PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyatakan dukungan penuh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis nasional Pemerintah Pusat.
"MBG selain tingkatkan kualitas gizi peserta didik juga bisa efisiensi anggaran."
"Kehadiran program MBG telah membantu meringankan beban APBD, terutama untuk pembiayaan konsumsi siswa di tujuh sekolah boarding school milik Pemprov Riau," kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Riau, Supriyadi, Selasa (23/6).
"Nilai efisiensinya cukup signifikan, mencapai sekitar Rp45 miliar. Karena itu, sesuai arahan Pak Plt Gubernur, kami mendukung penuh program MBG sebagai salah satu program strategis nasional," sebutnya.
Selain mendukung peningkatan kualitas gizi peserta didik, program tersebut juga dinilai memberikan dampak positif terhadap efisiensi anggaran daerah.
Supriyadi mengatakan pelaksanaan MBG telah membantu mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), khususnya untuk kebutuhan konsumsi siswa di sejumlah sekolah berasrama milik Pemerintah Provinsi Riau.
Ia menjelaskan, efisiensi anggaran tersebut berasal dari pengalihan pembiayaan makan dan minum siswa di sejumlah sekolah yang berada di bawah pembinaan Pemerintah Provinsi Riau.
Sekolah tersebut antara lain SMA Plus, SMA Pintar, SMA Olahraga, SMK Perikanan, SMK Pertanian, serta sekolah-sekolah kejuruan olahraga lainnya yang menerapkan sistem berasrama.
Dengan terintegrasinya kebutuhan konsumsi siswa ke dalam program MBG, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih luas untuk mendukung berbagai program pembangunan prioritas lainnya.
Selain memberikan manfaat dari sisi efisiensi anggaran, pelaksanaan MBG juga dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Dana program yang disalurkan langsung kepada satuan pelayanan turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
"Program ini tidak hanya membantu efisiensi anggaran daerah, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi lokal serta memperkuat daya dukung daerah di tengah kondisi fiskal yang menantang," jelasnya.
Ia juga menyebutkan MBG akan libatkan kantin sekolah.
Terkait potensi penurunan pendapatan retribusi kantin sekolah akibat pelaksanaan MBG, Pemprov Riau menyatakan telah menyiapkan langkah antisipatif melalui pelibatan kantin sekolah dalam pengelolaan program tersebut.
Supriyadi mengatakan, Pemerintah Provinsi Riau akan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan peran kantin sekolah sebagai bagian dari pelaksanaan MBG.
Menurutnya, Kepala BGN Nanik S. Deyang telah memberikan arahan agar kantin sekolah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dapur penyedia makanan dalam program Makan Bergizi Gratis.
"Sesuai arahan Kepala BGN, Ibu Nanik S. Deyang, kantin sekolah dapat dimanfaatkan sebagai alternatif dapur untuk program MBG. Karena itu, akan kami sinergikan dengan program BGN sehingga ke depan kantin-kantin sekolah dapat dilibatkan dalam pelaksanaannya," katanya.
Melalui pola tersebut, keberadaan kantin sekolah diharapkan tetap memiliki peran dalam ekosistem program MBG sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha yang selama ini beroperasi di lingkungan sekolah.
Pemprov Riau menegaskan akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat dalam menjalankan berbagai program strategis nasional agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat hingga ke daerah.
"Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, sasaran program dapat tercapai secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pungkasnya.(rilis)
Tags : makan bergizi gratis, mbg, riau, pemprov dukung mbg, mbg tingkatkan kualitas gizi, pemprov libatkan kantin sekolah, News,