu AS. Menurutnya, jajak pendapat media terhadap hasil penghitungan suara yang belum selesai sebagai "politik campur tangan". Ia menambahkan, "banyak gugatan secara hukum karena betapa tidak adilnya proses ini". Para pemantau internasional mengatakan tidak ditemukan bukti tuduhan itu dan Twitter memberikan tanda bahwa komentar Trump menyesatkan.

Pernyataan Biden agar masyarakat AS bersikap tenang?

Sebelumnya, Joe Biden meminta semua pihak tetap tenang, di tengah adanya kemajuan perolehan suaranya dalam proses penghitungan di sejumlah negara bagian penentu. Dalam pidato singkat di televisi, kandidat dari Demokrat ini mengatakan, dia 'tidak ragu' bahwa pada akhirnya akan menang. Dia mengatakan bahwa dia dan pasangannya Kamala Harris "tidak ragu" bahwa ketika penghitungan selesai mereka "akan dinyatakan sebagai pemenang".

Seperti apa hasil penghitungan sementara?

Sampai sekitar pukul 08.00 WIB, Jumat (06/11), Biden telah meraih 253 suara elektoral, sementara Presiden Trump sebanyak 214 suara elektoral. Biden mengungguli Trump di Pennsylvania, dan unggul tipis di Arizona serta Nevada. Biden sekarang mendapat 243 suara elektoral, dan memerlukan 17 suara lagi untuk menggeser Trump dari Gedung Putih. Presiden Trump di Georgia sementara unggul, tetapi perbedaan suaranya semakin tipis, dan penghitungan masih berlangsung.

Biden mengungguli Trump di Pennsylvania, dan unggul tipis di Arizona serta Nevada. Hasil terakhir pemenang Pemilu AS, ditentukan dari empat negara bagian yang saat ini masih dalam proses penghitungan suara, yaitu Pennsylvania, Wisconsin, Georgia dan Michigan. 'Gugup' menunggu hasil: Pendukung Demokrat dan Republik asal Indonesia. Sinta Penyami Storms, pendukung Partai Demokrat di Pennsylvania - negara bagian penting yang masih ditunggu hasilnya - mengatakan optimistis sekaligus cemas.

"Saat ini kita masih nervous, tapi sangat optimis karena surat suara dari pos, yang katanya sekitar satu juta belum dihitung. Jadi untuk saat ini, walau agak gugup, masih sangat optimistis Biden memenangkan pemilihan ini," kata Sinta yang tergabung dalam dewan kepemimpinan AAPI PA Leadership (Asian Americans and Pacific Islanders).

Optimisme itu, menurut Sinta, didasarkan pada saat ikut berkampanye di seputar tempat tinggalnya di luar kota Philadelphia. "Ini kami lihat saat kampanye, dan orang-orang yang kami ajak ngobrol, cenderung orang-orang yang kita temui lebih cenderung ke Biden," kata seniman tari dan aktivis sosial yang bermukim di Amerika Serikat sejak 1999 itu dirilis BBC News Indonesia.

Terkait tuduhan curang yang dilontarkan Trump saat menyatakan kemenangan, Sinta mengatakan, "Itu klaimnya dia aja. Karena, menurut saya sih, dia suka memecah belah."

Emmanuel Tandean, pendeta di gereja New Life Praise Centre, Philadelphia, juga merasa cemas. Pendukung Trump ini mengatakan mengikuti hasil pemilihan sejak malam sampai pagi. "Ya, sempat nervous, optimis dan kembali nervous ... karena masih tidak jelas," kata pendeta yang tiba di Amerika pada 1999 itu.

"Saya menilai Trump karena program yang sangat jelas, lebih baik untuk Amerika sesuai nilai moral, juga baik untuk ekonomi, dan aspek-aspek lain. Selain itu, banyak yang Presiden Trump lakukan bagi Amerika," kata Emmanuel tanpa merinci lebih lanjut.

Di sisi lain, saat berbicara dari Gedung Putih pada Selasa malam, Trump mendeklarasikan kemenangan—tanpa memberikan bukti apapun. Dia mengatakan akan meluncurkan gugatan lewat Mahkamah Agung terkait suara lewat pos, Bahkan, tim kampanyenya sudah melayangkan gugatan di empat negara bagian, yakni di Georgia, Wisconsin, Michigan, dan Pennsylvania. "Sejujurnya kami telah memenangi pemilihan ini," katanya di Gedung Putih. "Jelas kami sudah menang di Georgia dan North Carolina. Kita menang di Pennsylvania dengan jumlah luar biasa," tambahnya.

