News   2023/01/19 11:57 WIB

Minat Investasi Hulu Migas Lebih Tinggi daripada Dibandingkan Proyeksi Resisi Global

Minat Investasi Hulu Migas Lebih Tinggi daripada Dibandingkan Proyeksi Resisi Global

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Koordinator Indonesian Corupttion Investigation (ICI), mengatakan kondisi perekonomian dalam negeri yang relatif tahan terhadap resesi menjadi alasan utama tingginya minat investasi pada sektor hulu minyak dan gas (migas) tahun ini.

"ICI menilai minat investasi Hulu Migas lebih tinggi daripada dibandingkan proyeksi resisi global."

“Proyeksi resesi yang saya kira jadi pertimbangan mereka untuk menahan lebih dulu, kalau di dalam negeri atau di kawasan Asia Pasifik kan kondisinya lebih baik,” kata Darmawi Wardhana Bin Zalik Aris SEhk, saat dihubungi, Rabu (18/1/2023).

Seperti diketahui, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan investasi sektor hulu migas tahun ini dapat menyentuh di angka US$15,54 miliar atau setara dengan Rp234,18 triliun (asumsi kurs Rp15.070).

Target itu naik 26 persen dari capaian investasi sepanjang 2022.

Darmawi Wardhana, mengatakan kuatnya pertumbuhan perekonomian domestik di tengah kekhawatiran resesi global menjadi daya tarik tersendiri untuk memikat komitmen investasi anyar dari KKKS tahun ini.

Dia memberikan masukan agar SKK Migas untuk dapat memfasilitasi rencana kegiatan eksploitasi hingga eksplorasi lapangan migas tersebut untuk memastikan realisasi investasi di sektor hulu migas tahun ini.

“Investasinya itu kan masih komitmen kalau ada hambatan-hambatan yang dihadapi kalau tidak ada problem solver yang baik kan belum tentu terealisasi,” ujarnya.

Tetapi sebelumnya, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, mengatakan target investasi yang terbilang progresif itu berasal dari kumpulan rencana kerja dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang begitu optimis tahun ini.  

Lewat persetujuan work program & budget (WP&B) 2023, KKKS berkomitmen untuk melakukan pengeboran lebih masif mencapai 991 sumur tahun ini.

Komitmen itu jauh lebih tinggi dari rencana yang sempat diputuskan pada 2022 yang berada di kisaran 790 sumur.

Di sisi lain, rencana investasi untuk eksplorasi sumur pengembangan dari KKKS juga mengalami kenaikan yang signifikan. KKKS berkomitmen untuk berinvestasi pada kegiatan

“Investasinya itu kan masih komitmen kalau ada hambatan-hambatan yang dihadapi kalau tidak ada problem solver yang baik kan belum tentu terealisasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, juga mengatakan target investasi yang terbilang progresif itu berasal dari kumpulan rencana kerja dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang begitu optimis tahun ini. 

Komitmen itu relatif tinggi jika dibandingkan dengan rencana investasi eksplorasi pada 2022 yang berada di kisaran US$0,8 miliar.

“Kita lihat komitmen rencana kerja dari para KKKS menunjukan angka drilling yang tinggi dari 790 sumur menjadi 991 sumur, cukup tajam kenaikan penyebarannya,” kata Dwi saat jumpa pers di Kantor SKK Migas, Rabu (18/1/2023).

Menurut Dwi, komitmen investasi yang tinggi itu memperlihatkan minat KKKS untuk mengembangkan serta mencari sumur alternatif lain di dalam negeri masih cukup antusias tahun ini.

Tetapi di sisi lain, Dwi menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk memberikan penawaran bagi hasil serta insentif fiskal dan non-fiskal yang menarik untuk menjaga realisasi komitmen pengembangan dan eksploitasi sumur tersebut.

Dia mengungkapkan pemerintah tengah berupaya untuk menyelesaikan revisi Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) untuk menjamin kepastian hukum di sektor hulu migas mendatang.

“Investasinya itu kan masih komitmen kalau ada hambatan-hambatan yang dihadapi kalau tidak ada problem solver yang baik kan belum tentu terealisasi,” ujarnya. (*)

Tags : Minyak dan Gas, Migas, Minat Investasi Hulu Migas Lebih Tinggi, Proyeksi Resisi Global, News,