Pekanbaru   2026/10/03 9:41 WIB

Pemerintah Lebarkan Jalan di Simpang SKA Pekanbaru untuk Atasi Macet Parah

Pemerintah Lebarkan Jalan di Simpang SKA Pekanbaru untuk Atasi Macet Parah

PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Pemerintah menyiapkan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang SKA Pekanbaru sebagai upaya mengurai kemacetan di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Tuanku Tambusai.

"Lalu Lintas di Simpang SKA Pekanbaru di Perbaiki."

“Jadi terkait pelebaran jalan yang di Soekarno-Hatta tentu kita berharap ini dapat mengurai kemacetan di seputaran Simpang SKA. Nah, tentu rekayasa lalu lintas diperlukan di sana,” kata Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Roni Pasla, Sabtu (3/10).

Salah satu skema yang direncanakan adalah menutup lampu lalu lintas di perempatan Mal SKA setelah pelebaran jalan selesai dilakukan.

Sebelum penutupan lampu lalu lintas diterapkan, pemerintah akan melakukan pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, khususnya di sekitar Rumah Sakit Hermina.

Ruas jalan tersebut direncanakan memiliki lebar 14 meter untuk setiap arah atau total 28 meter, dengan empat lajur kendaraan pada masing-masing jalur.

Roni Pasla mengatakan pelebaran jalan menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi kemacetan di kawasan Simpang SKA.

Namun, menurutnya, langkah tersebut perlu diikuti rekayasa lalu lintas yang tepat.

Setelah pelebaran rampung, pemerintah berencana menutup lampu lalu lintas serta mengatur sejumlah titik putar balik atau U-turn.

Pengaturan tersebut ditujukan untuk mengendalikan pergerakan kendaraan dari Jalan Soekarno-Hatta menuju Jalan Tuanku Tambusai maupun sebaliknya.

Roni mengatakan rekayasa lalu lintas yang diterapkan tidak harus langsung menjadi kebijakan permanen.

Pemerintah perlu mengevaluasi dampaknya terhadap kelancaran arus kendaraan setelah skema tersebut diuji coba.

“Tuanku Tambusai tentu ini kita berharap dapat menjadi solusi jangka panjang mengurai kemacetan di sana. Tapi rekayasa lalu lintas ini juga mungkin tidak lantas menjadi permanen,” katanya.

Menurut Roni, apabila rekayasa lalu lintas terbukti mampu mengurai kemacetan, pemerintah dapat mempertimbangkan penerapannya secara permanen. Sebaliknya, jika skema tersebut tidak efektif, Dinas Perhubungan perlu menyiapkan alternatif lain.

“Artinya ketika ini dicoba kemudian berhasil mengurai kemacetan, mungkin baru bisa dipermanenkan. Tapi kalau ini terbukti juga tidak bisa mengurai kemacetan, mungkin kita minta pemerintah dalam hal ini Dishub mencari solusi lainnya,” ujar Roni.

Selain pelebaran Jalan Tuanku Tambusai, pemerintah juga menyiapkan pelebaran pada sejumlah titik U-turn utama.

Tiga lokasi yang menjadi perhatian berada di depan RS Hermina, sekitar Masjid Raudhatul Jannah/Global Bangunan, serta di dekat Lotte Mart.

Roni menegaskan pelebaran jalan tetap menjadi bagian penting dalam penanganan kemacetan di kawasan Simpang SKA.

Namun, efektivitas rekayasa lalu lintas juga perlu diperhatikan agar perubahan pola pergerakan kendaraan benar-benar berdampak terhadap kelancaran arus.

Ia mengatakan pemerintah perlu memastikan penutupan lampu lalu lintas dan pengaturan U-turn tidak justru menimbulkan persoalan baru di titik lain.

“Pelebaran jalan memang hal yang paling penting, tetapi tentu juga kita berharap pelebaran jalan ini juga diiringi dengan mengurai kemacetan,” jelasnya. (rp.ind/*)

Tags : simpang sentral komersial arengka, ska, pekanbaru, simpang ska macet, simpang ska diperlebar, rekayasa lalu lintas atasi macet, kemacetan di simpang ska pekanbaru,