"Ini memalukan negara kita," ujarnya, seraya menambahkan rencana untuk menggugat hasil pemilu di Mahkamah Agung.

Apa yang dikatakan kedua tim kampanye?

Pada Rabu sore, Biden mengatakan kepada para wartawan di Wilmington, Delaware: "Saya di sini tidak untuk menyatakan kemenangan, tetapi saya di sini untuk melaporkan bahwa ketika penghitungan rampung, kami yakin kamilah pemenangnya". Dia menambahkan: "Saya akan memimpin sebagai presiden Amerika. Kepresidenan bukanlah institusi partisan."

Biden mengaku perasaannya "sangat baik" mengenai Pennsylvania, walaupun tim kampanye Presiden Trump "mendeklarasikan kemenangan" di negara bagian tersebut berdasarkan perhitungan "semua kertas suara resmi". Staf senior tim kampanye Trump, Jason Miller, berkata: "Pada akhir pekan ini, akan jelas bagi semua warga bahwa Presiden Trump dan Wakil Presiden Pence akan terpilih untuk menjabat empat tahun lagi."

Gugatan apa yang dilayangkan tim kampanye Trump?

Tim kampanye Trump mengatakan sang presiden akan meminta secara resmi agar diadakan penghitungan ulang di Wisconsin, dengan dalih "sejumlah kejanggalan di beberapa distrik Wisconsin". Hasil sementara mengindikasikan selisih antara Trump dan Biden di Wisconsin mencapai kurang dari satu poin, sehingga seorang kandidat berhak meminta perhitungan ulang.

Tim kampanye Trump telah melayangkan gugatan di Michigan agar perhitungan suara dihentikan seraya mengklaim para simpatisan ditolak mendapat "akses yang layak" guna mengamati proses pembukaan kertas suara dan perhitungan suara. Di Detroit, Michigan, kepolisian dipanggil pada Rabu sore untuk menjaga pintu tempat perhitungan suara, ketika sejumlah pendemo menuntut agar diberikan akses memantau proses perhitungan suara.

Menurut Detroit Free Press, sudah ada sebanyak 200 orang pengamat proses perhitungan suara di dalam lokasi perhitungan suara. Para petugas kepolisian tampak menutupi jendela gedung TCF Center, tempat kertas suara ditabulasi. Tim kampanye Trump juga mengajukan dua gugatan di Pennsylvania untuk menghentikan perhitungan suara "sampai ada transparansi yang berarti".

Trump unggul tiga poin di negara bagian itu, namun masih ada ribuan kertas suara yang belum dihitung. Trump juga menuntut agar negara bagian Georgia untuk menghentikan proses perhitungan suara. Tim kampanyenya mengklaim bahwa seorang pengamat dari Partai Republik menyaksikan 53 kertas suara ditambahkan secara ilegal pada tumpukan kertas suara di Chatham County.

Siapa yang menentukan capres mana yang memenangi sebuah negara bagian?

Hasil resmi pemilihan umum AS tidak langsung keluar dalam jangka beberapa hari atau bahkan pekan. Dengan demikian, media secara cepat membuat prediksi, atau proyeksi, pemenang di setiap negara bagian. Sejumlah tim yang terdiri dari pakar dan ahli statistik menganalisa gabungan informasi, seperti data exit poll (wawancara terhadap pemilih di tempat pemungutan suara dan menelepon pemilih yang telah memberikan suara sebelum 3 November) serta data perhitungan suara.

Di negara yang selalu memilih satu partai tertentu, hasilnya kadang diproyeksikan begitu pemungutan suara berakhir, berdasarkan exit poll. Akan tetapi, dalam persaingan ketat, data lebih banyak diambil dari perhitungan suara di lapangan. Data dari lembaga survei Edison Research yang melakukan exit poll di lapangan serta bekerja sama dengan jaringan media AS, yakni ABC, CBS, CNN, danNBC. Pemungutan suara awal atau early voting membuat perhitungan menjadi rumit sehingga tidak ada lomba tercepat mengeluarkan hasil. Jika BBC dan para mitranya meyakini tidak cukup data untuk memproyeksikan pemenang, maka tidak akan diumumkan meski media lain melakukannya.

