PEKANBARU – Wajah baru Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Sukaramai Trade Center (STC), segera dapat dinikmati masyarakat.
"Revitalisasi JPO STC Sudirman Pekanbaru sudah berubah."
"Tinggal sekarang kita ke tahap pekerjaan lampu. Sekarang sudah terpasang lampu, tapi ada beberapa lampu hias yang bakal kita tambah lagi," kata Kadishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, pada wartawan, Senin (15/6).
Setelah melalui proses revitalisasi, fasilitas penyeberangan yang telah lama menjadi bagian dari lanskap Kota Pekanbaru itu kini dipersiapkan menjadi salah satu landmark baru yang menggabungkan fungsi, estetika, dan identitas budaya Melayu.
Saat ini, pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap akhir atau finishing.
Berbagai sentuhan dekoratif mulai dipasang, termasuk sistem pencahayaan modern yang dirancang untuk mempercantik tampilan JPO pada malam hari.
Kadishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi mengatakan, seluruh pekerjaan konstruksi utama telah selesai dikerjakan.
Fokus pengerjaan kini diarahkan pada penyempurnaan elemen pencahayaan.
Menurutnya, konsep pencahayaan yang diterapkan tidak sekadar berfungsi sebagai penerang, tetapi juga menjadi elemen estetika yang memperkuat karakter JPO.
Lampu sorot dan lampu dekoratif berwarna-warni akan dipasang di sejumlah sisi bangunan untuk menciptakan tampilan yang lebih atraktif.
"Lampu warna-warni nanti, yang di luar dipasang lampu kiri kanan yang menembak ke atap JPO," jelasnya.
Meski revitalisasi masih berlangsung, akses pejalan kaki tetap dibuka selama proses pengerjaan.
Pemko Pekanbaru menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung dalam waktu dekat sehingga masyarakat dapat menikmati wajah baru JPO tersebut secara maksimal.
Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan, revitalisasi JPO ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fungsi penyeberangan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang memiliki daya tarik visual dan nilai budaya.
JPO yang merupakan peninggalan era Caltex tersebut akan dihiasi ornamen bernuansa Melayu tanpa menghilangkan nilai historis yang telah melekat selama puluhan tahun.
"Kita perbarui dengan konsep yang ada seni Melayunya, dengan tidak menghilangkan kenangan dari JPO ini sendiri," kata Agung Nugroho, Kamis (16/4).
Selain sentuhan budaya lokal, pemerintah juga menyiapkan konsep pencahayaan modern yang memungkinkan JPO tampil menonjol pada malam hari.
Dari bagian atas jembatan, pengunjung nantinya dapat menikmati panorama pusat Kota Pekanbaru, termasuk pemandangan menuju Jembatan Siak IV.
"Sehingga pandangan kita dari atas ini melihat ke mana saja enak. Jadi ini menjadi spot-spot foto yang menarik yang viral untuk anak muda, tidak hanya masyarakat Pekanbaru, tapi masyarakat di Riau," tukasnya.
Revitalisasi dilakukan karena kondisi bangunan yang telah berusia cukup tua.
Sejumlah bagian struktur, terutama lantai jembatan, mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia sehingga memerlukan perbaikan dan penggantian.
Melalui pembaruan ini, Pemko Pekanbaru berharap JPO Sudirman tidak hanya kembali aman digunakan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi simbol wajah kota yang modern, nyaman, dan tetap berakar pada budaya Melayu.
(JPO) di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Sukaramai Trade Center (STC), segera dapat dinikmati masyarakat.
Setelah melalui proses revitalisasi, fasilitas penyeberangan yang telah lama menjadi bagian dari lanskap Kota Pekanbaru itu kini dipersiapkan menjadi salah satu landmark baru yang menggabungkan fungsi, estetika, dan identitas budaya Melayu.
Saat ini, pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap akhir atau finishing.
Berbagai sentuhan dekoratif mulai dipasang, termasuk sistem pencahayaan modern yang dirancang untuk mempercantik tampilan JPO pada malam hari.
Kadishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi mengatakan, seluruh pekerjaan konstruksi utama telah selesai dikerjakan. Fokus pengerjaan kini diarahkan pada penyempurnaan elemen pencahayaan.
"Tinggal sekarang kita ke tahap pekerjaan lampu. Sekarang sudah terpasang lampu, tapi ada beberapa lampu hias yang bakal kita tambah lagi," ujar Masykur, Senin (15/6).
Menurutnya, konsep pencahayaan yang diterapkan tidak sekadar berfungsi sebagai penerang, tetapi juga menjadi elemen estetika yang memperkuat karakter JPO.
Lampu sorot dan lampu dekoratif berwarna-warni akan dipasang di sejumlah sisi bangunan untuk menciptakan tampilan yang lebih atraktif.
"Lampu warna-warni nanti, yang di luar dipasang lampu kiri kanan yang menembak ke atap JPO," jelasnya.
Meski revitalisasi masih berlangsung, akses pejalan kaki tetap dibuka selama proses pengerjaan.
Pemko Pekanbaru menargetkan seluruh pekerjaan dapat rampung dalam waktu dekat sehingga masyarakat dapat menikmati wajah baru JPO tersebut secara maksimal.
Sebelumnya, Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho menegaskan, revitalisasi JPO ini tidak hanya bertujuan memperbaiki fungsi penyeberangan bagi masyarakat, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang memiliki daya tarik visual dan nilai budaya.
JPO yang merupakan peninggalan era Caltex tersebut akan dihiasi ornamen bernuansa Melayu tanpa menghilangkan nilai historis yang telah melekat selama puluhan tahun.
"Kita perbarui dengan konsep yang ada seni Melayunya, dengan tidak menghilangkan kenangan dari JPO ini sendiri," kata Agung Nugroho, Kamis (16/4).
Selain sentuhan budaya lokal, pemerintah juga menyiapkan konsep pencahayaan modern yang memungkinkan JPO tampil menonjol pada malam hari.
Dari bagian atas jembatan, pengunjung nantinya dapat menikmati panorama pusat Kota Pekanbaru, termasuk pemandangan menuju Jembatan Siak IV.
"Sehingga pandangan kita dari atas ini melihat ke mana saja enak. Jadi ini menjadi spot-spot foto yang menarik yang viral untuk anak muda, tidak hanya masyarakat Pekanbaru, tapi masyarakat di Riau," tukasnya.
Revitalisasi dilakukan karena kondisi bangunan yang telah berusia cukup tua.
Sejumlah bagian struktur, terutama lantai jembatan, mengalami penurunan kualitas akibat faktor usia sehingga memerlukan perbaikan dan penggantian.
Melalui pembaruan ini, Pemko Pekanbaru berharap JPO Sudirman tidak hanya kembali aman digunakan masyarakat, tetapi juga mampu menjadi simbol wajah kota yang modern, nyaman, dan tetap berakar pada budaya Melayu. (rp.ind/*)
Tags : jembatan siak IV, panorama jembatan siak IV, jembatan siak IV menunjukkan identitas budaya melayu, News Kota,