INDRAGIRI HULU - Manggala Agni Daerah Operasi Rengat mencatat luasan kebakaran hutan dan lahan di Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau sudah mencapai 434,35 haktare.
Kepala Manggala Agni Daops Rengat Muhammad Sodik mengatakan angka tersebut berdasarkan hasil hitung luas dengan metode Penafsiran Citra Satelit dengan sumber Sentinel 2. Jumlah ini meningkat drastis dari awal terdeteksi yang hanya sekitar 50 ha.
"Pada hari ke-16 ini luas dipadamkan 2 ha, total dipadamkan lebih kurang 45 Ha. Luasan terbakar 434,35 ha," katanya dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Selasa.
Kebakaran tersebut terjadi di tanah gambut dengan vegetasi semak dan sawit. Kepala api sudah terkendali namun belum padam total dan masih ada asap tipis dan bara tersebar di hutan.
Menurutnya kebakaran di sisi barat dan utara sudah terkendali, sedangkan timur dan selatan belum terkondisikan. Pasalnya pemadaman hari ini difokuskan memadamkan kepala api di sisi utara dan barat.
Untuk pembersihan sisa bara lanjutnya difokuskan di posisi bawah akar tanaman yang masih menyimpan api di lantai hutan. Hal ini dilakukan untuk menekan potensi penyalaan kembali.
"Kendala di lapangan vegetasi padat, jangkauan posisi serang berada di bawah batang pohon cukup jauh dari posisi sumber air sekitar 300–500 meter," ungkapnya.
Selain Manggala Agni, turut melaksanakan pemadaman yakni TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Inhu.
Sementara itu Pelaksanaan dilakukan dengan pompa pemadam sebanyak 4 unit ditambah peralatan pendukung selang hisap, selang penyalur, Y Connector dan Nozzle.
Sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Guntung, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, tak kunjung padam.
Tim gabungan berupaya sekuat tenaga memutus penjalaran api meski menghadapi berbagai tantangan.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengatakan kendala yang dihadapi di lapangan ialah asap tebal.
"Lahan yang terbakar ini gambut sehingga menghasilkan asap yang banyak. Kami cukup kewalahan menghadapi asap tebal," ungkap Ilham, Selasa (11/8/2026).
Kendala lainnya, sebut Ilham, akses masuk untuk mencapai titik api sulit dilalui. Petugas juga harus berjalan kaki sejauh 1 kilometer sambil memikul peralatan pemadam.
Selain itu, sumber air sudah mulai menipis.
"Sumber air sudah mulai menipis. Tapi, untungnya ada alat berat ekskavator yang buat embung air," sebut Ilham.
Pemadaman titik api melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, BBKSDA, dan pihak perusahaan. Kemudian, dua unit helikopter water bombing membantu penyiraman dari udara.
"Alhamdulillah, hari ini sudah sekitar 13,9 hektar yang berhasil kami padamkan," sebut Ilham.
Sebagaimana diberitakan, karhutla terjadi di Desa Sungai Guntung, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu, Riau.
Kondisi kebakaran gambut itu cukup luas. Perkiraan sementara, luas lahan gambut yang terbakar sudah mencapai 50 hektar.
Proses pemadaman titik api sudah berlangsung sejak sepekan terakhir, yang dilakukan tim Satgas Karhutla Inhu.
Selain dari darat, pemadaman api juga menggunakan helikopter water bombing. Petugas berupaya memutus penjalaran api agar kebakaran tidak semakin meluas. (*)
Tags : asap tebal Akses sulit Karhutla Inhu Riau Pemadaman kebakaran gambut,