PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali mengambil langkah untuk memperkuat ketahanan Jembatan Sei Rokan Kiri di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
"Jembatan Sei Rokan Kiri sempat dihantam banjir."
"Yang baru dilelang adalah pekerjaan pemeliharaan Jembatan Sei Rokan Kiri di Ujung Batu yang sebelumnya sempat miring. Dua pilar atau pondasi tiang jembatan akan kita perkuat, agar tidak terjadi lagi seperti sebelumnya," kata Plt Kadis Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPRPKPP) Riau, Zulfahmi, Rabu (5/8).
Melalui PUPRPKPP, proyek pemeliharaan lanjutan kini resmi memasuki tahap lelang.
Fokus pekerjaan kali ini adalah memperkuat dua pilar utama jembatan yang sebelumnya terdampak gerusan arus Sungai Rokan Kiri.
Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi, mengingat jembatan tersebut sempat mengalami kemiringan pada November 2024 akibat pondasi yang terkikis banjir.
Zulfahmi mengatakan, proses pengadaan pekerjaan telah dimulai dan diarahkan untuk meningkatkan daya tahan konstruksi jembatan.
Menurutnya, penguatan pondasi menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas jembatan dari ancaman erosi akibat perubahan debit air dan derasnya aliran Sungai Rokan Kiri.
Ia menjelaskan, metode konstruksi yang digunakan pada pekerjaan lanjutan tersebut tetap mengacu pada sistem penguatan yang telah diterapkan saat rehabilitasi sebelumnya.
"Tambahan penguatan pada pilar ini bertujuan agar pondasi tidak tergerus oleh pasang surut air sungai. Konstruksinya sama seperti yang telah dikerjakan sebelumnya," jelasnya.
Jembatan Sei Rokan Kiri memiliki peran strategis sebagai penghubung utama di ruas jalan provinsi Tandun–Pasir Pengaraian.
Infrastruktur ini menjadi akses penting bagi masyarakat Kecamatan Ujung Batu menuju ibu kota Kabupaten Rohul, sekaligus jalur transportasi menuju Pekanbaru hingga Sumatera Utara.
Karena fungsinya yang vital, keberadaan jembatan tersebut sangat memengaruhi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga aktivitas perekonomian di wilayah barat Provinsi Riau.
Sebagai informasi, pada 23 November 2024 lalu, Jembatan Sei Rokan Kiri mengalami kerusakan serius setelah salah satu pilarnya bergeser akibat derasnya arus Sungai Rokan Kiri yang membawa material kayu saat banjir.
Peristiwa tersebut menyebabkan badan jembatan turun sekitar 80–86 sentimeter sehingga kendaraan roda empat tidak lagi diizinkan melintas. Arus lalu lintas saat itu dialihkan ke jalur alternatif demi keselamatan pengguna jalan.
Untuk mengembalikan fungsi jembatan, Pemprov Riau mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,32 miliar.
Proyek rehabilitasi dimulai pada Mei 2025 dengan pekerjaan utama berupa pemasangan pipa baja dan sheet pile sebagai penguat pondasi.
Selama proses perbaikan berlangsung, jembatan sempat ditutup total agar pekerjaan dapat dilakukan secara optimal sekaligus menjamin keselamatan masyarakat.
Melalui proyek pemeliharaan lanjutan yang kini memasuki tahap lelang, Pemprov Riau berharap struktur Jembatan Sei Rokan Kiri menjadi semakin kuat, tahan terhadap gerusan sungai, serta mampu menjamin kelancaran transportasi dan keselamatan pengguna jalan dalam jangka panjang. (*)
Tags : Jembatan Sei Rokan Kiri, Jembatan Dihantam Banjir, Jembatan Sei Rokan Kiri Kembali Perkuat, Ketahanan Jembatan Sei Rokan Kiri, News Daerah,