Headline Csr   2026/09/23 10:14 WIB

Program Pola KKPA Musim Mas Berhasil Angkat Perekonomian Masyarakat Tempatan, 'Buat Keuangan Petani Jadi Meningkat' 

Program Pola KKPA Musim Mas Berhasil Angkat Perekonomian Masyarakat Tempatan, 'Buat Keuangan Petani Jadi Meningkat' 

PT MUSIM MAS, perusahaan perkebunan sawit memberikan dampak yang nyata pada masyarakat khususnya masyarakat tempatan.

Perusahaan berhasil membangun ekonomi warga lewat program kemitraan perkebunan, pemberdayaan pekebun mandiri, dan penyediaan infrastruktur.

Membangun kebun plasma/masyarakat melalui program pola Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) dengan ribuan hektar di Pelalawan/Riau seperti Desa Tanjung Beringin dan Batang Kulim) yang mengintegrasikan ratusan–ribuan kepala keluarga.

Mendirikan pusat pelatihan dan pendampingan petani swadaya (seperti di Riau, Kalimantan, dan Sumatera) bekerja sama dengan IFDC/IFC/pemerintah lokal untuk praktik pertanian baik (GAP) serta sertifikasi.

Memberdayakan petani perempuan dan istri petani lewat literasi keuangan dan manajemen kebun dan membangun fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah (Islamic Center Pangkalan Lesung), ruang publik/alun-alun, serta bantuan sosial rutin (sembako Ramadan, tanggap darurat bencana).

Perusahaan juga berhasil melakukan penciptaan lapangan kerja, menyerap tenaga kerja lokal di perkebunan, pabrik CPO, kilang, hingga pabrik oleokimia.

Di sinilah peran PT Musim Mas (MM) memberikan kontribusi yang nyata pada karyawan dan masyarakat sekitarnya. 

Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit yang telah beroperasi sejak puluhan tahun lalu, perusahaan tak henti-hentinya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan berbagai program yang ditaja oleh perusahaan.  

Diantaranya pembangunan kebun masyarakat dengan pola KKPA, pembangunan kebun kas desa, pembangunan Islamic Center Pangkalan Lesung, dan bantuan-bantuan kegiatan lainnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

Masyarakat tempatan merasakan peningkatan ekonomi pola KKPA yang telah mencapai sekitar 1.073 KK dengan luas 2.014, 06 Ha.

Lahan pola KKPA itu tersebar di Desa Tanjung Beringin, Desa Talau, Desa Betung, Desa Batang Kulim, Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras, Desa Pesaguan,  Kelurahan Pangkalan Lesung Kecamatan Pangkalan Lesung. 

PT Musim Mas juga telah melakukan pembangunan Kebun Kas Desa untuk Desa Tanjung Beringin, Desa Batang Kulim, Desa Betung, Kelurahan Pangkalan Lesung masing-masing 5 Ha serta Kebun Kas Desa Talau baru realisasi 1 Ha (masih dalam pencarian lahan untuk tambahan kebun kas desa).

Sampai saat ini, masyarakat begitu merasakan dengan dibangunnya kebun Pola KKPA ini.  

Ini bisa diukur dari tingkat pendapatan bersih masyarakat yang kini mencapai rata-rata 8 juta/bulan. Karena begitu tingginya pendapatan masyarakat dari pola KKPA yang dijalankan, saat ini banyak masyarakat/desa mengajukan untuk penambahan pembangunan kebun pola KKPA ke perusahaan termasuk diantaranya pada Desa Tanjung Beringin. 

Ketua Koperasi Merbau Sakti, H. Amir Syaripuddin SE, membenarkan bahwa PT Musim Mas membangun kebun masyarakat dengan pola KKPA.

"Saat ini juga tengah ada pembangunan di Desa Betung dan desa-desa lain juga sedang dalam pelaksanaan termasuk Desa Tanjung Beringin." 

"PT Musim Mas sudah membangun kebun masyarakat dengan Pola KKPA dan itu tersebar di beberapa desa," sebutnya.

"Masyarakat sangat terbantu dengan adanya KKPA ini, karena dengan program KKPA ini masyarakat mendapatkan penghasilan rata-rata 8 juta/bulan," sambungnya.

"Perusahaan sedang melakukan pembangunan KKPA di  Desa Betung."

"Mudah-mudahan di desa lain juga segera menyusul," terang H. Amir  Syaripuddin SE.

