Linkungan   2026/06/06 13:38 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Berpotensi Terus Meluas Hingga Sudah Melalap 90 Hektare

Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Berpotensi Terus Meluas Hingga Sudah Melalap 90 Hektare
Pusat kebakaran hutan dan lahan terjadi di beberapa titik di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur dan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

LINGKUNGAN - Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, dilaporkan "makin meluas" sampai sekitar 60 hingga 90 hektare.

Cuaca panas ekstrem dan angin kencang memicu api cepat menyebar.

Kabut asap juga menyelimuti pemukiman warga di sekitar lokasi kebakaran.

Otoritas terkait di Aceh menyebut pusat kebakaran hutan dan lahan itu berada di Desa Kayee Unoe, Kecamatan Darul Makmur dan Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Laporan-laporan menyebut api mulai membakar lahan di kawasan itu sejak Kamis (29/05).

Sejumlah media menyebut kebakaran di wilayah itu meluas hingga 90 hektare.

Namun menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, kebakaran itu meluas hingga 60 hektare.

Kepala BPBD Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Irfanda Rinaldi, pada Kamis (04/06), mengatakan "api berpotensi terus meluas".

Hingga Kamis, BPBD mengklaim sudah memadamkan "sekitar 40 hektare", seperti dilaporkan Kantor berita Antara.

Mereka mengaku sudah mengerahkan dua unit mesin pompa air portable ke titik-titik api yang sulit dijangkau.

Kendala yang dihadap tim pemadam, demikian Irfanda, adalah "cuaca panas yang ekstrem disertai angin kencang".

Hal ini membuat kobaran api cepat menyebar.

Irfanda tidak memungkiri "sangat terbatasnya" sumber air untuk tim pemadam sebagai tantangan lainnya.

"Tim gabungan ini terus berjibaku di lokasi demi menyekat pergerakan api agar tidak mendekati permukiman warga," ungkapnya. Tim pemadam juga melibatkan anggota TNI dan polisi.

Wartawan foto kantor berita Antara, Syifa Yulinnas, pada Kamis (04/06) juga melaporkan kebakaran hutan dan lahan ini telah memunculkan "kabut asap tebal ke kawasan permukiman penduduk".

Syifa menyebut, kabut asap itu mulai muncul di sejumlah titik pemukiman di Kecamatan Darul Makmur dan Kecamatan Tripa Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

BPBD Nagan Raya telah mengimbau kepada warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Mereka beralasan, kondisi kering seperti sekarang "sangat rawan" memicu bencana kebakaran yang lebih luas.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Aceh.

Ini seiring "kondisi cuaca yang panas dan disertai angin kencang".

BNPB menyebut, cuaca panas dan angin kencang menjadi pemicu utama percepatan penyebaran api.

"Terutama pada wilayah dengan vegetasi kering dan mudah terbakar," kata BNPB.

Pada Selasa (02/06), Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, berkata api di sejumlah titik di Aceh belum sepenuhnya berhasil dipadamkan dan masih dalam proses penanganan. 

"Hasil pemantauan visual, api belum berhasil dipadamkan dan masih dalam penanganan. Diperkirakan api masih bisa meluas mengingat kondisi cuaca saat ini panas dan angin kencang," jelasnya, Selasa (02/06), dikutip dari Antara.

Direktorat Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat eskalasi titik api terbesar saat ini terkonsentrasi di Kabupaten Nagan Raya.

Seperti dilaporkan Kompas.com, kebakaran hutan dan lahan itu, antara lain, terjadi di Gampong Kayee Uneo, Kecamatan Darul Makmur, serta Gampong Babah Lueng, Kecamatan Tripa Makmur.

Selain di Nagan Raya, kebakaran dilaporkan juga terjadi di beberapa kabupaten lain di Aceh dalam waktu yang hampir bersamaan.

Dilaporkan Antara, Selasa (02/06), kebakaran hutan dan lahan terjadi di Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Aceh Selatan, serta Kabupaten Aceh Barat Daya.

Seperti yang dialami tim pemadam di Kabupaten Nagan Raya, upaya pemadaman di beberapa kabupaten di Aceh juga terkendala cuaca panas dan angin kecnang.

Karakteristik lahan disebut pula sebagai tantangan lainnya. Di lokasi kebakaran, misalnya, ditemukan ada lapisan tanah yang menyimpan bara yang memperlambat proses pemadaman. 

Laporan Antara menyebut, kondisi ini menuntut tim pemadam tidak hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan secara menyeluruh agar tidak terjadi kebakaran susulan.

Dari Aceh dilaporkan, polisi mengaku akan mengusut dugaan unsur kesengajaan di balik kasus-kasus kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengatakan pihaknya sedang "memburu terduga pelaku pembakaran" di beberapa wilayah.

Polda Aceh mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. (*)

Tags : kebakaran hutan dan lahan, karhutla, aceh, karhutla meluas, perubahan iklim, alam, hutan, lingkungan,