Apakah pemilihan umum ini hanya memilih presiden?

Semua perhatian memang tertuju pada persaingan Trump dan Biden, namun para pemilih juga menentukan anggota baru Kongres saat mengisi kertas suara. Kubu Demokrat telah menguasai majelis rendah parlemen atau DPR, sehingga mereka bertekad mempertahankan hal tersebut sekaligus mengincar kendali Senat. Jika Demokrat punya kursi mayoritas di DPR dan Senat, partai berlambang keledai itu akan mampu memblokir atau menunda rencana Trump jika dia kembali terpilih sebagai presiden. Sebanyak 435 kursi di DPR AS diperebutkan pada pemilihan tahun ini, sedangkan di Senat terdapat 33 kursi yang dipertarungkan.

Hasil Pemilu akan ditentukan di pengadilan?

Kandidat partai Demokrat Joe Biden tampak sedang dalam jalur menuju kemenangan di pemilu Amerika Serikat namun lawannya dari partai Republik, Presiden Donald Trump, menantang penghitungan suara di empat negara bagian kunci. Jadi apa yang akan terjadi? Tim kampanye Trump telah mengklaim, tanpa bukti, adanya kecurangan dalam pemilihan presiden dan ingin menghentikan penghitungan suara di Pennsylvania, Wisconsin, Georgia, dan Michigan.

Bukankah seharusnya kita sudah tahu hasilnya sekarang?

Iya dan tidak. Biasanya, ketika data menunjukkan bahwa seorang kandidat unggul dan tidak bisa dikejar lagi, jaringan-jaringan berita besar di AS menyatakan kandidat tersebut sebagai pemenang. Ini biasanya terjadi pada waktu dini hari setelah hari pemungutan suara,

Hasil ini bukanlah resmi dan final, melainkan proyeksi. Perhitungan resmi dan finalnya selalu butuh waktu berhari-hari. Akan tetapi tahun ini - di tengah pandemi virus corona - ada sangat banyak orang yang memilih dengan mengirimkan surat suara melalui pos, yang berarti penghitungan suara perlu waktu lebih lama, apalagi dengan beberapa negara bagian kunci tidak mengizinkan penghitungan suara sebelum hari pemilihan.

Jadi mereka harus menghitung semuanya pada hari pemilihan Selasa (03/11) lalu, dan menghitung surat suara yang dikirim lewat pos bisa makan waktu lebih lama daripada suara dari pencoblosan langsung karena adanya persyaratan verifikasi. Jika perolehan suara berbeda tipis, dan tidak ada kandidat yang mengakui kekalahan, biasanya penghitungan terus dilakukan, kata Matthew Weil, direktur proyek pemilu di Bipartisan Policy Research Center.

Berbagai halangan telah muncul sebelum hari pemilihan

Pemilihan presiden kali ini memang telah diramaikan dengan gugatan hukum. Sebelum hari pemilihan pada Selasa (03/11), sudah ada lebih dari 300 perkara hukum di 44 negara bagian terkait pemungutan suara lewat pos dan pencoblosan lebih awal. Perkara ini berpusat pada berbagai isu seperti tenggat untuk mengirim dan menerima surat suara, syarat tanda tangan saksi mata, dan amplop yang digunakan untuk mengirimkannya.

Negara bagian yang dikuasai Republik mengatakan pembatasan itu penting utuk mencegah kecurangan dalam pemilihan. Namun Demokrat berkata ini merupakan pembatasan itu adalah upaya untuk mencegah masyarakat menggunakan hak-hak sipil mereka.

Apa saja tantangan yang diajukan Trump?

Wisconsin

Tim kampanye sang presiden berkata mereka telah meminta penghitungan ulang di Wisconsin" "berdasarkan ketidaknormalan yang terlihat" pada hari Selasa (03/11). Namun tidak jelas kapan penghitungan ulang ini akan dilakukan, karena biasanya ini tidak terjadi sampai setelah pihak berwenang di negara bagian selesai menghitung surat suara. Tenggat negara bagian untuk bagian proses ini adalah 17 November.

