Headline Agama   2023/08/23 14:17 WIB

Masjid Koutoubia di Kota Marrakesh Tempat Sejarah Islam di Afrika Utara, 'yang Banyak Memiliki Situs Penting Diakui UNESCO'

Masjid Koutoubia di Kota Marrakesh Tempat Sejarah Islam di Afrika Utara, 'yang Banyak Memiliki Situs Penting Diakui UNESCO'
Masjid Koutoubia Afrika Utara

AGAMA - Sejarah Maroko dimulai dari Kekaisaran Romawi hingga saat ini. Pada zaman Romawi, wilayah Maroko merupakan bagian dari provinsi Romawi Mauretania Tingitana.

Kota Marrakesh, Maroko, memiliki banyak situs bersejarah.

Selama periode ini, Maroko menjadi pemukiman Romawi yang penting dan banyak peninggalan dari periode ini yang masih bertahan. 

Maroko kemudian berada di bawah pengaruh bangsa Berber dan menjadi negara Muslim seiring dengan penyebaran Islam.

Salah satu kota di negara tersebut, Marrakesh, menempati posisi pertama di antara tempat-tempat wisata di Maroko. Kota yang merupakan ibu kota pertama negara ini terletak di dasar Pegunungan Atlas.

Tidak hanya itu, kota ini juga membentuk titik persilangan antara Atlantik dan Maroko. Disebut Marrakech, ia juga dikenal sebagai "Kota Merah".

Salah satu bangunan paling ikonik Maroko, Ksar of Ait-Ben-Haddou, yang terletak di selatan negara itu. Situs Warisan Dunia UNESCO di kota tua ini terkenal dengan struktur batu pasirnya yang mengesankan.

Dilansir di Daily Sabah, Selasa (22/8/2023), Kota Marrakesh memiliki pasar perdagangan besar tradisional di Maroko. Bahkan, wilayah tersebut juga menjadi salah satu yang paling aktif di Afrika dan dunia.

Marrakesh adalah salah satu kota wisata paling populer di negara ini, sekaligus rumah bagi tempat-tempat wisata utama, seperti bazaar bersejarahnya yang menarik, Istana Bahia, Masjid Koutoubia, serta Alun-Alun Jemaa el-Fnaa yang terkenal. Selain itu, Marrakesh juga terkenal dengan tamannya yang mengesankan dan arsitekturnya yang unik.

Di bawah ini kita bahas lima lokasi penting dan bersejarah yang bisa dikunjungi oleh pelancong, utamanya umat Muslim.

1. Jemaa el-Fnaa

Jemaa el-Fnaa adalah alun-alun dan bazaar di Marrakesh. Lokasi ini menjadi alun-alun utama Marrakesh dan dimanfaatkan oleh penduduk dan turis. Sejarah alun-alun dan asal usul namanya hingga saat ini tidak diketahui 

Bazar besar dengan tempat makan jalanan hadir di alun-alun setiap malam. Pemain sulap, pendongeng yang menceritakan legenda dan dongeng Berber, penabuh genderang, musisi Gnava, serta pawang ular berkumpul di sekitarnya. 

Pertunjukan oleh berbagai pengamen jalanan biasanya berlangsung hingga tengah malam dan sangat digemari wisatawan. 

Pada 2001, alun-alun tersebut dan seluruh pusat sejarah Marrakesh dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia UNESCO. 

"Wilayah budaya" alun-alun itu dinyatakan sebagai mahakarya warisan kemanusiaan lisan dan takbenda pada 2008 dan dimasukkan dalam daftar.

Baca juga: Ketika Berada di Bumi, Apakah Hawa Sudah Berhijab? Ini Penjelasan Pakar

2. Istana Bahia

Istana Bahia adalah bangunan yang berasal dari pertengahan hingga akhir abad ke-19. Hari ini, istana itu menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak dikunjungi di Maroko. 

Terkadang bangunan bersejarah ini masih digunakan Raja Maroko untuk menerima pejabat pemerintah asing, atau menjadi tuan rumah acara. Saat ini, istana itu adalah monumen sejarah dan objek wisata kota yang terkenal.  

3. Istana El Badi

Dihiasi dengan bahan-bahan yang diimpor dari banyak negara, seperti Italia hingga Türkiye, Istana El Badi digunakan untuk resepsi dan dirancang untuk memamerkan kekayaan dan kekuasaan sultan. Kehadirannya merupakan bagian dari kompleks istana Saadian yang lebih besar, yang terletak di distrik Kasbah Marrakesh. 

Setelah 1603 M, istana ini terbengkalai dan akhirnya runtuh. Bahan berharganya, terutama marmer, dilucuti dan digunakan kembali di bangunan lain di Maroko. 

Namun dewasa ini, bangunan tersebut merupakan daya tarik wisata utama di Marrakesh dan berfungsi sebagai ruang pameran. Yang tidak kalah penting, mimbar Masjid Koutoubia dipamerkan di sini. 

 4. Masjid Koutoubia

Koutoubia adalah masjid terbesar di Marrakesh. Nama masjid kerap diterjemahkan secara variatif, menjadi Jami' al-Kutubiyah, Masjid Kutubiya, Masjid Kutubiyyin dan Masjid Toko Buku. 

Tempat ibadah bagi umat Muslim ini terletak di barat daya kota di lingkungan Medina Marrakesh, dikelilingi oleh taman yang luas, dekat tempat umum Jemaa el-Fnaa yang terkenal. 

Bangunan tersebut dianggap sebagai contoh klasik dan penting dari arsitektur Almohad, sekaligus arsitektur masjid Maroko pada umumnya. 

Menara setinggi 77 meter itu dihiasi dengan berbagai motif lengkung geometris, dengan puncak menara dan bola logam di atasnya. Menara ini juga dianggap sebagai landmark dan simbol penting Marrakesh.

 5. Madrasah Ibnu Yusuf

Madrasah Ibnu Yusuf adalah universitas Islam di Marrakesh. Prasasti di pintu masuk universitas menampilkan kata-kata Almoravid Sultan Ali ibn Yusuf abad ke-12 yang berbunyi, "Siapa pun yang berjalan melalui pintu saya dapat melebihi harapan mereka!" 

Meski sekarang menjadi situs bersejarah, tetapi bangunan ini pernah menjadi perguruan tinggi Islam terbesar di Maghreb. Madrasah ini mendapatkan namanya dari Masjid Ibn Yusuf yang berdekatan, yang dibangun oleh sultan yang sama. 

Tempat itu menarik ribuan wisatawan setiap tahun dan tetap menjadi salah satu bangunan bersejarah terpenting di Marrakesh.  

Tags : marrakesh, kota bersejarah marrakesh, situs bersejarah marrakesh, marrakesh maroko islam, marrakesh islam, di marrakesh maroko,