PEKANBARU, RIAUPAGI.COM - Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran Rp59 miliar dari APBN untuk memperbaiki ruas jalan nasional Siak-Tanjung Buton di Simpang Obor, Kampung Dosan, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak.
"Perbaikan jalan nasional kuras APBN."
“Alhamdulillah, perbaikan jalan nasional di wilayah Siak dapat terlaksana melalui dana APBN mencapai Rp59 miliar, tentu kita sangat senang mengingat ruas jalan ini menjadi langganan banjir selama ini,” kata Bupati Siak, Afni Z, Minggu (27/9).
Perbaikan ini menjadi perhatian penting karena ruas tersebut selama ini menghadapi persoalan berulang berupa genangan banjir, terutama ketika musim hujan.
Pemkab Siak kini tidak hanya mengandalkan perbaikan konstruksi jalan, tetapi juga membenahi jalur air di sekitar lokasi.
Afni Z menyebut, dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menjadi langkah penting untuk menjaga akses transportasi di kawasan tersebut.
Menurut Afni, persoalan di Simpang Obor tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi badan jalan.
Genangan yang berulang menunjukkan adanya persoalan tata air yang harus ditangani secara bersamaan.
Karena itu, Pemkab Siak mengupayakan normalisasi atau pencucian anak sungai sepanjang sekitar 10 kilometer.
Langkah tersebut ditujukan untuk membuka kembali jalur aliran air agar genangan lebih cepat surut.
“Di wilayah ini diikhtiarkan cuci anak sungai sepanjang kurang lebih 10 kilometer untuk memberi laluan pada air sampai ke sungai,” ujarnya.
Perbaikan fisik jalan menjadi pekerjaan utama pemerintah pusat. Namun, keberlanjutan fungsi ruas tersebut sangat bergantung pada kemampuan kawasan dalam mengendalikan air.
Simpang Obor selama ini dikenal sebagai salah satu titik yang rawan tergenang. Ketika badan jalan nasional terendam, persoalannya bukan hanya kerusakan infrastruktur, tetapi juga terganggunya mobilitas warga dan distribusi barang menuju kawasan Tanjung Buton.
Afni menegaskan kondisi tersebut membutuhkan penanganan dari dua sisi, yakni memperkuat badan jalan sekaligus memperbaiki sistem aliran air.
“Di sekitar wilayah Jalan Lintas Siak-Tanjung Buton, atau yang biasa disebut Simpang Obor ini memang rawan banjir,” ucapnya.
Pemkab Siak sebelumnya juga telah melakukan normalisasi kanal bersama sejumlah pihak untuk membantu mempercepat surutnya air.
Kini, upaya tersebut diperluas dengan pencucian anak sungai sekitar 10 kilometer.
Pendekatan tersebut menjadi penting karena pembangunan jalan tanpa penyelesaian persoalan drainase dan aliran air berpotensi membuat persoalan serupa kembali terjadi.
Ruas Siak-Tanjung Buton bukan sekadar jalur penghubung antarkawasan. Jalan tersebut memiliki fungsi strategis karena menjadi akses menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Buton.
“Jalan itu menghubungkan sejumlah wilayah sekaligus menjadi akses menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Buton,” ujarnya.
Dengan fungsi tersebut, gangguan perjalanan akibat banjir maupun kerusakan jalan dapat berdampak lebih luas terhadap aktivitas masyarakat dan pergerakan logistik.
Pemkab Siak sebelumnya telah menyampaikan persoalan kerusakan jalan menuju kawasan industri Tanjung Buton kepada pemerintah pusat.
Dukungan anggaran Rp59 miliar dari APBN kini menjadi bagian dari respons terhadap persoalan tersebut.
Afni menyampaikan apresiasi kepada Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Kementerian Pekerjaan Umum, serta pihak lain yang terlibat dalam penanganan ruas jalan tersebut.
“Terima kasih kepada BPJN, Kementerian PU, dan semua pihak yang memberi dukungan,” tukasnya. (*)
Tags : perbaikan jalan nasional, jalan Siak-Tanjung Buton, perbaikan jalan kuras apbn, anggaran pendapatan belanja negara, News,