PEKANBARU - Kualitas udara di Kota Pekanbaru yang berada dalam kategori tidak sehat menjadi perhatian serius.
"Kualitas udara memburuk di Pekanbaru."
"Kondisi tersebut dinilai masyarakat segera tingkatkan kewaspadaan terhadap risiko paparan udara tercemar," himbau Anggota DPRD Kota Pekanbaru, M. Sabarudi, ST, Selasa.
Hingga saat ini masih terlihat sejumlah warga beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker.
Bahkan, sejumlah pelajar yang melintas menggunakan sepeda motor di kawasan U-turn depan Star City, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, tampak tidak mengenakan pelindung pernapasan.
M. Sabarudi meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan masyarakat.
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah menggerakkan organisasi perangkat daerah (OPD) serta perusahaan-perusahaan besar di Pekanbaru untuk membagikan masker secara gratis kepada masyarakat.
“Meski langkah ini dinilai sederhana, tapi paling tidak bisa mencegah penyakit ISPA. Apalagi sekarang jumlah kasus ISPA di Kota Pekanbaru sudah tembus 376 sepanjang Agustus ini,” ujar Sabarudi.
DPRD Pekanbaru menilai pembagian masker dapat menjadi salah satu bentuk respons cepat pemerintah dalam menghadapi kondisi kualitas udara yang tidak sehat.
Selain itu, sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan masker juga perlu terus dilakukan agar masyarakat memahami risiko kesehatan akibat paparan udara tercemar.
“Pemerintah harus hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. Apalagi kualitas udara di Kota Pekanbaru sangat tidak sehat,” katanya.
Sabarudi juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan, terutama ketika kualitas udara terus memburuk.
Ia meminta masyarakat tidak mengabaikan imbauan untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.
“Kita minta penggunaan masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, jangan anggap sepele imbauan ini,” tegasnya.
Secara kelembagaan, DPRD Pekanbaru berharap pemerintah segera menyiapkan langkah antisipasi apabila kondisi kualitas udara semakin memburuk.
Menurut Sabarudi, perlindungan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas untuk mencegah meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan udara yang tidak sehat.
Ia juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penerapan pembelajaran dari rumah bagi siswa apabila kondisi kualitas udara terus memburuk dalam beberapa hari ke depan.
“Termasuk halnya untuk belajar bagi siswa-siswi di sekolah beberapa hari ke depan, kita minta belajar dari rumah saja,” pungkasnya. (rp.ind/*)
Tags : kualitas udara, asap pekat, karhutla, pekanbaru, kualitasudara memburuk, waspada risiko paparan udara tercemar, News Kota ,