KEMISKINAN bukan berarti seseorang terbebas dari godaan setan.
Dalam literatur klasik Islam dijelaskan iblis juga memiliki berbagai tipu daya untuk menyesatkan orang miskin, mulai dari mendorong kebiasaan meminta-minta tanpa kebutuhan, menampilkan kemiskinan demi pujian, hingga menumbuhkan perasaan lebih mulia karena menganggap dirinya lebih zuhud daripada orang kaya.
Jamaluddin Abul Faraj Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin Ali Al Qurasyi Al Baghdadi yang dikenal sebagai Ibnul Jauzi dalam kitab Talbis Iblis menjelaskan orang-orang miskin pun tidak luput dari tipu daya iblis.
Di antara mereka ada yang sengaja menampakkan diri sebagai orang miskin, padahal sebenarnya kaya.
Jika seseorang terus-menerus menengadahkan tangan kepada orang lain dan mengemis, berarti ia memperbanyak bara api neraka.
Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa meminta-minta harta manusia karena ingin memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya ia meminta bara api neraka. Karena itu, terserah apakah ia meminta sedikit atau banyak." (HR Imam Muslim).
Jika orang itu tidak memperoleh sesuatu dari orang lain, lalu ia menampakkan kemiskinannya agar dianggap sebagai orang yang zuhud, berarti ia telah berbuat riya.
Jika ia menyembunyikan nikmat Allah yang ada padanya, dan dengan menampakkan kemiskinan itu ia merasa tidak berkewajiban mengeluarkan sedekah, berarti selain bersifat bakhil, ia juga seakan-akan mengadukan keadaan dirinya kepada Allah.
Namun, jika seseorang benar-benar miskin, maka yang seharusnya ia lakukan adalah menyembunyikan kemiskinannya dan bersikap sewajarnya. Di antara orang-orang salaf ada yang membawa anak kunci agar orang lain mengira ia memiliki rumah, padahal ia tidak menetap di mana pun selain di masjid.
Di antara tipu daya iblis terhadap orang miskin adalah membuat mereka merasa lebih baik daripada orang lain karena menganggap dirinya zuhud, sesuatu yang menurutnya tidak dimiliki oleh orang kaya. Anggapan ini keliru karena ukuran kebaikan bukan terletak pada ada atau tidaknya harta, melainkan pada sikap hati dan amal yang menyertainya.
Tags : ibnul jauzi talbis, iblis, tipu daya iblis, orang miskin, zuhud, meminta-minta, riya, abu hurairah, hadits akhlak islam,