Kesehatan   2026/08/19 13:2 WIB

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk Bisa Pengaruhi Kesehatan Bagi Lansia dan Balita

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk Bisa Pengaruhi Kesehatan Bagi Lansia dan Balita

PEKANBARU Memburuknya kualitas udara di Pekanbaru pada Selasa (18/8/2026) mulai berdampak pada aktivitas warga.

Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok rentan, untuk membatasi kegiatan di luar rumah guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Kadiskes Riau, Zulkifli mengatakan, lansia, balita, serta warga yang memiliki riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih ketika kondisi udara memburuk.

“Untuk kelompok rentan seperti lansia, balita dan masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah,” ucap Zulkifli, Selasa (18/8).

Menurut dia, paparan udara yang tercemar dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan kesehatan, terutama pada masyarakat yang memiliki kondisi tubuh lebih rentan.

Diskes Riau juga mengingatkan warga yang tetap harus beraktivitas di luar rumah agar menggunakan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan udara yang tidak sehat.

Selain penggunaan masker, masyarakat dianjurkan menjaga asupan cairan dengan memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi vitamin untuk membantu mempertahankan kondisi tubuh.

“Kalau memang harus keluar rumah, gunakan masker. Kemudian banyak minum air putih dan konsumsi vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh,” ujarnya.

Imbauan tersebut menjadi semakin penting bagi warga yang harus bepergian menggunakan sepeda motor atau melakukan aktivitas di ruang terbuka dalam kondisi udara yang mulai dipenuhi asap.

Zulkifli juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi udara di lingkungan tempat tinggal. Ketika asap semakin pekat, warga disarankan mengurangi bukaan rumah yang memungkinkan udara dari luar masuk secara langsung.

“Kalau asap semakin pekat, ventilasi rumah sebaiknya diminimalisir agar asap dari luar tidak banyak masuk,” katanya.

Langkah tersebut dapat dilakukan terutama ketika kondisi udara di luar rumah terlihat berkabut atau aroma asap mulai terasa kuat.

Kondisi udara yang memburuk juga dirasakan langsung oleh warga. Alimudin Hakim, warga Panam, Pekanbaru, mengatakan kabut asap sudah terlihat ketika dirinya berangkat bekerja menuju Bangkinang, Kabupaten Kampar, pada Selasa pagi.

Menurut Alimudin, asap terasa sepanjang perjalanan. Selain jarak pandang yang menurun, aroma asap juga cukup menyengat.

“Pagi tadi waktu berangkat kerja ke Bangkinang kabut asap sudah terasa. Jarak pandang juga terbatas dan bau asap cukup menyengat,” tutur Alimudin.

Paparan asap tersebut bahkan membuatnya mengalami keluhan pada mata dan pernapasan.

“Mata terasa perih dan napas juga terasa agak sesak,” ujarnya.

Alimudin mengaku tidak mengenakan masker ketika memulai perjalanan karena belum mengetahui kondisi udara sedang memburuk.

“Saya tidak pakai masker karena sebelumnya belum ada informasi kalau ada kabut asap. Pas sudah di jalan baru terasa,” pungkasnya. (prp.muf/*)

Tags : kualitas udara, udara tidak sehat, kesehatan lansia dan balita, kalitas udara di pekanbaru tidak sehat,