Headline Bisnis   2026/09/22 11:34 WIB

Harga Tiket Penerbangan Jadi Kunci dalam Tentukan Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji

Harga Tiket Penerbangan Jadi Kunci dalam Tentukan Besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji

BISNIS - Komponen penerbangan menjadi salah satu kunci dalam menentukan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH).

Porsinya mencapai sekitar 40 persen dari total biaya haji, sehingga setiap penurunan tarif penerbangan berpotensi langsung menekan besaran BPIH.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) saat ini masih melakukan kalkulasi dan negosiasi dengan maskapai untuk mendapatkan harga yang lebih efisien.

Pemerintah belum menetapkan angka final karena penawaran biaya penerbangan masih dinilai perlu ditekan.

Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan mengatakan pemerintah masih menghitung komponen penerbangan secara cermat sembari meminta maskapai memahami kondisi saat ini.

“Kalau ini penerbangan bisa turun, ya otomatis BPIH bisa turun. Sementara ini masih kita kalkulasikan, kita hitung secara cermat. Dan tentunya pihak maskapai juga harus memberikan pengertian terhadap kondisi seperti sekarang,” ujar Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriyawan di Jakarta, Senin (21/9).

Menurut Ian, komponen penerbangan bukan sekadar salah satu bagian dari biaya haji, tetapi menjadi salah satu pos dengan kontribusi paling besar dalam struktur BPIH.

“Komponen biaya penerbangan ini 40 persen dari BPIH. Sehingga kalau ini penerbangan bisa turun, otomatis BPIH bisa turun,” ujar Ian.

Besarnya porsi tersebut membuat hasil negosiasi dengan maskapai menjadi penting dalam upaya pemerintah menekan biaya haji.

Semakin rendah tarif yang dapat disepakati, semakin besar pula ruang untuk menurunkan total BPIH.

Namun hingga kini, Kemenhaj belum menyepakati angka final biaya penerbangan.

Penghitungan masih terus dilakukan untuk mencari titik yang dinilai efisien sekaligus tetap memungkinkan pelayanan kepada jemaah berjalan optimal.

Ian menjelaskan, terdapat tiga komponen utama yang menentukan biaya penyelenggaraan haji, yakni pelayanan di dalam negeri, layanan di luar negeri, serta biaya penerbangan.

Untuk komponen pelayanan dalam negeri dan luar negeri, proses penghitungan sudah berjalan dan sebagian telah difinalisasi.

Sementara biaya penerbangan masih menjadi salah satu bagian yang terus dibahas.

“Sehingga komponen biaya penerbangan ini hingga sekarang masih terus kita kalkulasikan, kita hitung secara cermat. Karena apa? Karena biaya penerbangan itu biayanya yang cukup tinggi dan mudah-mudahan di tengah kesulitan menentukan harga ini ada solusi,” kata dia.

Kemenhaj telah melakukan negosiasi dengan maskapai beberapa kali, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring.

Meski begitu, kesepakatan final terkait tarif penerbangan haji belum tercapai.

Dalam upaya mendapatkan biaya lebih kompetitif, Kemenhaj juga tidak menutup kemungkinan melibatkan maskapai lain di luar operator yang selama ini melayani penerbangan jemaah haji Indonesia.

Opsi tersebut masuk dalam pembahasan apabila terdapat maskapai yang mampu menawarkan tarif lebih rendah dan memenuhi kebutuhan pelayanan penerbangan haji.

“Masukan untuk mempertimbangkan maskapai lain yang memiliki harga yang lebih kompetitif, itu akan menjadi salah satu bahasan,” ujar Ian.

Kendati menargetkan efisiensi, pemerintah menegaskan harga yang lebih murah tidak boleh dibayar dengan penurunan kualitas pelayanan.

Pemilihan maskapai dan pembagian penerbangan tetap akan dihitung dengan mempertimbangkan aspek layanan kepada jemaah.

Dengan komponen penerbangan yang mencapai sekitar 40 persen dari BPIH, hasil negosiasi tarif maskapai akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan besaran biaya haji.

Kemenhaj masih melanjutkan kalkulasi untuk mencari harga yang lebih efisien tanpa mengurangi standar pelayanan jemaah. (*)

Tags : penerbangan, harga tiket penerbangan, besaran biaya penyelenggaraan ibadah haji,