IBADAH KURBAN, bagi muslim merupakan perintah dari Allah Swt supaya sebagai hamba tidak melupakan nikmat yang telah banyak didapatkan dari kasih sayang Allah Swt.
Sesuai dengan Surat Al Kautsar, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Arifin menjelaskan, untuk menjaga rasa nikmat Allah Swt itu melalui salat dan berkurban.
“Kita diberi nikmat oleh Allah yang begitu banyak itu jangan sampai nikmat ini kita lalaikan dengan begitu saja,” kata Muhammad Arifin pada (20/5) dalam Kajian Inspirasi Subuh Masjid At-Taqwa Pogot, Surabaya.
Menurutnya, nikmat waktu dan materi atau harta itu di sisi lain sekaligus juga sebagai ujian dari Allah Swt.
Oleh karena itu sering ditemukan, seorang hamba yang ketika diberi nikmat harta kerap kufur dilenakan hartanya.
Menyediakan waktu untuk salat dan berkurban, imbuhnya, merupakan bekal bagi seorang hamba ketika nanti mendapat pertanyaan pada hari hisab.
Digunakan untuk apa sajakah kenikmatan yang telah Allah Swt berikan.
Di sisi lain, berkurban yang dilakukan oleh seorang hamba itu tidak hanya berdimensi pada keTuhanan, tapi berkurban juga dapat menjaga relasi sosial ke sesama manusia.
“Perintah-perintah Allah itu sangat luar biasa. Membangun hubungan Allah tapi juga kepada sesama,” ungkapnya.
Perintah berkurban, kata Arifin juga untuk menyambung dan menjadi bukti cinta kepada sesama.
Maka Islam meski ‘dikatakan’ sebagai agama langit, namun jika diimplementasikan dengan baik juga berdampak pada kebaikan dunia.
Bahkan tidak hanya kepada umat Islam saja, tapi manfaat kurban bagi semua. Artinya daging yang dihasilkan dari hewan kurban boleh dibagikan kepada non-muslim.
Tags : Ibadah, kurban, syukur,