PEKANBARU - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Mustika Agung Sawit Gemilang (PT MASG) terus berupaya tingkatkan ekonomi masyarakat dilingkungan operasionalnya.
"Warga selamat karena terbantu atas kepedulian MASG."
"Selama kehadiran perusahaan itu, kami selalu mendapat perhatian baik kepedualian perusahaan pada sosial dan lingkungan," kata Junaidi, warga Desa Semelinang Darat Kecamatan Peranap, Inhu, Riau dalam pengakuannya, dikontak ponselnya tadi ini, Selasa.
"Pada setiap momen hari besar perusahaan selalu membantu kebutuhan pokok masyarakat, "setidaknya ini bisa membawa berkah bagi warga setempat dan lainnya," ucapnya.
"Perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan kelapa sawit ini, mampu menyentuh bahkan merobah tatanan ekosistim perekonomian masyarakat tempatan."
Direktur PT MASG, H Zulfikar pernah menyebut manajemen PT MASG tetap mempekerjakan sekitar 80 persen anak tempatan.
Sedangkan pekerja bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) mencapai ratusan pekerja di luar sistim internal perusahaan, katanya.
Mengingat seperti disampaikan Camat Peranap, Umar S.Sos menaggapi keberadaan PKS tersebut di wilayah kerjanya mengaku sangat terbantu.
"Setidaknya pekerja putra putri asal daerah ini bisa diterima bekerja di perusahaan itu," sebutnya.
Perusahaan bisa menampung sejumlah Ram atau Peron sejenis Agen sawit masyarakat yang merasa mengeluhkan hasil panennya yang semual tak tertampung.
"Selaku Pemerintah Kecamatan di Peranap, kami sepatutnya mengucapkan terima kasih terhadap pihak PT MASG yang ikut serta berperan merobah dan meningkatkan pendapatan masyarakat dari sektor naiknya harga TBS," tutur Camat Umar.
Perusahaan itu tidak menekan harga sawit untuk keuntungan yang lebih besar.
"Perusahaan masih berpendirian mensejahterakan ekonomi warga tempatan, terutama masalah direkrutnya warga tempatan untuk menjadi tenaga kerja di PKS PT MASG."
Tidak jauh beda dengan Pj Kades Semelinang Darat, Suhardiman, S.Sos, juga mengakui keberadaan PT MASG membawa keberuntungan buat warga Semelinang Darat khususnya.
Perusahaan mampu mendongkrak harga sawit, sedangkan harga di sejumlah agen jauh dibawah harga beli PT MASG.
"Kami Pemerintahan Desa Semelinang Darat maupun Desa Gumanti Kecamatan Peranap ini, tidak pernah mempermasalahkan mana tapal batas antara kedua desa, semua berdasarkan hasil kesepakatan para tetua desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten," kata Suhardiman.
Hal senda juga disampaikan Pj.Kades Gumanti Musliati melalui Sekdesnya, Suryanto mengaku bahwa, sebahagian besar warga menggantungkan hidupnya terhadap perusahaan PT MASG, ada warga Gumanti yang bekerja di perusahaan dan ada yang menjadi anggota bongkar muat.
Menurut Suryanto, jika masalah mana tapal batas antara Desa Semelinang Darat dengan Desa Gumanti memang masih belum ada kesepakatan yang mutlak, meski Desa Semelinang Darat itu, merupakan pemekaran dari Desa Gumanti, namun hal itu tidak pernah dipermasalahkan, dan menjadi kewenangan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Inhu.
Humas/CDO PT MSAG Zulkifli Panjaitan S.Sos MM mengatakan, keberadaan MASG di Kecamatan Peranap, tujuannya selain berbisnis juga tidak mengenyampingkan perekonomian masyarakat tempatan.
"Kita ikut mendongkrak pendapatan masyarakat tempatan yang bisa berimbas kepada pertumbuhan keberlanjutan perusahaan untuk menggerakkan ekonomi," ujarnya.
Menyinggung soal perhatian perusahaan terhadap lingkungan, perusahaan menyediakan kolam penampung yang selanjutnya diproses sebagaimana aturan dan petunjuk dari pihak LHK.
Asap boiler PKS yang keluar dari cerobong boiler menggunakan cara yang canggih dengan sistim pembakaran janjangan kosong (Jankos) yang diproses untuk penghancurannya barulah dibakar, tutupnya. (*)
Tags : pt mustika agung sawit gemilang, masg, inhu, riau, pabrik kelapa sawit, pks, pks masg, masg tingkatkan ekonomi masyarakat, News Daerah,