Profesor Sekolah Hukum Universitas Columbia Richard Briffault mengatakan pada 2016 juga ada penghitungan ulang di Wisconsin, dan itu "mengubah sekitar seratus suara". "Penghitungan ulang bukanlah cara untuk menantang legalitas suara," jelasnya. "Ini hanya cara untuk memastikan bahwa perhitungannya benar."

Michigan

Trump memenangkan negara bagian ini pada 2016 dengan selisih terkecil - sedikit di atas 10.700 suara. Pada 4 November, tim kampanyenya mengajukan gugatan hukum untuk menghentikan penghitungan di sana, meskipun 96% suara telah dihitung secara tidak resmi oleh panitia pemilihan lokal. Ribuan suara masih belum dihitung dan banyak yang berasal dari wilayah yang secara historis mendukung Demokrat, namun media AS dan BBC telah memproyeksikan kemenangan untuk Biden.

Pennsylvania

Tantangan di sini bertumpu pada keputusan negara bagian untuk menghitung surat suara yang bercap pos Hari Pemilu namun tiba terlambat sampai tiga hari. Partai Republik sedang berusaha mengajukan banding. Matthew Weil, direktur proyek pemilu di Bipartisan Policy Research Center, mengatakan ia paling khawatir dengan perselisihan di sini karena pengadilan tertinggi AS menemui jalan buntu dalam perkara ini sebelum hari pemilihan - dan sebelum hakim konservatif Amy Coney Barrett bergabung.

"Mereka (Mahkamah Agung) memang mengindikasikan dalam perbedaan pendapat bahwa mereka akan tertarik untuk menerimanya (surat suara) setelah itu (hari pemilihan). Jadi saya pikir ada risiko sebagian dari surat suara yang diberikan [lewat pos] pada hari pemilihan dan tidak diterima sampai hari Jumat bisa dianggap tidak sah. Menurut saya itu bukan hasil yang benar, tetapi dimungkinkan secara hukum. "

Akan tetapi Weil menambahkan bahwa selisih perolehan suara harus "sangat, sangat tipis untuk itu". Ia menekankan bahwa panitia di negara bagian telah mengirimkan pesan menjelang hari pemilihan yang meminta para pemilih absensi (absentee voter) untuk menyerahkan surat suara mereka secara lansung ke tempat pemungutan suara daripada mengirimnya lewat pos. "Jadi tebakan saya adalah bahwa tidak akan banyak surat suara yang bisa dibuang, jika itu yang terjadi."

Prof. Briffault juga menekankan bahwa surat suara yang datang terlambat dihitung secara terpisah, dan mengatakan jika Biden bisa unggul tanpa suara-suara tersebut, ia tidak melihat ada basis untuk gugatan hukum. Namun kampanye Trump telah mengklaim kemenangan di negara bagian ini meskipun ada lebih dari satu juta suara yang belum dihitung. Belum ada jaringan berita besar AS yang memproyeksikan pemenangnya.

Georgia

Partai Republik dan tim kampanye Trump telah mengajukan gugatan di Chatham County, Georgia untuk menghentikan penghitungan. Mereka menuduh ada masalah dengan pemrosesan surat suara bagi pemilih absensi (absentee ballot). Ketua Partai Republik di Georgia David Shafer mengatakan dalam sebuah twit bahwa sejumlah saksi mata dari partai melihat seorang perempuan "mencampur lebih dari 50 surat suara ke dalam tumpukan surat suara absensi yang tak terhitung jumlahnya". Mereka telah meminta hakim untuk menjelaskan surat suara di negara bagian itu yang diterima setelah pemungutan suara ditutup pada Hari Pemilihan.

Dapatkah perkara ini mencapai Mahkamah Agung?

Pada hari Rabu (04/11) dini hari, Trump juga mengklaim adanya kecurangan pemilu tanpa bukti, dan menambahkan: "Kami akan ajukan ke Mahkamah Agung AS - kami ingin semua pemungutan suara dihentikan." Pemungutan suara telah dihentikan - semua TPS ditutup pada Hari Pemilihan, meskipun ada pertanyaan tentang surat suara yang datang terlambat, seperti di Pennsylvania.

Weil mengatakan: "Mahkamah Agung tidak memiliki kekuatan khusus untuk menghentikan proses penghitungan yang legal." Prof. Briffault juga mengatakan bahwa tim kampanye dapat mempersengketakan selisih suara yang ketat di negara bagian penting, akan tetapi "mereka tetap harus memiliki [argumen] yang dapat digunakan untuk mengangkat masalah konstitusional" agar dapat mencapai Mahkamah Agung. "Tidak ada proses standar untuk membawa sengketa pemilu ke Mahkamah Agung. Ini sangat tidak biasa dan harus melibatkan perkara yang sangat signifikan."