Program trying for Smallholders, Muim Mas berdayakan petani swadaya

Sementara Ketua Koperasi Rawa Tengkuluk, H. Bustami mengakui, pembangunan KKPA sangat bermanfaat bagi masyarakat karena dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Ya sangat bermanfaat dengan adanya KKPA yang dibangun oleh PT Musim Mas, ekonomi masyarakat semakin meningkat. Kita berharap pola KKPA ini terus dijalankan perusahaan," ujarnya.  

"Saat ini pendapatan desa dari kebun Kas desa mencapai 10-15 juta/bulan bahkan bisa mencapai 30 juta ketika musim panen puncak kelapa sawit," sebutnya.  

"Ini dapat menambah biaya operasional yang dibutuhkan masing-masing desa," tukasnya. 

Program meningkatkan akses keuangan petani

Melalui wbsite perusahaan melaporkan Musim Mas meningkatkan akses keuangan petani swadaya di sekitar anak perusahaan Musim Mas.

Melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), perusahaan membantu mempromosikan praktek pertanian berkelanjutan dan meningkatkan akses pasar di antara Petani sawit – tujuan yang identik dengan program petani sawit.

Kira-kira setiap 25 tahun, kelapa sawit berhenti produktif dan perlu ditanam kembali. Kalau tidak, Petani beresiko mengalami penurunan hasil panen dan pendapatan.

Secara tradisional, menebang dan membakar adalah salah satu cara membersihkan lahan untuk replanting, karena cara tersebut cepat dan murah.

Selain itu, pohon sawit yang sedang dalam tahap replanting tidak akan menghasilkan buah selama dua sampai tiga tahun pertama, yang menekan beban keuangan pada Petani.

Program petani sawit Musim Mas menyadari bahwa pelatihan Agronomi tidak cukup untuk mendorong produksi kelapa sawit berkelanjutan. Perusahaan juga memberikan pendidikan tentang persyaratan hukum, dukungan keuangan, dan akses ke pasar global.

Musim Mas memulai programnya, bekerja sama dengan IFC, pada tahun 2015 dan sejak itu program ini telah menjangkau lebih dari 15.000 Petani.

Program Musim Mas-IFC ini adalah program petani swadaya terbesar di Indonesia.

Sebagai bagian dari program ini, Petani swadaya didorong untuk bersatu membentuk asosiasi kelompok tani. Hal ini ditujukan agar secara kolektif, Petani dapat menjangkau organisasi dan sebaliknya.

Hal ini juga mempercepat proses pendistribusian subsidi replanting pemerintah dan manfaat lainnya kepada Petani, karena mereka adalah koperasi.

“Target replanting kami untuk tahun ini adalah 200.000 hektar kelapa sawit, dan hingga saat ini kami telah mencapai sekitar 10% dari target,” kata Hosea Reno, salah satu perwakilan dari  BPDPKS.

“Tahun ini, kami menandatangani kontrak dengan 80 asosiasi petani yang telah menerima subsidi replanting.”

Dengan sekitar 2 juta Petani sawit di Indonesia dari berbagai latar belakang etnis dan lokasi di seluruh nusantara, membentuk asosiasi kelompok tani membutuhkan banyak waktu dan keuletan. 

“Hambatan terbesar kami dalam membentuk MLML adalah meyakinkan para Petani swadaya untuk bergabung dengan program ini [oleh Musim Mas] dan tidak berhenti di tengah jalan. Salah satu alasan mengapa petani berhenti adalah karena proses verifikasi yang panjang,” kata Hamdan, Ketua MLML.

Sejak 2015, Musim Mas telah menjalankan berbagai program untuk mengintegrasikan petani sawit mandiri ke dalam rantai pasok minyak sawit berkelanjutan.

Pendampingan tidak hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga mencakup praktik budidaya yang baik, aspek lingkungan, pengelolaan usaha, persyaratan legal, akses pembiayaan hingga akses ke pasar global.

Perusahaan berupaya membangun kemampuan petani agar dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperoleh manfaat ekonomi yang lebih baik dalam jangka panjang.

Data dalam Sustainability Report Musim Mas menunjukkan skala program tersebut. Sebanyak 43.474 petani mandiri telah tercakup dalam berbagai program Musim Mas.

Perusahaan juga melatih 460 Village Extension Officers yang kemudian memberikan pelatihan kepada 6.723 petani.

Selain itu, ribuan petani telah memperoleh dukungan menuju sertifikasi RSPO maupun ISPO.

