Headline Agama   2026/09/09 10:43 WIB

Ratusan Ribu Jamaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara yang Berpotensi Kerugian Ditanggung Secara Mandiri

Ratusan Ribu Jamaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara yang Berpotensi Kerugian Ditanggung Secara Mandiri

AGAMA - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan sebanyak 14.000-an jamaah umrah terdampak pembatalan keberangkatan akibat penutupan operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mendapat penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan.

"Jadi pada 5, 6, dan 7 September 2026 itu kan semuanya dibatalkan keberangkatannya. Ada sekitar kurang lebih 14 ribuan jamaah kita yang kemudian tidak bisa berangkat, jamaah umrah," ujar Dahnil, Selasa (8/9).

Dia menjelaskan jamaah umrah yang belum bisa berangkat atau pending akan dilakukan penjadwalan ulang penerbangan dengan ketentuan tidak dikenakan biaya tambahan.

Pihaknya telah mengirim surat edaran terkait dengan tanggung jawab dari travel dan maskapai.

"Jadi dari Dirjen Bina dan Pengendalian, kami memastikan bahwasanya travel umrah dan maskapai itu harus memenuhi tanggung jawab mereka, terutama terkait dengan penjadwalan ulang," ucap Dahnil.

Pemerintah, lanjutnya, akan terus memantau, terutama hak-hak jamaah umrah yang harus dipenuhi oleh maskapai maupun agen perjalanan, termasuk bagi jamaah yang terdampak kembali ke daerah masing-masing.

"Sebagian kemarin ditampung di Asrama Haji Cipondoh, kemudian ada yang kembali kemarin ke daerah masing-masing, baik itu di Jawa maupun di Sumatera. Namun kemudian, pihak travel dan maskapai yang menangani jamaah umrah itu harus tetap menjamin penjadwalan ulang mereka," kata Dahnil.

Per hari sejak 8 September 2026, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, sudah dibuka, di mana penerbangan untuk membawa jamaah umrah kembali sesuai dengan jadwal.

"Bisa lebih dari 15 ribuan ya yang dari Bandara Soekarno-Hatta. Jadi kita pastikan tidak ada penambahan biaya terkait ini. Jadi penjadwalan ulang itu harus dilakukan segera mungkin," ucap Dahnil.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports selaku pengelola utama bandara menyatakan operasional penerbangan di Soekarno-Hatta, Tangerang, Halim Perdanakusuma, Jakarta, hingga Husein Sastranegara, Bandung, dinyatakan dapat kembali melayani para penumpang penerbangan.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Arie Ahsanurrohim dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Selasa, mengatakan kembalinya layanan penerbangan di tiga bandara itu berdasarkan NOTAM dari AirNav Indonesia, dengan status resumed operations yang dikeluarkan pada pukul 00.30 WIB.

"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," katanya.

Ia menjelaskan, sesuai dengan situasi saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 8 September 2026 mulai pukul 00.30 WIB berstatus resumed operations.

Bandara Halim Perdanakusuma pada 8 September 2026 mulai pukul 00.40 WIB berstatus resumed operations, sedangkan Bandara Husein Sastranegara pada 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB juga berstatus resumed operations.

Namun demikian, prosedur pembukaan kembali operasional penerbangan bandara telah dijalankan, termasuk pembersihan abu vulkanik di seluruh sisi udara (air side), yakni area apron, taxiway, dan runway.

"Di samping itu juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani operasional penerbangan," kata dia.

Sementara Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Muhammad Firman Taufik mengatakan, gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau berpotensi menimbulkan kerugian dan biaya tambahan bagi jamaah umrah, terutama karena sejumlah fasilitas yang telah menjadi bagian dari paket perjalanan dapat terganggu.

Dia menilai, jamaah menghadapi sejumlah risiko akibat tertundanya atau dialihkannya penerbangan, mulai dari fasilitas hotel, visa, hingga tiket pesawat yang telah masuk dalam paket umrah.

"Risiko buat jamaah, kehilangan fasilitas hotel, visa, pesawat yang merupakan bagian dari paket umrah, bisa juga risiko biaya karena ada fasilitas dadakan yang harus mereka tanggung secara mandiri,"kata dia di Jakarta, Senin(7/9).

Untuk itu, Firman mengatakan, asosiasi yang beranggotakan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) membentuk kanal komunikasi khusus bagi tour leader yang tengah mendampingi jamaah umrah.

Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi dampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik erupsi gunung Anak Krakatau.

Menurut dia,  pihaknya tengah mendata anggota yang terdampak gangguan penerbangan, sekaligus melakukan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait memastikan penanganan jamaah berjalan optimal.

"Saat ini, Himpuh sedang mendata anggota kami yang terdampak, membuat kanal komunikasi khusus untuk para tour leader yang sedang membersamai jamaah, dan melakukan komunikasi intens dengan pihak-pihak terkait," ujar Firman.

Menurut dia, keberadaan kanal komunikasi tersebut penting untuk mempercepat penyampaian informasi kepada anggota yang berada langsung bersama jamaah, baik yang masih berada di Indonesia, dalam perjalanan, maupun yang tertahan di Arab Saudi.

Firman mengatakan, upaya koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Kemenhaj telah membentuk kanal komunikasi khusus dengan asosiasi penyelenggara umrah yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk maskapai penerbangan dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ia menjelaskan, dampak gangguan penerbangan tersebut dapat terjadi pada jamaah dalam beberapa kondisi.

Pertama, jamaah yang akan berangkat ke Arab Saudi, tetapi masih berada di bandara keberangkatan yang operasionalnya ditutup akibat kondisi penerbangan.

Kedua, jamaah yang masih berada di Arab Saudi, baik di Jeddah maupun Madinah, dan tertahan keberangkatannya menuju Indonesia karena bandara tujuan di Tanah Air mengalami penutupan atau pembatasan operasional.

Ketiga, jamaah yang berada di negara transit dalam perjalanan menuju Indonesia juga dapat terdampak karena penerbangan lanjutan mengalami gangguan.

"Keempat, jamaah yang mendarat tidak di bandara tujuan. Misalnya tujuan awalnya Jakarta, tetapi kemudian dialihkan ke Malaysia, Singapura, Aceh, Kertajati, dan lainnya," kata Firman.

Senada dengan Firman, Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan salah satu persoalan yang cukup krusial adalah penyesuaian jadwal penerbangan.

Gangguan akibat abu vulkanik dapat memengaruhi jadwal kedatangan dan keberangkatan, sehingga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap layanan jamaah umrah. 

Sapuhi berharap gangguan penerbangan tersebut dapat segera berakhir, sehingga operasional penerbangan umrah bisa dapat kembali berjalan normal.

Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta seluruh asosiasi PPIU segera melakukan langkah mitigasi dan memastikan jamaah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memperoleh pelayanan dan pendampingan.

Kemenhaj juga meminta PPIU aktif berkoordinasi dengan maskapai penerbangan, pengelola bandara, otoritas penerbangan, penyedia layanan di Arab Saudi, serta pihak terkait lainnya untuk memperoleh kepastian jadwal dan alternatif perjalanan bagi jamaah. (*)

Tags : gangguan penerbangan, erupsi anak krakatau, erupsi krakatau, penerbangan tertunda, penundaan penerbangan, penundaan penerbangan karena krakatau, krakatau meletus, erupsi gunung anak krakatau, jamaah umrah, wamenhaj dahnil anzar simanjuntak, penjadwalan ulang bandara soekarno hatta, airports, penerbangan umrah, asrama haji, abu vulkanik, indonesia erupsi anak krakatau,