Bisnis   2022/11/02 8:3 WIB

Penurunan Harga Cabai, Telur Hingga Jengkol Mendorong Deflasi 0,69 Persen

Penurunan Harga Cabai, Telur Hingga Jengkol Mendorong Deflasi 0,69 Persen

PEKANBARU, RIAUPAGI.com - Penurunan sejumlah komoditas di Riau selama Oktober 2022, memicu deflasi secara bulan ke bulan di Provinsi Riau sebesar 0,69 persen.

"Penurunan harga cabai, telur hingga jengkol mendorong deflasi 0,69 persen."

"Dari 3 kota IHK di Riau, semua kota mengalami deflasi yaitu, Kota Pekanbaru sebesar 0,72 persen dan Inflasi yoy 6,44 persen, Kota Dumai sebesar 0,59 persen dan inflasi yoy sebesar 5,60 persen serta Kota Tembilahan sebesar 0,70 persen dan Inflasi yoy sebesar 4,26 persen," kata Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Misfaruddin pada wartawan, Selasa (1/11).

BPS Riau mencatat deflasi pada Oktober 2022, gabungan 3 kota yaitu Pekanbaru, Tembilahan, dan Dumai. Sedangkan dari Tahun Kalender Januari-Oktober 2022, Riau alami inflasi sebesar 5,72 persen.

Tetapi, kalau dibandingkan dengan periode Oktober 2021 - Oktober 2022 atau year on year, Riau alami inflasi sebesar 6,17 persen. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,89.

Menurutnya,deflasi di Riau bisa terjadi akibat adanya penurunan harga pada satu indeks kelompok pengeluaran, yakni kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,69 persen.

Di sisi lain sembilan kelompok mengalami inflasi yaitu kelompok transportasi sebesar 0,51 persen, diikuti kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,46 persen, kelompok rekreasi.

Lalu, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,34 persen, olahraga dan budaya sebesar 0,35 persen, dankelompok kesehatan sebesar 0,33 persen.

Kemudian, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,08 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,07 persen, kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan masing-masing sebesar 0,01 persen.

"Sementara kelompok pendidikan relatif stabil dibanding bulan sebelumnya," kata Misfaruddin.

Beberapa komoditas yang memberikan andil penurunan harga pada Oktober 2022, seperti minyak goreng, cabai merah, jengkol, telur ayam ras, ayam hidup, cabai rawit, daging ayam ras, cabai hijau, angkutan udara, dan lain-lain.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil kenaikan harga, antara lain ikan tongkol, bensin, rokok kretek filter, nasi dengan lauk, beras, kue kering berminyak, dan lain-lain.

Dari 24 kota di Sumatera yang menghitung IHK, dua puluh dua kota alami deflasi, dengan deflasi tertinggi terjadi di Kota Gunungsitoli sebesar 1,48 persen, kemudian Kota Bungo sebesar 1,14 persen, serta Sibolga sebesar 1,09 persen.

Sedangkan inflasi terjadi di dua kota, yaitu Kota Meulaboh sebesar 0,19 persen dan Kota Lhokseumawe sebesar 0,04 persen.

"Berdasarkan urutan inflasi kota-kota di Sumatera, kota-kota di Provinsi Riau berturut-turut, Pekanbaru urutan ke-5, Tembilahan urutan ke-6 dan Dumai urutan ke-8," sebut Misfaruddin. (*)

Tags : Penurunan Harga Bahan Pokok, Deflasi, Penurun Bahan Pokok di Riau,