Pekanbaru   2026/10/24 13:51 WIB

Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Tapi ada Peluang Diguyur Hujan

Kualitas Udara di Pekanbaru Masih Tidak Sehat, Tapi ada Peluang Diguyur Hujan

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM – Kualitas udara di Kota Pekanbaru masih menjadi perhatian di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Konsentrasi partikel halus PM2.5 di Pekanbaru tercatat mencapai 102,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada Jumat 23 Oktober 2026.

"Kualitas udara di Pekanbaru masih tidak sehat."

“Dengan kondisi asap yang masih tebal di wilayah Riau, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya pada kesehatan, terutama sistem pernapasan,” kata Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, Jumat (23/10).

Tingginya konsentrasi PM2.5 perlu diwaspadai karena partikel berukuran sangat kecil tersebut dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama jika masyarakat terpapar dalam waktu lama.

Di tengah kondisi tersebut, data pemantauan titik panas atau hotspot menunjukkan Sumatera masih menghadapi sebaran titik panas dalam jumlah besar.

Hingga Jumat 23 Oktober2026, total hotspot di wilayah Sumatera tercatat sebanyak 3.297 titik.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 2.332 titik. Berikutnya, Jambi tercatat 383 titik, Lampung 273 titik, Bangka Belitung 260 titik, Bengkulu 34 titik, Aceh dua titik, Kepulauan Riau dua titik, serta Riau sebanyak 11 titik.

Khusus di Provinsi Riau, sebaran hotspot terpantau di Kabupaten Bengkalis satu titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Siak dua titik, Kabupaten Indragiri Hilir enam titik, dan Kota Dumai satu titik.

Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kesehatan sistem pernapasan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Selain itu, warga disarankan membatasi kegiatan di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat,” imbaunya.

Masyarakat diharapkan tidak mengabaikan kondisi kualitas udara, khususnya anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Jika muncul keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi pada mata, masyarakat sebaiknya mengurangi paparan asap dan mencari bantuan medis apabila gejala memburuk.

Kondisi kualitas udara dan sebaran hotspot perlu terus dipantau untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan maupun aktivitas masyarakat di Riau. (rp.ind/*)

Tags : kualitas udara, kabut asap, karhutla, pekanbaru, kabut asap tidak sehat, pekanbaru berpeluang diguyur hujan,