Nusantara   2026/02/23 13:31 WIB

Ramadhan Menggerakkan Roda Ekonomi Nasional, 'yang Bisa Menghidupkan dari Tingkat Paling Akar'

Ramadhan Menggerakkan Roda Ekonomi Nasional, 'yang Bisa Menghidupkan dari Tingkat Paling Akar'

BISNIS - Ramadhan adalah bulan berkah yang tak hanya menyucikan hati. Di bulan Ramadhan, ketika hati-hati terpanggil untuk lebih banyak berbagi dan bersyukur, Indonesia kembali menunjukkan kekuatan sejatinya: semangat berbagi yang tak hanya menyentuh jiwa, tetapi juga menghidupkan ekonomi dari tingkat paling akar.

Ramadhan bukan sekadar waktu menahan lapar dan haus; ia adalah momentum berkah yang menyuburkan usaha kecil, memperkuat kebersamaan masyarakat, dan mengalirkan rezeki secara luas.

Di Tulungagung, Jawa Timur, Pasar Takjil Sentra Aneka Variasi Takjil Nusantara (Savana) jilid kedua menjadi saksi nyata.

Sebanyak 350 pelaku UMKM meramaikan GOR Lembu Peteng dari 20 Februari hingga 18 Maret 2026, beroperasi setiap sore hingga malam.

Target perputaran ekonomi kali ini melambung di atas Rp2 miliar, hampir dua kali lipat dari Rp1,1 miliar tahun lalu yang hanya diikuti 100 pedagang.

Lokasi dipindah ke GOR untuk menghindari kemacetan dan masalah parkir, dan hasilnya justru luar biasa: hari pertama langsung dipadati pemburu takjil.

Tak hanya kuliner, acara ini juga menghadirkan wahana permainan rakyat dan UMKM nonkuliner, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kaya dan inklusif.

Para pedagang secara kolektif menyewa venue senilai Rp21 juta, dengan iuran individu Rp200–300 ribu, bukti gotong royong yang menghasilkan manfaat bersama.

Jauh di Bengkulu, Polres Mukomuko bersama Bhayangkari menjalankan program pembagian takjil gratis setiap hari sepanjang Ramadhan 1447 H.

Kapolres AKBP Riky Crima Wardana menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar bantuan menjelang berbuka, melainkan wujud kepedulian Polri yang humanis.

Takjil dibagikan kepada pengguna jalan, kaum dhuafa, dan warga sekitar, terutama di titik mobilitas tinggi seperti Pos Lantas Simpang SPBU Bandar Ratu.

Bhayangkari turut terlibat, memperkuat sinergi dan nilai sosial.

Di sela pembagian, petugas juga menyampaikan pesan kamtibmas secara persuasif, mengajak masyarakat menjaga ketertiban dan kekhusyukan ibadah.

Kehadiran Polri di sini bukan hanya pengamanan, melainkan kebersamaan yang mempererat ikatan emosional dengan warga.

Sementara di Palu, Sulawesi Tengah, Masjid Raya Baitul Khairaat menyiapkan 1.000 paket takjil setiap hari untuk jamaah. Kepala Biro Kesra Setda Sulteng Rustam Arifuddin menjelaskan, distribusi dilakukan secara tertib di area utara masjid dengan pemisahan jalur laki-laki dan perempuan.

Petugas masjid, takmir, relawan, hingga petugas kebersihan dan keamanan telah ditugaskan rapi, termasuk pengelolaan kotak amal.

Pada 10 hari pertama Ramadhan, jamaah diperkirakan mencapai 10 ribu orang, memenuhi hampir seluruh area masjid.

Persiapan shalat Idul Fitri pun dimatangkan jauh-jauh hari, dengan rapat koordinasi untuk imam, bilal, pengaturan saf, hingga pelayanan tamu, semua demi kenyamanan dan kekhusyukan jamaah.

Ketiga cerita ini, dari Tulungagung, Mukomuko, hingga Palu, menyatu dalam satu pesan yang kuat: Ramadhan adalah bulan berkah yang tak hanya menyucikan hati, tetapi juga menggerakkan ekonomi nasional dari bawah.

UMKM takjil yang meriah, pembagian takjil gratis yang meluas, dan persiapan masjid yang rapi bukan sekadar kegiatan musiman.

Mereka adalah wujud nyata bagaimana semangat berpuasa melahirkan empati, gotong royong, dan kreativitas ekonomi.

Saat rezeki mengalir melalui gerobak takjil, paket berbagi di pinggir jalan, dan kehangatan masjid, ekonomi kerakyatan tumbuh subur, membuktikan bahwa di bulan suci ini, berkah tak hanya turun dari langit, melainkan juga mengalir melalui tangan-tangan yang saling memberi.

Ramadhan mengajarkan kita: semakin banyak yang berbagi, semakin luas rezeki yang tersebar. Dan di Indonesia, bulan ini selalu menjadi bukti bahwa kebaikan kecil, ketika dikumpulkan, mampu menggerakkan roda ekonomi bangsa dengan cara yang paling indah dan berkelanjutan.

Semoga keberkahan ini terus hidup, tidak hanya selama Ramadhan, melainkan menjadi napas kehidupan sepanjang tahun. (*)

Tags : Ramadan 2026, bulan berkah, UMKM, takjil, Pasar Takjil, perputaran ekonomi, pedagang UMKM, omzet Ramadhan, takjil gratis, pembagian takjil, kepedulian masyarakat, paket takjil, ekonomi kerakyatan, gotong royong, kebersamaan bulan suci ,