Artikel   2026/10/07 15:11 WIB

Kelezatan Hawa Nafsu yang Bersarang di dalam Hati Merupakan Penyakit

Kelezatan Hawa Nafsu yang Bersarang di dalam Hati Merupakan Penyakit

HAWA NAFSU yang dibiarkan bersarang dan menguasai hati dapat menjadi penghalang seseorang dalam meraih hidayah Allah SWT.

Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menggambarkan kelezatan hawa nafsu yang bersarang di dalam hati sebagai penyakit berbahaya yang perlahan dapat menutupi cahaya hati.

"Kelezatan hawa nafsu yang bersarang di dalam hati merupakan penyakit yang sangat berbahaya." (Syekh Ibnu Athaillah, Al-Hikam)

Penyusun dan Penerjemah Al-Hikam, D A Pakih Sati Lc menjelaskan maksud Syekh Athaillah mengenai nafsu yang bersarang di dalam hati bagai penyakit berbahaya.

Menurutnya, jangan sampai hati anda dipenuhi oleh hawa nafsu. Jangan sampai hawa nafsu menguasai dan selalu memerintahkan anda melakukan maksiat.

Jika keadaan ini dibiarkan begitu saja maka akan menutupi cahaya hati anda. Sehingga, anda buta dan tidak mampu lagi menggapai hidayah Allah SWT.

Nafsu itu ibarat benalu, yang kalau dibiarkan hidup di suatu pohon maka akan merusak dan membuat pohon tersebut tidak mampu hidup lagi. Apakah anda ingin hidup

dalam kesesatan dan kemaksiatan? Sehingga kamu hanya mendapatkan kesengsaraan dalam hidup ini.

Tentu tidak ada seorang Muslim pun yang menginginkan hidup sengsara.

Jadi, bersihkan hati anda dari kuasa nafsu sehingga tidak menjadi sarang segala bentuk keburukan, seperti dendam, dengki, fitnah, dan lain sebagainya.

Jangan biarkan hati berkarat. Jika karat hati masih sedikit, mungkin mudah dibersihkan. Namun jika karat tersebut sudah lama, anda akan sangat kesulitan membersihkannya.

"Tidak ada yang bisa mengeluarkan syahwat dari hati, kecuali rasa takut yang menggetarkan dan rasa rindu yang merisaukan." (Syekh Ibnu Athaillah, Al-Hikam)

Hati yang dipenuhi oleh nafsu syahwat akan selalu mendorong pemiliknya untuk melakukan berbagai maksiat dan kejahatan.

Nafsu tersebut hanya bisa diusir dengan rasa takut yang luar bisa kepada Allah SWT.

Kamu harus merasa takut ter­hadap ancaman Allah SWT dan neraka-Nya.

Ingatkan selalu diri anda bahwa jika anda melakukan kemaksiatan dan tidak segera bertaubat kepada-Nya dengan sebenar-benarnya, maka segala kenikmatan yang anda dapatkan di dunia ini akan dicabut dengan segera, dan api neraka yang menyala-nyala siap membakar anda. 

Tags : maksiat, taubat, islam, syukur, nafsu, hawa nafsu ,