Artikel   2026/08/07 17:28 WIB

Warga Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI yang Ramah Lingkungan

 Warga Sulap Ratusan Galon Bekas Jadi Dekorasi HUT RI yang Ramah Lingkungan

WARGA kampung Ledoksari, Karangbendo, Caturtunggal, Depok, Sleman DI Yogyakarta dalam menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, sulap ratusan galon bekas jadi dekorasi HUT RI ramah lingkungan.

Menyambut peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, suasana meriah sudah terlihat di Kampung Ledoksari, Karangbendo, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta. 

Gang sepanjang sekitar 45 meter itu dipenuhi aneka dekorasi berbentuk kupu-kupu, bunga, lebah, serta hewan-hewan lainnya. 

Menariknya, seluruh ornamen tersebut bukan dibuat dari bahan mahal, melainkan dari galon dan botol plastik bekas yang didaur ulang oleh warga secara swadaya. 

Seorang warga setempat, Wahyuni (46), menceritakan bahwa inisiatif ini lahir dari kepedulian warga terhadap menumpuknya sampah di sekitar lingkungan mereka, terutama galon dan botol plastik sekali pakai. 

Ketimbang dibuang begitu saja hingga mencemari lingkungan, puluhan warga memilih mengumpulkannya secara swadaya. 

"Ledoksari tuh ya pokoknya berkreasi tiada henti, untuk acara khususnya 17-an atau acara apapun kita sengkuyung itu kita memanfaatkan barang-barang bekas, seperti galon, gelas-gelas ini, pokoknya kita manfaatkan dari plastik semuanya," kata Wahyuni saat ditemui, Senin (3/8/2026).

Ia mengatakan proses kreatif pembuatan dekorasi ini dilakukan secara otodidak melalui metode uji coba berkali-kali.

Berbagai bentuk seperti lebah, kupu-kupu, hingga karakter mitologi seperti buto dan leak berhasil diciptakan dari susunan galon bekas.

Setiap malam, rumah-rumah warga di area gang kampung tersebut berubah menjadi bengkel kerja kecil tempat warga mengecat, memotong, dan merangkai plastik. 

"Otodidak, kita semuanya dari uji coba semua. Jadi ya mestinya ada gagalnya juga kan. Kita coba, kita coba, setiap malam kita cat, kita gimana-gimana... Jadi semuanya yang kita pengen, kreasi kita pengen apa kita bikin, idenya apa kita bikin," tuturnya. 

Selama hampir dua bulan terakhir, sebanyak 25 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut bergotong royong setiap malam menyulap sampah plastik menjadi dekorasi.

Tidak hanya ibu-ibu, para bapak, remaja, hingga anak-anak ikut ambil bagian dalam proses pembuatannya.

"Kita sengkuyung setiap harinya membuat semuanya ini, sampai mau 17-an ini," ucapnya.

Bahan baku yang digunakan warga pun diperoleh tanpa biaya besar.

Mereka cukup mengumpulkan galon dan botol plastik bekas dari lingkungan sekitar melalui grup percakapan. 

Tahun ini, warga memperkirakan lebih dari seratus galon bekas digunakan untuk membuat berbagai dekorasi.

Kini, gang kampung itu berubah menjadi lorong yang menarik perhatian siapa pun yang melintas. 

"Ya intine ini untuk memajukan bank sampah kita di Kampung Karangbendo sini, siapa tahu besok bisa lebih berkembang," harap Bu Sum. 

"Mengalir begitu saja, (bentuk) bebek itu dari saya idenya, terus suami yang mulai memperbanyak, lukis-lukis, kerja sama lah pokonya," ucapnya. 

Tags : 17 Agustus, hari kemerdekaan, catur tunggal, sleman, barang bekas, sampah, kemerdekaan, hut ri,