PEKANBARU - Ojek Sampan di Sungai Siak masih bertahan dalam sitiasi yang serba sulit, Biayanya cukup terjangkau, hanya Rp 2.000 sekali menyeberang.
Warga disekitar masih menggunakan jasa ojek sapan ini, di kawasan Pelabuhan Sungai Duku.
Kharuddin usianya terbilang sudah tua, tetapi tak mempengaruhi niatnya mencari rezeki di tengah sitiasi ekonomi yang masih sulit, tetapi Ia tetap menjadi seorang ojek sampan di Sungai Siak.
Ia bekerja sebagai ojek sampan di Sungai Siak, untuk memberikan jasa angkutan umum ketika warga ingin menuju pasar.
Dengan semangat, Kharuddin mengayuhkan dayung terbuat dari papan perpaduan balok kayu. Sejak pagi, rutinitas mendayung sampan sudah jadi kegiatan sehari-hari baginya.
Warga Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru ini bekerja menyebrangkan warga dari Pelabuhan Sungai Duku, ke Kelurahan Limbungan, Kota Pekanbaru.
Pekerjaan ini sudah dijalaninya sejak tahun 2000.
Kharuddin, menjelaskan, sejak masa ekonomi sulit seperti sekrang ini, jumlah penumpang yang menggunakan jasa ojek sampan jauh berkurang.
"Dalam sehari, hanya ada lima orang yang menyewa jasa ojek sampan miliknya untuk menyebrang.
“Tidak ramai lagi, sudah sepi, kalau dulu setiap setengah jam ada ngantar orang, kalau sekarang kita banyak menunggu satu jam sampai dua jam baru ada penumpang, sekarang ini paling sedikit dua orang yang naik sampan dalam sehari,” katanya.
Setiap menyebrangkan orang, Kharuddin hanya menerima upah Rp 2000 sekali menyebrang.
Setiap penumpang yang naik ke sampan kayu miliknya, banyak yang ingin pergi ke pasar untuk berbagai keperluan sehari-hari.
Dalam bekerja, usai selesai mengayuh sampan, Kharuddin menuju rumah dan melakukan pekerjaan lain seperti menjala ikan dan mengambil beberapa borongan pekerjaan yang diberikan padanya. (rp.sul/*)
Tags : ojek sampan, sungai siak, pekanbaru, jasa angkutan penyebrangan, ojek sampan bertahan di situasi sulit, News Daerah,