PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Pemprov Riau mengambil langkah tegas untuk menekan beban biaya pendidikan yang dirasakan orang tua siswa.
"Sekolah yang gelar perpisahan mewah di Hotel tetap diberi sanksi."
"Kita minta sekolah untuk menggelar perpisahan di sekolah saja. Apalagi, kondisi saat ini mengalami efisiensi. Jangan lagi menambah beban orang tua," kata Pelaksana Tugas Gubernur Riau, SF Hariyanto, Jumat (17/4).
SF Hariyanto, menegaskan bahwa kebijakan ini lahir dari kondisi saat ini yang menuntut efisiensi serta keprihatinan terhadap tingginya biaya tambahan yang kerap muncul saat musim kelulusan.
Ia menilai, acara perpisahan seharusnya tidak menjadi ajang pemborosan yang justru memberatkan orang tua siswa.
Melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Riau sudah menghimbau pada seluruh SMA, SMK, dan SLB negeri agar tidak lagi menggelar acara perpisahan secara mewah di hotel, melainkan cukup dilaksanakan di lingkungan sekolah.
Pemerintah juga tidak hanya sekadar mengimbau. Sekolah yang tetap melanggar akan dipanggil dan berpotensi mendapatkan sanksi dari (Disdik) sebagai bentuk penegakan aturan.
Kepala Dinas Pendidikan Riau, Erisman Yahya, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima banyak keluhan dari orang tua terkait iuran perpisahan yang dinilai terlalu tinggi, terutama jika acara digelar di hotel dengan berbagai tambahan biaya seperti sewa tempat, konsumsi, hingga dekorasi.
Menariknya, banyak orang tua memilih diam meski merasa keberatan. Mereka khawatir menyampaikan protes justru memicu konflik dengan pihak sekolah atau komite.
Disdik Riau menilai, perpisahan sederhana di sekolah justru lebih bermakna secara emosional dan mampu mempererat kebersamaan siswa.
Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan membentuk karakter siswa agar tidak terbiasa dengan gaya hidup berlebihan.
“Jangan sampai kegiatan tambahan seperti perpisahan justru menjadi beban bagi orang tua siswa,” tegasnya.
Pemerintah berharap seluruh pihak, mulai dari kepala sekolah hingga komite dan MKKS, dapat mendukung kebijakan ini demi mencegah kegiatan perpisahan menjadi beban tambahan bagi orang tua.
Sementara Ketua PHRI Riau, Ir Nofrizal MM, menyampaikan pihaknya sebagai pelaku bisnis perhotelan siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk mengakomodir berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Termasuk mengakomodir kegiatan pendidikan baik itu kegiatan perpisahan, halalbihalal, dan pertemuan lainnya.
Namun yang perlu diluruskan menurut Nofrizal, kegiatan yang dilakukan di hotel tidak melulu dengan kemewahan dan dinilai dengan harga yang mahal dan pantastis. Namun juga selaras dengan ketersediaan fasilitas yang representatif.
Pihak hotel juga memiliki berbagai variasi paket harga.
Pihak penyelenggara kegiatan bisa memilih paket yang disediakan dan bisa disesuaikan dengan jumlah peserta atau kapasitas yang dibutuhkan.
Termasuk kegiatan perpisahan. Dimana pihak sekolah bisa memilih paket yang murah dan ekonomis dan disesuaikan dengan kemampuan wali murid.
"Paket yang sudah disiapkan oleh pihak hotel tidaklah begitu mahal, harganya berkisaran 60 hingga 100 ribu dan itupun tergantung hotelnya. Kalau hotel kelas tinggi berkisar 90 hingga 100 ribu. Kalau hotel menengah bisa kurang dari 60 ribu, itu berbentuk nasi kotak. Untuk itu, kita ingin meluruskan bahwa kegiatan perpisahan di hotel tersebut mewah tetapi tidak terlalu mewah dan harganya pun terjangkau," ungkap Nofrizal.
Menurut Nofrizal jika dikalkulasi, kegiatan perpisahan yang dilakukan di hotel ada beberapa keuntungan yang dirasakan.
"Kita ingin luruskan bahwa kegiatan di hotel tidaklah mahal, tapi tidaklah terlalu mewah. Kita bisa saja kalkulasi, berapa biaya perpisahan di sekolah jika dibandingkan dengan di hotel. Apalagi dihotel tidak perlu lagi sewa tenda, sound system, kursi, dan sebaginya. Kalau dihotel sudah lengkap, ruang besar, ber AC, sound system lengkap, nyaman dan aman parkirnya. Jadi tak perlu lagi menyewa menyewa," ujar Nofrizal.
Nofrizal berharap apa yang dksampaikan saat ini, agar masyarakat teredukasi mengenai kegiatan di hotel.
"Kita tidak memaksa pemerintah, tapi jangan hotel seolah-olah dikambing hitamkan. Kalau dikatakan tidak boleh bermewahan, bagi kita tidak apa-apa, sebab itu hak pemerintah dan sekolah. Kami juga tidak ada paksaan acara perpisahan harus di hotel, tetapi jangan sampai imech masyarakat membayangkan bahwa biaya dihotel itu mahal, padahal biaya perpisahan di hotel itu terjangkau dan terkesan mewah," pungkas Nofrizal. (*)
Tags : sekolah, sekolah dilarang perpisahan mewah di hotel, pemprov riau larang sekolah lakukan perpisahan mewah, sekolah gelar perpisahan mewah di hotel disanksi,