PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi nasional.
"Permintaan bahan pangan MBG meningkat."
“Kalau diperhitungkan dengan rumus PDB, itu sederhana sekali, consumption ditambah investment, ditambah government spending, kemudian ditambah ekspor dikurangi impor. Tiga faktor pertama itu didorong oleh program Makan Bergizi Gratis,” kata Larsen Yunus, Ketua Umum (Ketum) Relawan Gabungan Rakyat Prabowo Gibran (GARAPAN).
Menurutnya, permintaan bahan pangan yang meningkat dari program ini memicu pertumbuhan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Mengingat disebutkan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana, MBG mendorong tiga komponen utama dalam perhitungan Produk Domestik Bruto (PDB): konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah.
Tetapi Larshen melihat dampak langsung program MBG ke pertanian dan perkebunan.
Ia memaparkan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan bahan pangan dalam jumlah besar. Misalnya, satu kali penyajian pisang membutuhkan sekitar 3.000 buah pisang atau 15 pohon pisang.
"Jika menu disajikan dua kali seminggu, kebutuhan satu SPPG bisa mencapai 1.440 pohon per tahun. Dengan asumsi satu hektare kebun menampung 1.000 pohon, satu SPPG setara dengan satu setengah hektar kebun pisang," terangnya.
Tak hanya pisang, kata Larsen lagi, kebutuhan protein hewani juga mendorong sektor peternakan dan perikanan.
"Untuk menu lele, satu kali penyajian membutuhkan 3.000 ekor lele, atau dua kolam bioflok. Jika disajikan empat kali sebulan, dibutuhkan 32 kolam untuk satu SPPG."
“Kebutuhan telur per SPPG mencapai 3.000 butir. Dengan produktivitas ayam petelur rata-rata 0,8 butir per hari, diperlukan sekitar 4.000 ekor ayam atau empat kandang,” kata Larsen.
Selain itu, menurutnya, pemeliharaan ayam membutuhkan jagung sebagai pakan, sehingga menimbulkan efek berantai pada sektor tanaman pangan. “Program ini betul-betul menumbuhkan gairah di masyarakat,” tambahnya.
Kontribusi terhadap Nilai Tukar Petani, Larsen meyakini efek berantai MBG turut meningkatkan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) kini tercatat mencapai 125.
“Nilai Tukar Petani sudah naik menjadi 125 dan saya yakin itu dikontribusikan oleh program Makan Bergizi Gratis. Ternyata program ini tidak hanya menyasar produk pertanian sebagai bahan baku, tapi juga berdampak terhadap sektor ekonomi lainnya,” jelasnya. (*)
Tags : makan bergizi gratis, mbg, perikanan, pertanian, nilai tukar petani, mbg bgn,