Daik Lingga   2021/06/28 19:49 WIB

Mukhtar Mantan PTT Ikut Calon Kades, Ingin Majukan 'Mepar yang Bersejarah'

Mukhtar Mantan PTT Ikut Calon Kades, Ingin Majukan 'Mepar yang Bersejarah'
Mukhtar, Calon Kepala Desa Mepar

RIAUPAGI.COM, DAIKLINGGA - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Daik Lingga, Provinsi Kepulauan Riau [Kepri] tahun 2021 dimulai. Para calon Kades bersiap-siap untuk mengikuti dan mengemukakan visi - misinya untuk membangun desa.

Menariknya, pada Pilkades serentak yang akan dgelar bulan Juli 2021 ini banyak generasi muda yang ikut berpartisipasi dalam pemilihan Kades. Tak sedikit dari calon kepala desa di Kabupaten Daik Lingga adalah generasi muda berusia produktif, namun kali ini yang tersorot adalah Mukhtar yang dipanggil nama sehari harinya Kapten.

Pria desa yang baru saja diberhentikan dari Pegawai Tidak Tetap [PTT] disalah satu Dinas yang ada di Kabupaten Lingga memantapkan dirinya untuk ikut bertarung menuju Mepar priode 2021/ 2027. Ia merasa terpanggil untuk mengikuti pesta demokrasi tingkat desa dijuluki sebagai tempat sejarah Pulau Mepar.

Menurut Mukhtar, saat ini banyak bermunculan calon Kades yang usianya di bawah 30 tahun (usia produktif) di Lingga. "Saya rasa sekarang ini kaum atau generasi muda sudah mulai sadar tentang bagaimana membangun sebuah desa. Pemuda mulai ingin terlibat dalam proses pembangunan," ujarnya.

Mukhtar sendiri sendiri memang sudah kerap aktif diberbagai bidang keorganisasian di desanya. Jika terpilih menjadi Kepala Desa Mepar, Mukhtar ingin mengajak generasi muda untuk melakukan pembangunan ekonomi. "Kita tahu di desa banyak generasi muda yang memiliki potensi untuk mengembangkan ekonomi, salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital seperti memasarkan potensi pariwisata dan lainnya," paparnya.

Dia mencontohkan Pulau Mepar juga berdekatan dengan pelabuhan kapal kapal domestik yang singgah dipelabuhan Tanjung Buton.

"Desa Mepar diistilahkan seperti Pulau Penyengat yang Berada di Kota Tanjungpinang. Dimana di Desa Mepar terdapat beberapa titik wisata sejarahnya seperti makam Datok Kaye Montel salah satu yang dipercaya pada zaman Kesultanan Riau Lingga, Meriam Sumbing, Benteng pertahanan Kesultanan Riau Lingga, Pantai Pasir Panjang Karang bersulam dikampung Malar, Air Terjun Kador dikampung Kador, Wisata Kuliner buah durian yang ada di kampung Cenot, Kador, dab Malar," sebutnya.

Mepar juga mempunyai permainan khas desa yang disebut Ambung Gila. Sama seperti di Bali ada Bambu Gila, Ambung adalah wadah atau seperti keranjang yang digunakan masyarakat untuk mengisi barang barang berat seperti hasil tangkapan nelayan maupun sembako.

Ambung Gila merupakan permainan yang mengandung mistis apabila Ambung sudah dibaca mantera maka kita tidak akan kuat mengangkatnya apabila kita bisa mengangkatnya Ambung akan bergoyang seperti ada yang menggoyangkan.

Desa Mepar juga mempunyai kuliner khas yang disebut Tamban Salai. Tamban salai adalah ikan Tamban / sarden yang diasapkan. Tapi sayangnya pemimpin sebelumnya tidak memanfatkan itu semua menjadi pendapatan desa tuturnya. Pria Paruh baya ini mengusung beberapa visi dan misi Desa Mepar: Menjadikan Desa Mepar desa wisata yang maju, Mengembangkan potensi nelayan lebih mandiri, Mendorong pemuda dan rumah tangga sebagai penguat ekonomi.

"Jika saya terpilih memimpin Desa Mepar kedepannya saya akan membuat para wisatawan dari luar daeran ataupun luar negeri untuk berkujung ke Desa Mepar. Tidak sah datang ke Daik kalau tidak menginjakkan kakinya ke Desa Mepar yang terdiri dari 5 kampung ini," katanya sambil minta doa dan dukungan kepada seluruh masyarakat desa Mepar. (rp.ndo/*)

Tags : Mukhtar Calon Kepala Desa, Mepar Daik Lingga, Kepri, Mepar Desa Bersejarah,