Pekanbaru   2026/09/16 11:37 WIB

Kondisi Kabut Asap Makin Tebal dan Udara Makin Buruk dan Ganggu Jarak Pandang

Kondisi Kabut Asap Makin Tebal dan Udara Makin Buruk dan Ganggu Jarak Pandang

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terpantau pada Selasa (15/9/2026) siang semakin tebal dan menganggu jarak pandang.

Memburuknya kualitas udara saat ini dikhawatirkan akan berdampak besar bagi kesehatan masyarakat dan anak-anak yang saat ini masih melakukan pembelajaran di sekolah.

Bahkan cukup disayangkan, meski kegiatan sekolah dilakukan secara terbatas dan dipulangkan lebih awal, dilapangan masih banyak anak-anak tingkat sekolah SD dan SMP di Pekanbaru yang terpantau tidak menggunakan masker saat jam pulang sekolah.

"Untuk di Kartama ini ada dua sekolah ada SD dan SMP dan sepanjang saya lewat tadi masih minim anak-anak ang menggunakan masker saat jam pulang sekolah. Padahal kalau dilihat saat ini kabut asap makin tebal dan tentunya sangat tidak baik untuk kesehatan," ungkap Dahrul Rangkuti, Aktivis Eka Nusa, Rabu. 

Menurut Dahrul, kondisi kabut asap akan semakin tebal saat siang hingga menjelang sore dan malam hari. 

"Kalau kemaren itu makin sore makin tebal asapnya. Saya khawatir jika kondisi kabut asap dan kualitas udara makin memburuk ada banyak orang yang terdampak dan terkena ISPA," ungkap Dahrul. 

Untuk aktivitas pendidikan di Kota Pekanbaru, Risma berharap sebaiknya dilakukan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Memang kalau lebih optimalnya pembelajaran dilakukan secara langsung tatap muka, tetapi dengan kondisi yang ada saat ini memang sebaiknya PJJ aja, walau kita juga harus ikut kerja ekstra melakukan pengawasan pembelajaran dirumah dan memastikan anak-anak tidak malah keluyuran diluar rumah," sebutnya.

Kondisi udara di sejumlah wilayah Provinsi Riau diprakirakan masih kabur pada Rabu 16 September 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyebut kondisi tersebut berpotensi dipengaruhi asap yang dapat mengurangi jarak pandang.

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, kondisi udara kabur berpotensi terjadi sejak pagi hingga dini hari.

"Pagi hingga siang berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang," kata Putri Santy.

Memasuki sore hingga malam hari, kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Namun, potensi udara kabur akibat asap masih tetap ada.

Meski kondisi udara berpotensi kabur akibat asap, BMKG tidak mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Riau pada hari tersebut.

Untuk kondisi suhu, BMKG memperkirakan suhu udara berada pada kisaran 23,0 hingga 34,0 derajat Celsius. Sementara kelembapan udara berkisar antara 50 hingga 97 persen.

Angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10 hingga 40 kilometer per jam.

Sementara itu, kondisi perairan Riau diprakirakan relatif aman dengan tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. (rp.elf/*)

Tags : kondisi udara, kondisi cuaca, pekanbaru, kabut asap, kabut asap selimuti kota pekanbaru, kabut asap makin teba, udara buruk dan kabur, udara di pekanbaru ganggu jarak pandang,