Nasional   2026/09/02 10:42 WIB

Malaysia Bersiap Hadapi Memburuknya Kabut Asap, 'yang Sudah Menyusahkan Semua Orang'

Malaysia Bersiap Hadapi Memburuknya Kabut Asap, 'yang Sudah Menyusahkan Semua Orang'
Kantor Perdana Menteri di Putrajaya terlihat di tengah kabut asap tebal yang melanda sejumlah wilayah Malaysia pada 27 Agustus 2026.

INTERNASIONAL - Letak geografis Malaysia membuat negara itu berada tepat di jalur asap kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatra. Kualitas udara di Sarawak dan Lembah Klang bahkan telah mencapai "tidak sehat".

Bagi warga Malaysia Shobana Sritharan, memeriksa Indeks Pencemaran Udara (Air Pollutant Index/API) setiap beberapa jam selama dua pekan terakhir telah menjadi rutinitas.

Saat gelombang baru kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah Lembah Klang tempat mereka tinggal, ia dan putranya yang berusia 12 tahun jatuh sakit pekan ini dengan gejala mirip flu, termasuk sakit tenggorokan dan batuk.

Setelah putranya demam usai mengikuti kegiatan luar ruangan di sekolah, Shobana kini memilih sebisa mungkin tetap berada di dalam ruangan sambil memantau kondisi yang berubah dari jam ke jam.

Namun, karena menggunakan transportasi umum untuk pergi bekerja, ia tetap harus berjalan kaki dari stasiun ke kantornya di Kuala Lumpur setiap hari.

“Kami sudah terbiasa karena (kabut asap) terjadi setiap tahun, tetapi tetap saja ini sangat menyusahkan semua orang,” kata perempuan berusia 41 tahun yang bekerja sebagai konselor siswa di sebuah pusat pembelajaran.

Banyak warga Malaysia lainnya merasakan kekesalan yang sama dengan Shobana karena kabut asap lintas batas akibat pembakaran lahan musiman dan kebakaran pertanian di Indonesia menyebar ke kawasan tersebut.

Malaysia termasuk negara yang paling terdampak di Asia Tenggara karena posisi geografisnya dekat dengan titik-titik kebakaran di Sumatra dan Kalimantan. Sejumlah wilayah di Sarawak dan Lembah Klang yang berada tepat di jalur asap mencatat tingkat pencemaran udara di atas kategori tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.

Pada Jumat, angka API di tiga wilayah di Sarawak dan Lembah Klang melampaui 150, yang masuk kategori tidak sehat.

Pekan lalu, angkanya di beberapa wilayah Sarawak menembus 200, yang masuk kategori “sangat tidak sehat”, sehingga sekolah-sekolah terpaksa ditutup sementara.

Juru bicara pemerintah Fahmi Fadzil juga mengatakan, Malaysia tengah mempertimbangkan apakah akan mengubah skala atau lokasi perayaan utama Peringatan Hari Kemerdekaan pada 31 Agustus akibat kondisi kabut asap. Sejumlah kementerian telah mengkaji proyeksi cuaca dan membahas kemungkinan langkah-langkah keselamatan.

Ia mengatakan, perayaan tidak akan dibatalkan, tetapi beberapa acara dapat dipindahkan ke dalam ruangan, dan penyelenggaraan perayaan di dalam ruangan juga telah direkomendasikan.

“Ini juga untuk melindungi 1.500 siswa sekolah menengah dari tiga negara bagian yang berpartisipasi dalam pertunjukan formasi manusia,” tambah Fahmi. (*)

Tags : karhutla, Malaysia, Memburuknya Kabut Asap, Kabut Asap Menyusahkan Semua Orang,