Jika hasil pemilu ditantang, diperlukan tim hukum untuk menggugat hasil tersebut di pengadilan negara bagian. Hakim negara bagian kemudian perlu mengabulkan tantangan tersebut dan memerintahkan penghitungan ulang, baru kemudian para hakim di Mahkamah Agung dapat diminta untuk membatalkan putusan. Di beberapa tempat, penghitungan ulang secara otomatis dilakukan jika marginnya cukup dekat - misalnya di Florida ketika pemilihan presiden tahun 2000 antara George W. Bush dan Al Gore.

Berapa lama ini akan berlangsung?

Karena ini adalah pemilihan presiden, ada beberapa tenggat waktu penting supaya masalahnya tidak berlarut-larut:

  • Negara-negara bagian diberi waktu sekitar lima pekan dari 3 November untuk menentukan kandidat yang memenangkan pemilihan di tempat mereka. Tahun ini, tenggatnya 8 Desember.
  • Jika negara-negara bagian belum memastikan elektor mereka pada tanggal ini - ingat, presiden dipilih oleh electoral college bukan suara populer - Kongres bisa memutuskan bahwa elektor mereka tidak akan masuk dalam penghitungan final.
  • Pada 14 Desember, para elektor bertemu di negara bagian mereka masing-masing untuk memberikan suara.
  • Jika masih belum punya pemenang mayoritas setelah 6 Januari, maka Kongres menentukan hasilnya dalam apa yang disebut pemilihan kontingen.
  • DPR akan memilih presiden sedangkan senat memilih wakilnya. Iya, ini berarti presiden dan wakil presiden dari partai berbeda, tapi jangan dulu berharap pada Biden-Pence.
  • Setiap delegasi negara bagian di DPR mendapat satu suara. Siapapun yang memenangkan 26 delegasi akan menjadi presiden AS yang baru.

Namun Weil menekankan bahwa "harus ada begitu banyak hal yang salah untuk mencapai situasi ketika DPR dan Senat benar-benar memutuskan siapa yang menjadi presiden". Salah satu poin penting adalah selisih perolehan suara harus sangat, sangat tipis.

Mengapa negara bagian bisa tidak menyatakan pemenang?

Bagaimana jika negara bagian itu sendiri tidak bisa sepakat tentang siapa yang menang di sana? Anda bisa membayangkan ini terjadi jika satu partai mengklaim bahwa penghitungan suara final tidak akurat atau dicurangi. Negara bagian kunci North Carolina, Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin saat ini memiliki pemerintahan yang terbelah - gubernur Demokrat namun badan legislatif yang mayoritas Republik.

Dalam pemilihan yang disengketakan, para anggota parlemen secara teori bisa mengajukan elektor mereka sendiri ke Kongres, terpisah dari gubernur. Kongres kemudian akan menentukan suara mana yang akan dihitung - yang diajukan badan legislatif atau gubernur. Jika DPR dan Senat keduanya sepakat, tidak ada masalah. Jika tidak, kita tidak tahu apa yang akan terjadi, meskipun beberapa pakar mengatakan hukum federal berpihak pada gubernur.

Tenggat paling akhir

Apapun yang terjadi, Konstitusi AS mengatakan periode kepresidenan baru harus dimulai pada 20 Januari. "Pada tengah hari, kita harus melantik seseorang sebagai presiden. Jika belum ada hasil [pemilu], maka kita menjalankan rencana suksesi," kata Weil.

Weil menyinggung bahwa skenario lain ketika DPR belum sepakat tentang siapa presidennya, namun Senat telah mengukuhkan pilihan wakil presiden. Jika DPR tidak bisa menyelesaikannya pada Hari Pelantikan, wakil presiden yang dipilih Senat diangkat menjadi presiden. Jika tidak ada wakil presiden - Ketua DPR (saat ini Nancy Pelosi dari partai Demokrat). (*)

Tags : Joe Biden Raih Kemajuan, Biden Raih Suara Terbanyak, Pemilu AS, Donald Trump Mengajukan Gugatan,