Ini menunjukkan bahwa kemitraan dengan petani merupakan bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar program sesaat.

"Kehadiran perusahaan perkebunan di daerah pada akhirnya akan bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat sekitar," kata Manager Humas PT Musim Mas, Malinton Purba SH MH dalam pembicaraannya selama ini.

Musim Mas, kata dia, terus mengembangkan berbagai program sosial yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat, terutama pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur.

"Dalam bidang pendidikan, misalnya, perusahaan menyediakan fasilitas pendidikan bagi anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar," sebutnya.

Program tersebut mencakup taman kanak-kanak hingga sekolah dasar dan menengah.

Musim Mas juga memberikan beasiswa bagi siswa kurang mampu serta mendukung kebutuhan pendidikan seperti seragam dan buku.

"Program tersebut menjadi penting karena pendidikan merupakan salah satu investasi sosial paling strategis. Dengan pendidikan yang lebih baik, generasi muda di sekitar wilayah perkebunan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki masa depan mereka," terang Malinton Purba.

Selain itu, Musim Mas juga menyediakan layanan kesehatan bagi pekerja dan masyarakat lokal melalui fasilitas kesehatan di wilayah operasionalnya.

Program tersebut antara lain mencakup pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi, sementara fasilitas kesehatan perusahaan juga terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan.

Program tanggung jawab sosial perusahaan Musim Mas juga mencakup berbagai kebutuhan dasar masyarakat.

Pembangunan sumur, perbaikan jalan, bantuan pengobatan, dukungan finansial untuk proyek masyarakat serta berbagai program sosial lainnya merupakan bagian dari kegiatan yang dilakukan di sekitar wilayah operasional.

Dalam Sustainability Report 2023, Musim Mas mencatat kontribusi CSR lebih dari Rp32,9 miliar, sementara program masyarakat juga mencakup fasilitas pendidikan, klinik, pusat penitipan anak dan berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa CSR tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan seremonial, tetapi diarahkan untuk memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Di balik operasional perkebunan, pabrik, fasilitas pengolahan dan jaringan bisnis Musim Mas, terdapat puluhan ribu pekerja yang menjadi bagian penting dari perusahaan.

Musim Mas memiliki hampir 38.000 karyawan dan menempatkan keselamatan, martabat, hak pekerja serta lingkungan kerja yang baik sebagai bagian dari komitmen perusahaan.

Perusahaan juga menyatakan menyediakan upah yang adil, fasilitas perumahan, listrik, air, pendidikan dan transportasi bagi pekerja.

Berdasarkan survei standar kehidupan dan harga pasar yang dilakukan bersama serikat pekerja, perusahaan menyatakan kombinasi antara upah dan fasilitas yang diberikan memiliki nilai sekitar 70% lebih tinggi dibandingkan standar upah layak minimum yang ditetapkan pemerintah daerah.

Selain kesejahteraan dasar, Musim Mas juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kompetensi karyawan melalui pelatihan, pengembangan keterampilan teknis, kesehatan dan keselamatan kerja.

Bagi perusahaan sebesar Musim Mas, investasi terhadap sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk menjaga produktivitas sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik.

Dari perkebunan untuk masa depan

Musim Mas kini memasuki fase baru melalui Sustainability Policy dan Sustainability Roadmap 2026–2030.

Kebijakan tersebut memperkuat fokus perusahaan pada produksi berkelanjutan, sumber bahan baku yang bertanggung jawab, serta penguatan petani kecil dan lanskap.

Seperti disebutkan Malinton Purba lagi bahwa, masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun hubungan yang sehat dengan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan pekerja, memperkuat petani, menjaga lingkungan dan menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.

Musim Mas telah membangun berbagai program di bidang tersebut selama bertahun-tahun.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah perusahaan perkebunan bukan hanya tentang berapa banyak minyak sawit yang diproduksi, tetapi juga tentang berapa banyak kehidupan yang ikut tumbuh bersama perusahaan.

Dan di tengah perjalanan panjang industri sawit Indonesia, membangun hubungan yang baik dengan petani, pekerja dan masyarakat merupakan salah satu investasi terpenting untuk memastikan bahwa industri ini tetap kuat, inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (rilis)

Tags : pt musim mas, perusahaan perkebunan sawit, program musim mas, pola kkpa, kredit koperasi primer anggota, kkpa musim mas, riau, musim mas angkat perekonomian masyarakat, musim mas tingkatkan akses keuangan petani,